ASUS Rilis Monitor ProArt PA27UCDV Dengan Reproduksi Warna Tinggi
ASUS ProArt PA27UCDV tawarkan monitor 4K QD-OLED 120Hz yang bisa dukung gaming AAA dengan visual tajam, HDR, dan respons cepat.
Monitor profesional biasanya identik dengan akurasi warna tinggi untuk kebutuhan kreator, tetapi ASUS ProArt PA27UCDV membawa kombinasi spesifikasi yang cukup menarik untuk gamer. Panel QD-OLED 26,5 inci beresolusi 4K dengan refresh rate 120Hz membuatnya mampu hasilkan kualitas gambar yang tajam, sekaligus gerakan lebih mulus dibanding monitor 60Hz.
ASUS memang menempatkannya sebagai bagian dari lini ProArt, tetapi spesifikasinya membuat PA27UCDV punya potensi sebagai monitor gaming kelas atas yang tidak mengorbankan kebutuhan produktivitas. Ditampilkan pada event IBC 2026 di Amsterdam, monitor ini masih belum mendapatkan informasi lebih jauh untuk harga dan tanggal rilisnya.

Untuk game AAA, kombinasi 4K dan QD-OLED menjadi daya tarik utamanya. Resolusi 3840×2160 bawaannya memungkinkan detail lingkungan, tekstur, dan objek dalam game terlihat lebih tajam, sementara karakteristik OLED memberikan kontras tinggi dengan warna hitam yang benar-benar gelap.
ASUS juga membekali layar ini dengan dukungan HDR dan tingkat kecerahan puncak hingga 1.000 nits, sehingga game dengan pencahayaan dramatis seperti Cyberpunk 2077 atau Alan Wake 2 bisa ditampilkan lebih tajam. Refresh rate 120Hz juga mampu menjaga pergerakan kamera dan animasi tetap mulus.
Namun perlu diingat pula bahwa untuk game AAA, resolusi 4K juga berarti beban kerja GPU jauh lebih berat. Gamer yang ingin mempertahankan frame rate mendekati 120 FPS pada game modern kemungkinan membutuhkan kartu grafis kelas atas, terutama jika ray tracing dan pengaturan grafis maksimal digunakan.
Karena itu, PA27UCDV lebih tepat dilihat sebagai monitor yang mengutamakan keseimbangan antara kualitas visual dan kelancaran, bukan layar yang secara khusus dirancang untuk mengejar frame rate ekstrem. Bagi gamer single player yang lebih mementingkan visual sinematik, karakteristik tersebut justru menjadi nilai tambah.
Terlepas dari semua itu, game kompetitif memberikan gambaran yang sedikit berbeda. Keberadaan refresh rate 120Hz sudah jauh lebih responsif daripada 60Hz dan cukup untuk memainkan judul seperti Counter-Strike 2, Valorant, atau Overwatch 2 dengan pengalaman yang mulus. Panel OLED juga menawarkan respons pixel yang sangat cepat, sehingga objek yang bergerak cepat dapat terlihat lebih jelas tanpa efek ghosting berlebihan.
Meski begitu, pemain esports yang benar-benar mengejar keunggulan kompetitif masih akan lebih diuntungkan ketika menggunakan monitor 240Hz, 360Hz, atau bahkan lebih tinggi karena mampu menampilkan frame dengan interval yang lebih pendek.
Menariknya, ASUS PA27UCDV tetap memberikan keuntungan bagi gamer yang menggunakan PC untuk berbagai kebutuhan. Thunderbolt 4 dengan Power Delivery hingga 140W memungkinkan monitor berfungsi sebagai pusat workstation ketika terhubung ke laptop, sementara dukungan KVM membuat satu set keyboard dan mouse dapat digunakan untuk berpindah antarperangkat. Dengan kata lain, pengguna tidak perlu memilih antara monitor kerja dan monitor gaming secara terpisah jika kebutuhan bermainnya lebih berorientasi pada game AAA dan penggunaan sehari-hari.
Pada akhirnya, ASUS ProArt PA27UCDV memang bukan monitor yang dibuat khusus untuk mengejar spesifikasi esports, tetapi justru menawarkan kombinasi yang menarik bagi gamer yang menginginkan 4K, OLED, HDR, dan 120Hz dalam satu perangkat. Untuk game AAA, spesifikasi tersebut mampu berikan pengalaman visual yang tinggi; sementara untuk game kompetitif, performanya sudah cukup baik tetapi bukan yang terbaik di kelasnya.
Menurut Anda, apakah kombinasi 4K QD-OLED 120Hz seperti ini lebih menarik daripada monitor gaming dengan refresh rate yang jauh lebih tinggi?










