Intel Dikabarkan Akan Naikkan Harga CPU Gaming di Akhir 2026
Harga CPU gaming dari Intel dikabarkan akan naik sebesar 10% pada akhir 2026, akibat kelangkaan komponen dan strategi pemasaran baru.
Bagi gamer PC yang sedang menunggu waktu tepat untuk merakit komputer, kenaikan harga prosesor bisa menjadi alasan baru untuk tidak terlalu lama menunda pembelian, atau setidaknya bertahan hingga harga kembali stabil. Pasalnya, Intel dikabarkan bersiap menaikkan harga CPU PC gaming hingga 10 persen pada akhir 2026, setelah sebelumnya sudah beberapa kali lakukan penyesuaian harga sepanjang tahun ini.
Menurut laporan DigiTimes yang dikutip sejumlah media, Intel berencana menaikkan harga prosesor PC sekitar 10 persen mulai Oktober. Langkah tersebut tampaknya berkaitan erat dengan strategi perusahaan untuk meningkatkan profitabilitas bisnis CPU pada tahun fiskal ini. Intel sendiri belum memberikan komentar resmi mengenai laporan tersebut, sehingga angka 10 persen ini masih berstatus laporan industri, bukan pengumuman harga final dari perusahaan.

Satu hal yang membuat situasinya lebih suram adalah kenaikan tersebut datang setelah harga beberapa prosesor Intel memang sudah mengalami peningkatan sebelumnya. Lini Core Ultra 200S Plus, misalnya, telah mendapatkan penyesuaian harga hingga puluhan dolar pada pertengahan 2026.
Pada saat yang sama, biaya komponen seperti memori dan PCB ikut meningkat akibat tekanan pasokan. Artinya, jika kenaikan harga prosesor pada Oktober nanti benar-benar diterapkan, maka gamer yang mengincar prosesor kelas menengah maupun high-end bisa jadi harus mengalokasikan anggaran lebih besar untuk komponen yang sama.
Wajar saja, industri PC memang sedang menghadapi efek berantai dari meningkatnya kebutuhan infrastruktur AI yang menyerap kapasitas memori dan komponen semikonduktor dalam jumlah besar. Bahkan analis RBC memperkirakan permintaan CPU server Intel dapat tumbuh sekitar 15–20 persen, sementara harga High Bandwidth Memory (HBM) diperkirakan dapat meningkat 80–100 persen tahun depan. Untuk konsumen, kondisi ini akan membuat PC gaming ikut terkena dampak karena produsen perangkat gaming tidak mampu mendapatkan komponen, yang sebagian besar sudah diambil industri AI.
Bagi gamer, persoalannya bukan sekadar CPU Intel menjadi 10 persen lebih mahal. Jika harga semua komponen PC gaming ikut mahal, maka biaya membangun satu PC gaming secara keseluruhan bisa meningkat dan membuat niat untuk lakukan upgrade menjadi semakin berat.
Ironisnya, Intel sendiri sebenarnya sempat katakan akan prioritaskan pasar konsumen PC untuk mendapatkan prosesor terbarunya, Nova Lake, yang telah terlihat mampu tingkatkan performa gaming dengan tinggi. Melihat prospek kenaikan harga itu, maka harga Nova Lake bisa dipastikan akan sulit untuk dijangkau oleh gamer secara umum.
Bagaimana menurut Anda? Apakah Anda termasuk gamer yang berniat lakukan upgrade CPU untuk PC gaming di akhir tahun ini?










