Spesifikasi Handheld PS6 Project Canis Muncul via Bocoran Terbaru
Kemampuan hardware untuk Project Canis, handheld PS6 yang sedang dalam pengembangan alami kebocoran, tampak andalkan frame generation.
Handheld baru yang tampaknya akan menemani PS6 yang kini sedang dikembangkan Sony, bernama Project Canis, kini diklaim kembali alami kebocoran informasi. Bocoran itu mengklaim Sony akan ambil pendekatan yang berbeda dari hardware sebelumnya untuk kejar performa tinggi, yaitu dengan andalkan teknologi frame generation berbasis AI PSSR 3.0 untuk tingkatkan visual 540p menjadi 1080p. Jika klaim tersebut akurat, kekuatan utama Project Canis akan berada pada teknologi rekonstruksi gambar dan frame generation, bukan tenaga GPU mentah.
Menurut laporan yang dikutip Wccftech dari GameGPU, Project Canis diklaim akan menggunakan APU AMD 3nm dengan enam core Zen 6, terdiri dari empat core Zen 6c untuk game dan dua core Zen 6 berdaya rendah. GPU yang digunakan di sana memiliki 16 Compute Units berbasis RDNA 5, dengan batas daya sekitar 15–25 watt. Pada mode handheld, chip tersebut dikatakan berjalan pada 1,2 GHz dan menghasilkan sekitar 4,91 TFLOPS, sedangkan ketika terhubung ke dock kecepatannya dapat naik menjadi 1,65 GHz dengan performa hingga 6,75 TFLOPS.

Angka tersebut memang terlihat jauh di bawah PlayStation 5 Pro yang memiliki sekitar 16,7 TFLOPS. Namun dari sinilah PSSR 3.0 menjadi bagian paling penting dari bocoran ini. GameGPU mengklaim teknologi tersebut dapat menghasilkan performa efektif sekitar 10–11 TFLOPS dalam mode portable dan sekitar 14 TFLOPS ketika docked. Perhitungan tersebut bukan berarti GPU Canis benar-benar memiliki jumlah TFLOPS sebesar itu, melainkan merupakan estimasi kemampuan rendering setelah upscaling dan frame generation diaktifkan.
Berkat teknologi itu, Sony dapat menghemat konsumsi daya tanpa sepenuhnya mengorbankan kualitas visual. PSSR generasi sebelumnya memang sudah menjadi teknologi penting pada PS5 Pro, sementara PSSR 3.0 disebut akan membawa frame generation sebagai kemampuan baru. Namun perlu diingat, bahwa seluruh klaim mengenai kualitas dan performa ini masih berasal dari bocoran, bukan spesifikasi resmi Sony.
Sedangkan untuk arsitekturnya, keberadaan RDNA 5 juga menjadi faktor yang membuat angka performa Project Canis terlihat menarik. Bocoran sebelumnya menyebut handheld ini memiliki kemampuan ray tracing yang relatif kuat dibanding tenaga rasterisasinya, sehingga Sony tampaknya lebih mengandalkan peningkatan efisiensi arsitektur daripada sekadar memperbesar jumlah Compute Units.
Dokumen sebelumnya dilaporkan juga mengaitkan Canis dengan dukungan backward compatibility untuk game PS4 dan PS5, sehingga besar kemungkinan perangkat ini merupakan bagian dari ekosistem yang sama dengan PS6, bukan handheld terpisah dengan katalog game sendiri.
Menariknya, bocoran terbaru itu menyebut Sony menargetkan rilis pada akhir 2027 untuk Project Canis. Waktu peluncuran ini masih belum diketahui jaraknya dengan rilis console PS6, karena hingga kini Sony masih bungkam mengenai console generasi berikutnya itu. Terlebih bila dikaitkan dengan saran mantan boss PlayStation, yang sebutkan Sony sebaiknya fokus pada peluncuran satu perangkat saja demi fokuskan kampanye penjualannya.
Nah, bagaimana menurut Anda sendiri? Apakah handheld PS6 itu cukup menarik untuk menggoda Anda membelinya?









