Valve Pastikan Pengembangan Steam Deck 2 Masih Sesuai Jadwal
Steam Deck 2 tetap dikembangkan Valve meski krisis RAM menaikkan biaya hardware, dengan fokus pada lompatan performa yang signifikan.
Krisis memori RAM yang semakin parah dalam setahun terakhir ini ternyata tidak menggoyahkan niat Valve untuk terus mengembangkan Steam Deck 2. Konfirmasi terbaru justru menunjukkan bahwa perusahaan itu masih mengejar penerus handheld tersebut dengan prinsip yang sama, yaitu generasi baru harus berikan peningkatan performa yang benar-benar terasa, bukan sekadar membawa nama baru.
Ketika diwawancarai oleh IGN, developer Valve Pierre-Loup Griffais dan Jeff Leinbaugh memastikan pengembangan Steam Deck 2 masih terus berjalan. Saat ditanya apakah kenaikan harga RAM akan mempengaruhi rencana tersebut, Griffais menjawab bahwa dampaknya tidak terlalu signifikan. Saat ini, Valve tampaknya masih memantau kondisi pasar untuk menentukan teknologi yang akan digunakan, guna menghadirkan produk sesuai target mereka.

Griffais juga menekankan kuncinya ada pada lompatan performa yang jelas. Mereka tidak ingin Steam Deck 2 hanya hadir sebagai penyegaran hardware dengan peningkatan kecil. Griffais menegaskan bahwa perusahaan itu masih menggunakan pendekatan yang sama seperti sebelumnya, dengan pengalaman pengguna sebagai fokus target pengembangan.
Namun, persoalan harga juga menjadi faktor yang menentukan untuk hardware baru. Dua hardware Valve yang dirilis pada 2026, Steam Machine dan Steam Frame, sama-sama hadir dengan harga di atas US$1.000 untuk konfigurasi standarnya. Valve sebelumnya juga mengakui harga Steam Machine jauh lebih tinggi dibanding target awal perusahaan, menunjukkan betapa besarnya efek kelangkaan komponen yang terjadi belakangan ini.
Situasi tersebut membuat Steam Deck 2 memiliki tantangan penting yang tak bisa diabaikan selain performa. Mereka perlu menemukan kombinasi hardware yang mampu memberikan peningkatan generasi tanpa membuat harganya tak bisa dijangkau mayoritas gamer. Generasi pertama dari handheld itu bisa sukses besar karena gamer menilai harganya lebih murah dibandingkan handheld pesaingnya.
Bagaimana menurut Anda mengenai kepastian tetap berjalannya pengembangan Steam Deck 2? Apakah Anda punya kekhawatiran akan harganya kelak?









