Microsoft Pastikan Dukungan Gaming Sejak Rilis di RTX Spark
Microsoft menjanjikan ratusan game untuk NVIDIA RTX Spark akan tersedia sejak peluncuran platform itu, kecuali untuk Call of Duty.
Semenjak dibukanya pre-order untuk platform NVIDIA RTX Spark dan kepastian akan bisa dimainkannya game di sana pada 1440p di 60 FPS, pernyataan berikutnya tentu saja adalah dukungan Windows untuk bisa memainkan semua game itu. Untuk itu, Microsoft sebagai pemilik dari sistem operasi Windows berikan kepastian akan kompatibilitas ratusan game di platform itu semenjak hari pertama rilis.
Pada acara Windows and Surface yang berlangsung pada 7 Oktober 2026, Microsoft mengumumkan bahwa ratusan game AAA dan indie ditargetkan dapat dimainkan sejak hari pertama semenjak perangkat RTX Spark tersedia. Salah satu demonstrasinya memperlihatkan Gears of War: E-Day berjalan pada 60 FPS. Microsoft juga menampilkan sejumlah judul populer seperti Cyberpunk 2077, Fortnite, League of Legends, dan Minecraft sebagai bagian dari ekosistem game yang disiapkan untuk platform tersebut.

Meski begitu, dukungan game di RTX Spark tidak sesederhana menjalankan game di PC. Terlebih karena platform ini menggunakan prosesor Arm, sedangkan banyak game Windows dikembangkan secara spesifik untuk arsitektur x86. Oleh karena itu, sejumlah game perlu mengandalkan emulasi atau penyesuaian khusus agar dapat berjalan, dan perangkat lunak anti-cheat juga harus kompatibel.
Salah satu nama besar yang dikatakan belum siap saat peluncuran kelak adalah Call of Duty. Microsoft menyatakan bahwa franchise tersebut baru akan mendukung RTX Spark pada 2027, tanpa merinci alasan teknis maupun tanggal ketersediaannya. Penundaan ini memperlihatkan bahwa game populer dengan sistem anti-cheat dan kebutuhan kompatibilitas tertentu dapat memerlukan waktu tambahan sebelum bisa berjalan di Windows berbasis Arm.
Terlepas dari kemampuan gamingnya, RTX Spark sebenarnya lebih difokuskan pada pemrosesan AI lokal dan pekerjaan kreatif. Platform NVIDIA ini menggabungkan CPU Arm dengan GPU berbasis arsitektur Blackwell serta memori terpadu berkapasitas hingga 128 GB pada konfigurasi tertentu. Microsoft dan NVIDIA menempatkan kemampuan menjalankan model AI berukuran besar langsung di perangkat sebagai nilai jual utama, sementara dukungan game menjadi perluasan fungsi yang membuatnya lebih fleksibel bagi pengguna.
Janji dukungan ratusan game sejak hari pertama ini menjadi langkah penting untuk memperluas daya tarik RTX Spark di luar kebutuhan AI. Namun, angka tersebut belum menjamin semua game akan berjalan dengan performa setara PC gaming konvensional, dan absennya Call of Duty hingga 2027 menunjukkan bahwa masih ada pekerjaan kompatibilitas yang harus diselesaikan.
Apakah dukungan ratusan game seperti sudah cukup untuk membuat Anda tertarik menggunakan perangkat RTX Spark kelak, atau Anda akan menunggu sampai lebih banyak game besar benar-benar kompatibel?









