Bungie Bagikan Status Unvaulting Destiny 2 & Destiny Legacy
Bungie mengungkap progres Destiny 2 Unvaulting, jadwal pemulihan hingga 2028, serta Destiny Legacy yang buka peluang re-release Destiny 1.
Keputusan Bungie menghapus sebagian besar konten lama Destiny 2 melalui Destiny Content Vault pada 2020 merupakan keputusan yang dipandang negatif oleh mayoritas pemainnya, terlebih membuat cerita game ini semakin sulit diikuti oleh pemain baru. Belum lama ini, studio tersebut mulai memperbaiki keputusan itu dengan Unvaulting, yaitu rencana mengembalikan campaign, Raid, dan aktivitas lama.
Melalui Community Update Oktober 2026, Head of Product Bungie Josh Deane menjelaskan bahwa tahap pertama unvaulting akan berfokus pada pemulihan campaign Red War, Curse of Osiris, Warmind, dan Forsaken. Bungie juga menargetkan kembalinya Strike, Raid, serta Raid Lair dari ekspansi-ekspansi tersebut.

Tidak hanya itu, Menagerie yang merupakan aktivitas enam pemain yang populer pada era Season of Opulence, juga turut masuk dalam rencana dengan hadiah yang telah diperbarui. Seluruh konten yang masuk tahap pertama ini nantinya akan tersedia untuk semua pemain Destiny 2.
Meski begitu, cakupan pemulihan tersebut masih memiliki batas. Bungie menempatkan sejumlah konten lain sebagai stretch goals, yaitu target tambahan yang masih dipertimbangkan untuk hadir saat peluncuran unvaulting atau setelahnya. Konten tersebut mencakup area eksplorasi bebas beserta Public Events dan Lost Sectors, aktivitas musiman dari Season 9 hingga Season 23, update senjata Raid, serta peta PvP. Sayangnya, misi cerita season, update New Light, peta Gambit Kell’s Grave, dan Seasonal Hub seperti Eliksni Quarter untuk saat ini belum diumumkan.
Untuk progres pengerjaannya, Bungie mengungkap bahwa proyek ini telah melewati beberapa tahap penting. Persetujuan awal untuk melakukan studi kelayakan dan mencari mitra pengerjaan diperoleh pada Juni 2026, sebelum rencana teknisnya divalidasi dan proyek mendapat persetujuan penuh pada September.
Saat ini, tim masih berada dalam tahap pre-production atau pembuktian teknis untuk memastikan proses pemindahan konten lama berjalan sesuai standar kualitas. Tahap tersebut diperkirakan berlangsung hingga Januari atau Februari 2027, sebelum dilanjutkan dengan produksi penuh yang membutuhkan sekitar 12 bulan. Artinya, proses pemulihan ini berpotensi berlanjut hingga awal 2028, meskipun Bungie belum menetapkan tanggal rilis konten secara resmi.
Kabar yang tidak kalah menarik datang dari proyek bernama Destiny Legacy. Bungie menyebut perjalanan franchise ini telah berlangsung lebih dari satu dekade dan seluruh pengalaman Destiny seharusnya bisa dinikmati pemain di platform tempat mereka bermain saat ini.
Pernyataan tersebut cukup menarik karena membuka kemungkinan bahwa Bungie tidak hanya ingin memulihkan konten Destiny 2, tetapi juga menghadirkan kembali pengalaman dari game Destiny pertama ke platform modern. Namun, Bungie belum menjelaskan bentuk proyek tersebut, sehingga belum bisa dipastikan apakah Destiny 1 akan mendapatkan port PC, remaster, atau bahkan dirilis ulang sebagai game stand-alone.
Kepastian mengenai arah Destiny Legacy kemungkinan baru akan terlihat pada Februari 2027. Studio itu menargetkan periode tersebut untuk memberikan pembaruan progres bagi dua proyek sekaligus, yakni Destiny 2 Celebration dan Destiny Legacy. Celebration sendiri dirancang sebagai bentuk apresiasi bagi komunitas Destiny 2 melalui konten dan update baru, melampaui Monument of Triumph.
Selain itu, Bungie juga menyebut satu proyek misterius yang identitasnya masih dirahasiakan. Studio tersebut bahkan menegaskan bahwa pemain tidak perlu mengharapkan pengumuman besar Destiny dalam ajang The Game Awards tahun ini karena sejumlah proyek masih berada dalam tahap pengembangan awal.
Bagaimana menurut Anda mengenai rencana pemulihan Unvaulting yang diberikan untuk Destiny 2 ini?








