Developer Codex Mortis Akui Gamenya 100% Dibuat Oleh AI
Ketika game lain berusaha tutupi keterlibatan AI dalam pembuatannya, Codex Mortis justru gunakan fakta itu sebagai nilai jualnya.
Peran AI di dalam pembuatan game belakangan ini memang semakin sulit dibendung, terutama untuk developer indie tunggal yang punya ide tetapi tidak punya pengalaman coding. Namun sebagian besar berusaha menutupi keterlibatan AI di dalamnya, karena masih negatifnya penerimaan gamer akan teknologi itu. Menariknya, game indie yang satu ini justru gunakan fakta itu sebagai nilai jualnya.
Sikap yang tidak wajar itu muncul pada halaman Steam game indie baru bernama Codex Mortis, yang memiliki gameplay ala Vampire Survivors dengan libatkan build seperti Guild Wars. Game yang dibuat oleh developer bernama GROLAF dan diterbitkan oleh Crunchfest itu langsung terang-terangan katakan “100% AI-driven Development”, diklaim pula sebagai game pertama yang dibuat oleh 100% AI dan berjalan dengan baik.

Tampaknya pihak developer gunakan AI untuk membuat code, art, sound effect, musik, dan juga teks yang ada di dalam game. Game berbasis grafik 2D itu saat ini telah merilis demo yang bisa dimainkan via Steam. Jadi bila Anda tertarik untuk melihat seperti apa game yang dibuat sepenuhnya menggunakan AI, rasanya demo itu bisa berikan gambaran.
Keberadaan game yang sepenuhnya dibuat dengan gunakan AI sendiri sudah bukan hal langka lagi, terutama di Steam. Sepanjang tahun 2025 ini, dilaporkan setidaknya ada lebih dari 7000 game di platform itu yang dibuat dari nol dengan gunakan Generative AI. Peningkatan yang begitu besar bila dibandingkan tahun 2024 yang hanya mencatat 1000 game.
Bagaimana menurut pendapat Anda sendiri mengenai game yang dibuat sepenuhnya gunakan AI? Apakah Anda setuju dengan keputusan yang diambil oleh developer Codex Mortis itu?










