Saham Nintendo Anjlok 10% Pasca Laporan Keuangan Terbarunya
Saham Nintendo alami penurunan hingga 10% setelah proyeksi penjualan Switch 2 dan software dinilai mengecewakan oleh para investornya.
Laporan finansial terbaru Nintendo justru memicu reaksi negatif dari pasar bursa. Setelah pimpinan raksasa gaming itu memproyeksikan penurunan penjualan hardware dan software pada tahun fiskal berikutnya, serta umumkan akan naikkan harga console dan NSO, saham Nintendo langsung turun sekitar 10% di bursa Tokyo, dan menjadi penurunan terbesar dalam tiga bulan terakhir.
Laporan mengenai penurunan saham itu disampaikan via Bloomberg, yang juga sebutkan pimpinan Nintendo memperkirakan Nintendo Switch 2 akan terjual sebanyak 16,5 juta unit, dengan total penjualan software mencapai sekitar 60 juta copy. Meski angka tersebut tetap besar, pada kenyataannya investor menilai proyeksi ini kurang agresif untuk sebuah console generasi baru yang penuh potensi.

Salah satu faktor utama yang menekan outlook Nintendo adalah kenaikan tajam harga komponen memory chip belakangan ini. Perusahaan memperkirakan dampak biaya tambahan akibat kondisi tersebut sebabkan kerugian mencapai sekitar ¥100 miliar atau setara USD 640 juta. Tekanan biaya ini menjadi salah satu alasan utama mengapa Nintendo mengambil pendekatan yang lebih konservatif.
Sentimen pasar terhadap Nintendo juga terus melemah. Sejak awal 2026, saham perusahaan itu telah turun sekitar 30%. Menurut sejumlah analis, penurunan proyeksi penjualan software menjadi pertanda yang lebih mengkhawatirkan, karena mencerminkan melemahnya daya tarik franchise andalan Nintendo di mata gamer saat ini.
Kini perhatian investor disebutkan tertuju pada lineup game musim panas Nintendo. Jika perusahaan itu mampu menghadirkan jajaran game first party yang kuat untuk Nintendo Switch 2, maka kepercayaan pasar berpotensi akan pulih dan menjadi pendorong utama pertumbuhan saham Nintendo ke depannya.
Bagaimana menurut Anda mengenai terjadinya penurunan saham untuk Nintendo itu, terutama setelah melihat kebijakan aman yang diambil oleh raksasa gaming tersebut?









