Embark Studios Jelaskan Sistem Matchmaking ARC Raiders
Embark Studios beberkan sistem matchmaking di ARC Raiders, sekaligus patahkan mitos dengan sebut tidak ada lobby PVE “aman” di game itu.
Semenjak ARC Raiders dirilis pada Oktober 2025 lalu, pembicaraan mengenai sistem matchmaking di dalam game extraction shooter itu selalu undang perdebatan yang panas. Hasilnya, mitos demi mitos pun bermunculan, dan penjelasan sambil lalu dari tim developer juga tidak membuat pengertian pemain akan sistem itu menjadi jelas; setidaknya sampai sekarang.
Studio asal Swedia itu akhirnya merilis uraian mendetail mengenai cara kerja matchmaking di ARC Raiders via media sosial. Embark Studios menegaskan bahwa sistem matchmaking ARC Raiders tidak bekerja secara binary. Artinya, tidak ada kategori sederhana antara lobby “baik” dan “buruk.” Sebaliknya, sistem itu menggunakan spektrum perilaku pemain yang dikumpulkan dalam waktu lama.

Fondasi utama matchmaking ini disebut berdasar pada konsep fairness. Sistem mulanya memprioritaskan pertemukan squad dengan ukuran yang seimbang, lalu mencocokkan pemain berdasarkan kecenderungan gaya bermain mereka. Tujuannya adalah menciptakan pengalaman yang lebih menyenangkan sekaligus mengurangi potensi konflik emosi yang tidak diinginkan.
Dengan kata lain, pemain yang cenderung menghindari konflik memang memiliki peluang lebih besar untuk dipertemukan dengan pemain dengan pendekatan serupa. Namun hal ini dikatakan sekali lagi bukan jaminan mutlak. Risiko selalu ada setiap kali pemain naik ke Topside.
Embark Studios juga secara tegas membantah sejumlah mitos populer di komunitas. Mereka memastikan bahwa tidak ada lobby PVE yang sepenuhnya aman, satu kill tidak akan langsung mengubah algoritma matchmaking secara drastis, dan feedback yang diberikan di akhir ronde tidak mempengaruhi penempatan pemain. Pengaturan crossplay, level squad, aktivitas menjarah pemain yang kalah, hingga patch game juga disebut tidak mempengaruhi matchmaking.

Menariknya, Embark Studios juga mengumumkan beberapa perubahan penting. Salah satunya adalah sistem yang akan membedakan antara pemain yang memulai pertarungan dan pemain yang hanya membela diri. Dengan begitu, aksi defensif tidak lagi menaikkan tingkat agresivitas pemain secara signifikan.
Selain itu, ronde dengan aktivitas minim akan memiliki bobot yang lebih kecil dalam histori perilaku pemain. Artinya, sistem akan lebih fokus pada pola bermain yang konsisten, bukan pada satu atau dua pertandingan yang tidak mencerminkan gaya bermain sebenarnya.
Langkah ini menunjukkan pendekatan yang cukup transparan, sesuatu yang masih jarang dilakukan oleh banyak developer lain. Dengan membuka logika di balik matchmaking, Embark Studios berusaha mengurangi spekulasi sekaligus membantu pemain memahami bagaimana perilaku mereka membentuk pengalaman bermain.
Bagi komunitas ARC Raiders, penjelasan ini setidaknya menegaskan satu hal; tidak ada cara pasti untuk “menipu” algoritma demi mendapatkan lobby yang sepenuhnya aman. Pada akhirnya, dunia game itu memang dirancang untuk selalu menyimpan elemen ketidakpastian.
Bagaimana menurut Anda mengenai sistem matchmaking ARC Raiders ini? Apakah pendekatan berbasis gaya bermain seperti ini terdengar adil, atau justru terlalu kompleks?










