Ubisoft Siapkan Restrukturisasi Baru, Hingga 380 Karyawan Berpotensi Terdampak
Ubisoft kembali melakukan restrukturisasi besar di berbagai studio dan divisi global, mencakup penutupan studio, PHK, serta perubahan fokus tim internal.
Gelombang restrukturisasi di industri game, terutama Ubisoft yang dalam setahun terakhir ini telah pangkas seribu karyawannya tampaknya masih belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Setelah umumkan rencana pengetatan ikat pinggang karena terus menurunnya nilai perusahaan, terutama disebabkan oleh rilis game yang terus gagal, raksasa gaming dari Prancis itu masih akan terus pangkas studio dan karyawannya hingga beberapa tahun ke depan.
Melalui pengumuman yang dibagikan kepada karyawan melalui kanal komunikasi internal perusahaan, publisher asal Prancis tersebut mengungkap bahwa mereka kembali melakukan perubahan organisasi untuk menyederhanakan operasional, menekan biaya, dan memperkuat fondasi perusahaan untuk masa depan. Mereka juga menyebut keputusan ini dipengaruhi oleh hasil evaluasi terbaru terhadap portofolio proyek yang sedang dijalankan.
Sebagai bagian dari proses tersebut, Ubisoft mengkonfirmasi penutupan dua studio mereka, yang berlokasi di Winnipeg dan Belgrade. Selain itu, perusahaan juga memulai proses konsultasi terkait restrukturisasi studio di Barcelona, yang ke depannya akan lebih difokuskan pada aktivitas pengembangan yang berkaitan dengan Rainbow Six.
Perubahan tidak hanya terjadi di divisi produksi, perusahaan itu juga melakukan penyesuaian pada organisasi publishing global mereka untuk mengubah cara tim disusun dan didistribusikan. Berdasarkan perkiraan saat ini, hingga 380 karyawan berpotensi terdampak oleh rangkaian perubahan tersebut, meski angka final masih bergantung pada hasil restrukturisasi yang sedang berlangsung.
Menurut informasi yang diperoleh Insider Gaming, rincian sementara dari restrukturisasi ini mencakup sekitar 65 karyawan yang terdampak di Ubisoft Winnipeg bersamaan dengan penutupan studio tersebut, sekitar 100 karyawan di studio Belgrade, 51 karyawan di Ubisoft Barcelona, serta sekitar 120 posisi yang dikurangi dari tim Rainbow Six Siege. Sementara itu, divisi publishing Ubisoft di San Francisco juga disebut mengalami PHK, meskipun jumlah pastinya belum diungkapkan kepada publik.
Restrukturisasi terbaru ini kembali perlihatkan tantangan yang sedang dihadapi Ubisoft dalam beberapa tahun terakhir. Di tengah berbagai upaya perusahaan untuk menstabilkan bisnis, menyederhanakan struktur internal, dan mengevaluasi kembali prioritas pengembangan game mereka, PHK massal semacam ini tampaknya masih akan terus terjadi perusahaan itu.
Bagaimana menurut Anda mengenai kembali adanya PHK massal di Ubisoft ini?










