Xbox Dikabarkan Rugi Ratusan Dolar untuk Setiap Console Series X|S
Laporan terbaru menyebut Microsoft rugi ratusan dolar untuk setiap Xbox Series X|S yang terjual, memperlihatkan tekanan besar akibat harga komponen.
Transformasi besar yang sedang dijalani Xbox tentunya memiliki tantangan yang besar pula, dan bisnis console tampaknya menjadi salah satu area yang menghadapi tekanan paling berat. Ketika Microsoft semakin agresif mendorong layanan seperti Game Pass, cloud gaming, dan ekspansi multiplatform, laporan terbaru memperlihatkan penjualan console mereka saat ini justru menghasilkan kerugian yang tidak sedikit.
Informasi tersebut berasal dari laporan Windows Central yang mengutip sumber internal Xbox. Menurut jurnalis Jez Corden, Microsoft saat ini disebut tidak hanya kehilangan puluhan dolar, tetapi mencapai ratusan dolar untuk setiap unit Xbox Series X|S yang berhasil dijual. Situasi ini diklaim terjadi karena perusahaan kesulitan mengamankan pasokan memory dengan harga tetap sejak awal siklus hidup console tersebut.

Kondisi pasar komponen yang berubah drastis disebut menjadi faktor utamanya. CEO Xbox, Asha Sharma, mengungkapkan bahwa harga memory telah melonjak hingga 700% dibanding saat Microsoft pertama kali menetapkan struktur harga Xbox Series X|S. Akibatnya, biaya produksi perangkat keras meningkat jauh lebih cepat dibanding kemampuan perusahaan untuk menyesuaikan harga jual kepada konsumen.
Masalah ini sebenarnya tidak hanya dirasakan Xbox. Kelangkaan dan kenaikan harga komponen juga mempengaruhi berbagai pemain besar lain di industri. Nintendo dikabarkan harus mengevaluasi kembali strategi harga untuk Switch 2, sementara Sony telah beberapa kali menyesuaikan harga PlayStation 5 di sejumlah wilayah. Bahkan Valve disebut tengah meninjau ulang strategi harga perangkat keras masa depannya, termasuk Steam Deck saat ini, karena kondisi pasar yang sama.
Laporan ini muncul hanya beberapa waktu setelah sejumlah petinggi Xbox mengakui, bahwa perusahaan sedang mengevaluasi pendekatan mereka terhadap console generasi berikutnya yang saat ini dikenal dengan nama Project Helix. Meski Microsoft telah menegaskan komitmennya untuk tetap berada di bisnis console, tekanan biaya produksi yang terus meningkat jelas menjadi tantangan besar yang harus diselesaikan.
Situasi ini juga memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai alasan Xbox belakangan semakin fokus mengembangkan ekosistem di luar console tradisional. Jika laporan tersebut akurat, maka pendapatan dari layanan digital, Game Pass, dan distribusi game lintas platform bisa menjadi semakin penting untuk menutupi kerugian yang berasal dari bisnis hardware.
Bagaimana menurut Anda? Apakah model bisnis console tradisional masih bisa bertahan di tengah melonjaknya biaya produksi seperti saat ini?










