Sony Isyaratkan PS6 Tak Akan Dijual Rugi Seperti Console Sebelumnya
Sony menegaskan PS6 tidak akan dijual dengan kerugian besar, mengisyaratkan harga console generasi baru itu berpotensi semakin mahal.
Selama bertahun-tahun, menjual console dengan harga di bawah biaya produksi sudah menjadi strategi yang dianut oleh semua pemain di industri game. Kerugian di awal penjualan hardware gaming itu dianggap sebagai investasi jangka panjang untuk membangun ekosistem pemain, yang kemudian menghasilkan keuntungan melalui penjualan game, layanan berlangganan, hingga transaksi digital. Namun, strategi yang telah bertahan selama beberapa generasi itu tampaknya mulai dipertanyakan.
Pada sesi tanya jawab bersama investor yang dilaporkan via VGC, Sony menegaskan bahwa mereka tidak berencana menjual hardware dengan kerugian yang signifikan sebagai prinsip bisnis. Pernyataan tersebut muncul ketika perusahaan itu ditanya mengenai strategi harga untuk console generasi berikutnya di tengah melonjaknya biaya komponen dan manufaktur. Meski demikian, Sony juga menegaskan bahwa mereka terus memantau kondisi pasar sebelum mengambil keputusan terkait PS6.

Presiden dan CEO Sony Interactive Entertainment, Hideaki Nishino, mengakui bahwa kenaikan biaya komponen tidak mungkin seluruhnya ditanggung perusahaan. Karena itu, Sony sebelumnya telah menaikkan harga PlayStation 5 di sejumlah wilayah di luar Jepang. Menurutnya, hingga saat ini langkah tersebut belum menunjukkan penurunan permintaan yang berarti, sehingga perusahaan tetap percaya diri dengan pendekatan penetapan harga berdasarkan nilai produksi produk yang mereka tawarkan.
Pernyataan ini tentu menarik jika dikaitkan dengan berbagai spekulasi mengenai PS6. Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah analis memperkirakan console generasi baru Sony itu bisa hadir dengan harga yang jauh lebih tinggi dibanding PS5 maupun PS5 Pro, didorong oleh kenaikan biaya GPU, CPU, memori, serta proses manufaktur semikonduktor. Walaupun Sony belum mengumumkan harga maupun jadwal peluncuran PS6, prediksi terbaru ini semakin memperkuat dugaan bahwa Sony tidak ingin lagi mengorbankan keuntungan demi mengejar jumlah pengguna di awal siklus console.
Jika strategi tersebut benar-benar diterapkan, gamer kemungkinan harus mulai bersiap menghadapi harga console yang lebih tinggi dibanding generasi sebelumnya. Di sisi lain, langkah ini juga mencerminkan perubahan kondisi industri game modern. Biaya pengembangan hardware terus meningkat, sementara investasi untuk menghadirkan pengalaman bermain generasi baru juga semakin besar. Dalam situasi seperti ini, menjaga keuntungan dari penjualan hardware tampaknya menjadi prioritas yang dipilih Sony.
Meski begitu, Sony belum memberikan rincian apa pun mengenai PS6. Perusahaan itu hanya menegaskan bahwa mereka akan terus memantau perkembangan pasar sebelum menentukan strategi harga maupun waktu peluncuran console generasi berikutnya. Dengan kata lain, keputusan final masih bisa berubah seiring perkembangan industri dalam beberapa tahun ke depan.
Bagaimana menurut Anda mengenai sikap yang diambil Sony untuk console next-gen mereka? Apakah Anda masih tetap membeli PS6 bila harganya begitu tinggi kelak?










