Penjualan Steam Deck Dikabarkan Anjlok 82% Usai Naik Harga
Analisis terbaru memperkirakan penjualan Steam Deck turun 82% setelah kenaikan harga, dengan posisinya merosot tajam di Steam Top Sellers.
Tidak bisa dipungkiri bahwa harga yang terjangkau merupakan salah satu alasan terbesar di balik kesuksesan Steam Deck sejak pertama kali diluncurkan. Perangkat ini berhasil membuka pintu bagi banyak gamer untuk masuk ke dunia handheld PC, tanpa perlu menguras isi tabungan mereka. Namun, ketika keunggulan tersebut mulai memudar, antusiasme pasar pun tampaknya ikut berubah.
Sebuah analisis terbaru dari Boiling Steam memperkirakan bahwa penjualan Steam Deck telah merosot hingga 82% setelah Valve menaikkan harga perangkat tersebut beberapa waktu lalu. Estimasi ini bukan berasal dari angka penjualan resmi, melainkan analisis terhadap posisi perangkat itu di daftar Steam Top Sellers, di mana perangkat tersebut turun dari peringkat 5 menjadi 14 setelah kembali dijual dengan harga baru.

Berdasarkan perhitungan tersebut, Steam Deck yang sebelumnya diperkirakan mampu terjual sekitar 11.000 hingga 18.000 unit per minggu kini hanya berada di kisaran 1.400 hingga 3.000 unit. Penurunan ini juga diikuti oleh penyusutan pendapatan sekitar 72%, meski perlu diingat bahwa seluruh angka tersebut masih bersifat estimasi dan belum dikonfirmasi langsung oleh Valve.
Fenomena ini sebenarnya tidak terlalu mengejutkan. Kenaikan harga Steam Deck sendiri memang bisa dimaklumi, akibat krisis komponen memori yang membuat hampir seluruh produsen handheld gaming ikut menaikkan harga produknya. Namun, posisi Steam Deck menjadi lebih sulit karena perangkat tersebut kini harganya mulai menyamai handheld generasi baru, yang menawarkan performa lebih tinggi.
Tentu saja, perlu diingat bahwa laporan ini masih berdasarkan analisis pihak ketiga dan bukan data penjualan resmi Valve. Meski begitu, tren yang terlihat dari peringkat Steam Top Sellers memberikan gambaran bahwa strategi kenaikan harga itu tampaknya memang berdampak langsung terhadap minat konsumen.
Bagaimana menurut Anda mengenai posisi penjualan perangkat handheld buatan Valve itu, yang kini merosot tajam? Apakah Anda berniat untuk membelinya ketika kondisi harganya sedang tinggi seperti saat ini?










