Valve Perbarui Wishlist & Gift Steam Menjadi Lebih Pintar
Valve memperbarui Steam dengan Wishlist yang lebih pintar serta sistem Gifting baru yang memudahkan pengguna.
Akibat semakin padatnya katalog Steam dengan puluhan ribu game yang ditawarkannya, menemukan judul yang ingin dimainkan justru menjadi tantangan tersendiri. Wishlist yang awalnya hanya berfungsi sebagai daftar “ingin dibeli nanti” kini perlahan berubah menjadi alat untuk mengelola koleksi, memantau demo, hingga mempermudah orang lain memberikan hadiah. Melihat perubahan tersebut, Valve akhirnya lakukan update untuk mudahkan sistem itu.
Raksasa PC gaming itu resmi menghadirkan peningkatan besar untuk Steam Wishlist sekaligus sistem game gifting. Kini, pengguna dapat membuat kategori khusus di wishlist sesuai kebutuhan, seperti “Waiting for a Sale”, “Birthday List”, atau “Recommended by Friends”.

Wishlist juga dapat difilter berdasarkan kategori tersebut, lengkap dengan opsi notifikasi yang lebih fleksibel agar pengguna hanya menerima pemberitahuan untuk kategori tertentu. Selain itu, Steam kini menampilkan label “Demo Available”, menghadirkan microtrailer saat kursor diarahkan ke game, serta memungkinkan pengguna sharing wishlist berdasarkan kategori tertentu, bukan lagi seluruh daftar.
Selain itu, Valve juga menyederhanakan proses memberikan hadiah game. Perubahan paling signifikan adalah pengguna tidak lagi harus berteman di Steam untuk mengirim hadiah. Bahkan, seseorang kini bisa membeli game melalui guest checkout tanpa memiliki akun Steam, lalu mengirimkannya langsung melalui alamat email penerima.
Ketika berikan hadiah untuk pengguna di region lain, Steam juga akan secara otomatis menghitung harga sesuai region penerima, sehingga proses gifting menjadi jauh lebih praktis dibanding sebelumnya.
Sekilas, perubahan ini mungkin terlihat sebagai update interface biasa. Namun jika dicermati lebih jauh, langkah tersebut memperlihatkan bagaimana Valve terus memperkuat Steam sebagai sebuah ekosistem, bukan sekadar toko digital.
Wishlist kini tidak lagi hanya berfungsi untuk mencatat game yang ingin dibeli, tetapi juga menjadi alat berbagi rekomendasi, mengatur prioritas pembelian, hingga mempermudah keluarga atau teman memberikan hadiah tanpa harus memahami cara kerja Steam secara mendalam.
Waktu peluncurannya pun terasa tepat. Paruh kedua 2026 dipenuhi oleh deretan game besar yang diprediksi akan membanjiri wishlist para gamer, mulai dari rilisan AAA hingga berbagai game indie yang sudah lama dinantikan. Dengan fitur baru ini, mengelola daftar game yang diincar maupun menerima hadiah dari teman menjadi aktivitas yang jauh lebih sederhana.
Bagaimana menurut Anda mengenai pembaruan wishlist dan sistem gifting ini?










