Harga DDR5 Kembali Cetak Rekor, Hampir 5 Kali Lipat Dibanding 2025
Harga RAM DDR5 kembali mencetak rekor baru pada Agustus 2026, dengan indeks harga mencapai 486% akibat krisis memori dan permintaan AI.
Kenaikan harga RAM yang seakan tanpa henti kini kembali menyentuh rekor baru. Memasuki akhir Agustus 2026, komponen yang selama ini dianggap sebagai bagian relatif murah dari sebuah PC justru menjadi salah satu penghambat terbesar bagi gamer yang ingin merakit atau meng-upgrade komputer. Data terbaru menunjukkan kenaikan harga DDR5 bahkan sudah mencapai level yang sulit dijangkau untuk mayoritas gamer.
Menurut laporan GameRant, indeks harga ritel DDR5 pada Agustus 2026 telah mencapai 486 persen dari Juli 2025, naik dari 445 persen pada Juli 2026. Artinya secara indeks, harga DDR5 kini hampir lima kali lipat dibandingkan titik acuan pada tahun lalu. Kenaikan ini terjadi karena pasar RAM masih menghadapi keterbatasan pasokan, sehingga konsumen harus membayar jauh lebih mahal karena terjadinya kelangkaan pasokan.

Dampaknya sendiri sudah mulai terlihat pada berbagai segmen PC. Harga kit DDR5 berkapasitas besar bahkan sudah mencapai ribuan dolar, dengan data dari Tom’s Hardware menunjukkan kit 128GB DDR5 pernah menyentuh US$3.399 pada Agustus. Situasi ini membuat kapasitas RAM yang sebelumnya mudah ditingkatkan menjadi pertimbangan serius dalam menentukan anggaran PC, terutama bagi gamer yang membutuhkan 32GB atau lebih untuk penggunaan jangka panjang.
Masalahnya bukan sekadar permintaan konsumen PC yang meningkat. Ledakan pembangunan pusat data AI membuat produsen memori mengalokasikan kapasitas produksi lebih besar untuk HBM dan DRAM server yang memiliki nilai jual lebih tinggi. IDC sebelumnya memperkirakan pertumbuhan pasokan DRAM pada 2026 hanya sekitar 16 persen secara tahunan, sementara permintaan dari infrastruktur AI terus menguras kapasitas yang tersedia untuk perangkat konsumen.
Kondisi ini juga mulai mengubah cara produsen PC Gaming menentukan spesifikasi dan harga. Sistem gaming dengan RAM 16GB semakin sering dipertahankan untuk menekan biaya, sementara harga PC rakitan dan prebuilt ikut terdorong naik karena memori merupakan komponen yang tidak bisa begitu saja dihilangkan.
Bahkan produsen memori terkemuka seperti SK-Hynix sempat memperingatkan bahwa kekurangan memori berpotensi memburuk pada 2027 dan berlanjut hingga 2028, sehingga gamer tidak bisa terlalu berharap harga segera kembali ke level lama. Dengan demikian, kenaikan harga RAM kali ini bukan lagi sekadar masalah satu komponen, melainkan mulai mempengaruhi batas harga yang masuk akal untuk sebuah PC gaming.
Bagaimana menurut Anda? Apakah Anda masih berani lakukan upgrade PC gaming dengan memory DDR5 baru saat ini?










