Valve Buka Pre-order Steam Frame & Umumkan Harga Resminya
Setelah sekian lama dinantikan, Valve akhirnya buka reservasi pre-order Steam Frame, lengkap dengan pengungkapan harganya yang sesuai prediksi.
Misteri harga untuk perangkat VR terbaru Valve, Steam Frame, akhirnya terkuak sudah. Setelah informasi yang beredar hanya terbatas pada rumor dan prediksi, kini perusahaan gaming itu secara resmi membuka pendaftaran untuk membeli Steam Frame, sekaligus mengungkap harga resmi headset VR yang sebelumnya masih menjadi tanda tanya.
Melalui pengumuman via media sosial dan situs resminya, perangkat ini dibanderol mulai US$1.059 atau sekitar Rp17 jutaan sebelum pajak dan biaya lain, membuatnya berada di kelas premium sejak awal. Namun, Valve mencoba memberi nilai tambah dengan menyertakan Half-Life: Alyx dalam setiap pembelian. Sayangnya sekali lagi, Indonesia tidak termasuk ke dalam cakupan pre-order itu.

Steam Frame nantinya akan tersedia dalam dua pilihan penyimpanan, yakni 256GB seharga US$1.059 dan 1TB seharga US$1.299. Keduanya sudah termasuk sepasang Steam Frame Controller dan adaptor nirkabel 6GHz untuk menghubungkan headset ke PC.
Sistem pembeliannya juga tidak menggunakan preorder biasa. Calon pembeli harus masuk daftar reservasi, kemudian Valve akan memilih pengguna yang mendapat kesempatan membeli, mirip seperti Steam Engine beberapa waktu lalu. Pendaftaran berlangsung hingga 17 September, sementara email pembelian pertama dijadwalkan dikirim pada 18 September.
Harga Steam Frame yang tinggi juga menunjukkan bahwa Valve harus berhadapan dengan kondisi pasar hardware yang kurang ideal. Perusahaan itu sebelumnya berharap perangkat ini bisa berada di bawah harga Valve Index yang dibanderol US$999, tetapi kenaikan harga RAM dan penyimpanan membuat target tersebut sulit dipertahankan. Pada akhirnya, Steam Frame justru meluncur sedikit di atas pendahulunya, sementara pasar VR konsumen sendiri sedang menghadapi penurunan pengiriman perangkat VR secara global.
Menariknya, Steam Frame sendiri memang tidak diposisikan hanya sebagai headset VR, melainkan sebagai cara baru mengakses seluruh ekosistem Steam dalam perangkat yang bisa digunakan tanpa PC maupun melalui streaming. Pendekatan tersebut membuat harganya lebih mudah dipahami dari perspektif perusahaan itu, tetapi belum tentu mudah diterima konsumen yang bisa mendapatkan headset VR lain dengan harga jauh lebih rendah.
Bagaimana menurut Anda mengenai harga yang diminta untuk Steam Frame? Apakah Anda tertarik untuk memilikinya bila nantinya bisa dibeli di Indonesia?










