HKC Rilis Tianqi 43H180C, Monitor Ultrawide 43.8 Inci 4K 24:9 Pertama di Dunia
HKC hadirkan monitor ultrawide 4K 43,8 inci dengan aspect ratio 24:9 yang disebut pertama di dunia. Bisakah monitor ini memainkan game Triple A?
Kelebihan terbesar monitor ultrawide dibandingkan monitor biasa tentunya adalah bidang pandang yang lebih luas, tetapi HKC membawa konsep ini ke level yang jauh lebih ekstrem. Tidak hanya berikan ukuran layar yang besar, monitor terbaru HKC bernama Tianqi 43H180C juga menawarkan aspect ratio 24:9, menjadikannya yang pertama di dunia, tidak seperti ultrawide lain yang berikan rasio 32:9.
Dilansir dari laporan via IT Home, HKC Tianqi 43H180C hadir dengan layar 43,8 inci dengan rasio 24:9, ditambah resolusi 5760×2160, sekaligus menawarkan refresh rate hingga 180Hz. Kombinasi tersebut membuatnya menarik untuk gaming, karena pemain mendapatkan bidang pandang horizontal yang sangat luas tanpa kehilangan tinggi gambar, seperti yang biasa ditemui pada monitor super ultrawide 32:9 beresolusi rendah.
Bisakah monitor HKC ini digunakan untuk bermain game? Untuk game AAA, daya tarik utamanya ada pada resolusi yang sangat tinggi dan area pandang yang lebar. Namun dengan adanya 11,8 juta pixel yang harus dirender setiap framenya, game seperti Cyberpunk 2077, Alan Wake 2, atau Black Myth: Wukong akan memberikan beban yang jauh lebih berat dibandingkan 4K standar.
Bahkan menurut prediksi teknikal, GPU kelas atas harus bekerja ekstra keras jika pemain ingin mempertahankan frame rate tinggi sambil mengaktifkan ray tracing. Artinya, refresh rate 180Hz memang menjadi kemampuan maksimum panel, tetapi untuk game AAA berat, mencapai angka tersebut secara native bukan target yang realistis.
Terlepas dari itu, resolusi 5760×2160 ternyata bisa menjadi kombinasi menarik untuk game AAA yang mendukung ultrawide dengan baik. Dunia permainan terlihat lebih luas di sisi kiri dan kanan, sementara tambahan resolusi vertikal membuat gambar tidak terasa terlalu pendek.
Pada game yang kompatibel, format ini berpotensi memberikan pengalaman lebih imersif dibandingkan 4K 16:9, terutama untuk genre open world, racing, simulator, dan FPS. Namun, pemain harus siap menurunkan beberapa pengaturan grafis atau memanfaatkan teknologi upscaling seperti DLSS maupun FSR jika ingin mendapatkan refresh rate tinggi.
Situasinya berbeda ketika monitor ini digunakan untuk game kompetitif. Game seperti Counter-Strike 2, Valorant, Overwatch 2, atau Apex Legends jauh lebih memungkinkan memanfaatkan refresh rate 180Hz karena beban grafisnya dapat dibuat lebih ringan dibandingkan game AAA.
Masalahnya, menjalankan game kompetitif pada resolusi 4K tetap membutuhkan GPU yang lebih kuat daripada resolusi 1440p atau 1080p. Pemain kompetitif juga belum tentu mendapatkan keuntungan langsung dari bidang pandang ekstra, karena beberapa game membatasi field of view bahkan sampai membuat objek target terlihat lebih kecil di layar yang sangat lebar.
Keberadaan rasio 24:9 juga menghadirkan kompromi tersendiri untuk esports. Layar selebar 43,8 inci memang bisa membuat lingkungan permainan terasa lebih luas, tetapi mata harus bergerak lebih jauh untuk memantau sisi kiri dan kanan. Pada game FPS kompetitif, informasi yang terlalu tersebar justru dapat membuat pemain lebih sulit bereaksi cepat dibandingkan monitor 16:9.
Dengan demikian, monitor ini bukan produk yang otomatis ideal untuk semua gamer, melainkan perangkat yang ditujukan bagi pengguna PC kelas atas yang menginginkan satu layar super lebar untuk pengalaman sinematik ketika bermain game, sekaligus didukung refresh rate tinggi.
Bagaimana menurut Anda mengenai monitor ultrawide yang menarik dari HKC ini? Apakah Anda merasa monitor super lebar seperti ini mampu berikan keuntungan ketika bermain game?










