Razer Hadirkan Mako Gaming Speaker nan Mungil Tapi Kuat
Razer Mako kembali hadir dengan speaker gaming 2.1 berukuran mungil berkekuatan besar, dengan virtual 7.1 dan Chroma RGB.
Setelah hampir dua dekade lamanya menghilang bak ditelan Bumi, nama Mako kembali dibangkitkan oleh Razer dengan pendekatan yang lebih modern. Speaker desktop baru nan mungil itu menggabungkan desain ringkas, dukungan virtual 7.1 surround sound, konektivitas USB-C, Bluetooth 5.3, dan tentu saja Chroma RGB. Menariknya, Razer tidak hanya membuat satu model, tetapi menyiapkan Mako dan Mako X untuk pengguna dengan kebutuhan ruang yang berbeda.
Model Razer Mako menjadi varian utama dengan konfigurasi speaker 2.1 yang terdiri dari dua driver full-range 2,75 inci dan sebuah subwoofer 3,5 inci yang menghadap ke depan. Sistem ini menghasilkan daya 40W RMS dan 60W peak dengan respons frekuensi hingga 45 Hz. Bentuk speaker dibuat miring agar suara diarahkan langsung ke posisi telinga pengguna, sementara virtual 7.1 dirancang untuk memperlebar soundstage ketika digunakan bermain game, menonton film, maupun mendengarkan musik.

Bagian RGB-nya juga dibuat berbeda dari sekadar lampu di bodi speaker. Mako menggunakan Rear-Projection Razer Chroma RGB untuk memproyeksikan cahaya ke dinding di belakang meja, dengan dukungan hingga 16,8 juta warna dan efek yang dapat disinkronkan dengan lebih dari 300 game yang kompatibel dengan Chroma. Dari sisi koneksi, satu kabel USB-C dipercaya untuk menangani daya listrik dan audio, sementara Bluetooth 5.3 serta jack 3,5 mm juga tersedia sebagai alternatif.
Bagi pengguna yang tidak membutuhkan subwoofer terpisah, Razer menyiapkan Mako X dengan konfigurasi speaker 2.0. Pada model itu, dua driver full-range 2,75 inci dipadukan dengan passive radiator di dalam masing-masing speaker untuk memperkuat respons frekuensi rendahnya. Output-nya disebut mencapai 30W RMS dan 45W peak dengan respons hingga 60 Hz. Desainnya juga lebih sederhana, menggunakan 10-zone Chroma RGB underglow yang memberikan cahaya dari bagian bawah speaker.

Mako X juga dirancang agar lebih fleksibel untuk meja dengan ruang terbatas. Speaker dapat menggunakan USB-C untuk audio sekaligus daya hingga 15W, sedangkan koneksi ke sumber daya USB-C yang lebih tinggi memungkinkan output maksimal 30W RMS. Bluetooth 5.3 dan jack 3,5 mm tetap tersedia, sehingga pengguna tidak harus selalu terhubung melalui via USB ke PC. Razer bahkan menyediakan virtual 7.1 untuk memperluas persepsi posisi suara ketika bermain game.
Kembalinya Mako juga membawa konteks sejarah yang cukup menarik. Razer pertama kali meluncurkan Mako pada 2008 melalui kolaborasi dengan THX, menggunakan desain 2.1 yang pada masanya ditujukan sebagai speaker desktop premium. Setelah produk tersebut dihentikan, Razer mengatakan masih mendapatkan permintaan dari komunitas untuk menghidupkannya kembali. Kini dengan tim THX yang berada di bawah Razer, Mako kembali hadir dengan teknologi audio dan pencahayaan yang lebih modern.

Untuk rencana peluncurannya, Mako X akan tersedia mulai 6 Oktober 2026 dengan harga US$109,99 sedangkan Mako dengan subwoofer menyusul pada Desember 2026 dengan harga US$159,99 di kawasan yang mencantumkan harga tersebut.
Bagaimana menurut Anda akan kembalinya speaker Razer Mako ke atas meja gamer? Apakah Anda sempat memiliki speaker itu ketika ia dirilis pada 2008 lalu?








