Xbox Helix Diklaim 40% Lebih Kuat dari PS6 via Bocoran Baru

Reading time:
September 25, 2026
Bocoran baru terkait console next-gen mengklaim Xbox Helix punya kekuatan lebih baik dibanding PS6, serta kemungkinan harga console lebih mahal.

Perang console generasi berikutnya mulai memasuki fase yang membandingkan performa, meski semuanya masih berada di ranah rumor dan bocoran. Seperti halnya bocoran terbaru dari leaker hardware KeplerL2, yang mengklaim chip untuk PlayStation 6 dan Xbox Project Helix telah mencapai tahap tape-out, dengan Xbox Helix disebut mampu hasilkan kekuatan lebih baik dibandingkan PS6.

Menurut bocoran tersebut, chip untuk Xbox Helix disebut mampu mencapai sekitar 56 TFLOPS, sementara PS6 berada di kisaran 40 TFLOPS. Jadi kasarnya, kekuatan potensial dari kedua chip itu mencapai selisih perbedaan kemampuan komputasi hingga sekitar 40 persen, membuat Xbox Helix punya kekuatan lebih besar dalam menghasilkan game lebih kompleks dibandingkan PS6.

PlayStation 6 ps5 pro sony xbox helix

Istilah tape-out sendiri cukup penting di sini, karena menandakan desain chip telah dikirim untuk proses manufaktur dan memasuki tahap pengujian silikon. Namun, semua ini belum berarti spesifikasi console final sudah bisa dipastikan. Pasalnya Sony maupun Microsoft masih belum mengumumkan spesifikasi lengkap PS6 atau Xbox Helix, sehingga angka 40 dan 56 TFLOPS tersebut tetap berstatus bocoran. Laporan lain juga mengaitkan kedua console dengan arsitektur CPU Zen 6 dan GPU RDNA 5, tetapi informasi tersebut juga belum dikonfirmasi secara resmi.

Namun, angka ini tidak bisa diterjemahkan begitu saja menjadi performa game yang dihasilkan menjadi 40 persen lebih tinggi. TFLOPS hanya menggambarkan kemampuan komputasi teoritis GPU, sedangkan performa nyata juga dipengaruhi oleh bandwidth memori, desain cache, kemampuan ray tracing, kecepatan clock, CPU, hingga optimalisasi game engine. Bahkan Xbox Series X yang memiliki keunggulan TFLOPS di atas PS5 tidak selalu menghasilkan perbedaan performa sebesar itu dalam game multiplatform.

Bocoran tersebut juga menggambarkan pendekatan hardware yang cukup berbeda. Xbox Helix disebut menggunakan desain chiplet, dengan SoC berukuran sekitar 144 mm² dan GPU terpisah sekitar 264 mm², serta memiliki NPU khusus dengan kemampuan hingga 110 TOPS.

PS6 di sisi lain dikabarkan menggunakan desain monolithic sekitar 280 mm² dan mengintegrasikan proses neural ke dalam GPU. Detail memori juga belum pasti, meski rumor sebelumnya menyebut PS6 menggunakan 30 GB GDDR7 dengan bus 160-bit, sedangkan Helix diperkirakan membawa bus 192-bit.

Elemen lain yang tidak kalah menarik adalah prediksi estimasi biayanya. Menurut laporan yang mengutip informasi KeplerL2, estimasi biaya komponen PS6 disebut meningkat sekitar 26 persen hanya dalam beberapa bulan akibat kenaikan harga memori. Untuk Helix, estimasi biaya komponen bahkan disebut berada di sekitar US$900, sementara perkiraan harga ritel berkisar dari US$999 hingga US$1200. Semua angka tersebut masih berupa estimasi dan belum merupakan harga resmi dari Microsoft.

Kenaikan biaya memori menjadi faktor penting karena console generasi berikutnya akan meminta kapasitas dan bandwidth yang lebih tinggi untuk menjalankan game yang semakin berat. Bahkan Sony telah mengakui bahwa harga memori diperkirakan tetap tinggi hingga tahun fiskal 2027.

Bagi Microsoft, persoalannya menjadi lebih kompleks karena Helix disebut akan menggunakan ekosistem yang lebih terbuka, termasuk dukungan terhadap toko digital pihak ketiga. Jika sebagian transaksi game berlangsung melalui platform lain, Microsoft akan memiliki kesempatan untuk subsidi harga perangkat melalui pendapatan software, dan mengurangi harga jualnya.

Bagaimana menurut Anda? Apakah Anda lebih tertarik melihat seberapa jauh performanya, atau justru ingin mengetahui berapa harga console generasi berikutnya ini saat akhirnya diluncurkan?

Load Comments

JP on Facebook


PC Games

November 4, 2025 - 0

Review Trails in the Sky 1st Chapter: Remake Terindah Untuk Game JRPG Klasik

Trails in the Sky 1st Chapter menjadi remake yang teramat…
June 21, 2025 - 0

Review Clair Obscur Expedition 33: RPG Turn-Based nan Indah, Seru, & Memilukan

Clair Obscur: Expedition 33 menjadi bukti akan pentingnya passion dan…
June 19, 2025 - 0

Review Monster Hunter Wilds: Keindahan Maksimal di Tengah Derasnya Adrenalin

Monster Hunter Wilds berhasil gabungkan beragam elemen terbaik dari seri…
November 29, 2024 - 0

Palworld Dan Terraria Crossover Event Akan Hadir Pada 2025

Palworld dan Terraria umumkan event crossover yang akan digelar pada…

PlayStation

September 22, 2026 - 0

Review Dune Awakening: Selamat Datang di Arrakis! Planet Paling Berharga di Semesta Dune!

Selamat datang di Arrakis! Sebuah planet yang hampir seluruh permukaannya…
November 4, 2025 - 0

Review Trails in the Sky 1st Chapter: Remake Terindah Untuk Game JRPG Klasik

Trails in the Sky 1st Chapter menjadi remake yang teramat…
June 21, 2025 - 0

Review Clair Obscur Expedition 33: RPG Turn-Based nan Indah, Seru, & Memilukan

Clair Obscur: Expedition 33 menjadi bukti akan pentingnya passion dan…
June 19, 2025 - 0

Review Monster Hunter Wilds: Keindahan Maksimal di Tengah Derasnya Adrenalin

Monster Hunter Wilds berhasil gabungkan beragam elemen terbaik dari seri…

Nintendo

November 4, 2025 - 0

Review Trails in the Sky 1st Chapter: Remake Terindah Untuk Game JRPG Klasik

Trails in the Sky 1st Chapter menjadi remake yang teramat…
June 30, 2025 - 0

Review Nintendo Switch 2: Upgrade Terbaik Untuk Console Terlaris Nintendo

Nintendo Switch 2 merupakan upgrade positif yang telah lama ditunggu…
July 28, 2023 - 0

Review Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Tak Sesempurna yang Dibicarakan!

Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang tak sesempurna yang dibicarakan…
May 19, 2023 - 0

Preview Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Kian Menggila dengan Logika!

Apa yang ditawarkan oleh Legend of Zelda: Tears of the…