Keychron Berikan Nuansa Alam Pada Keyboard Gaming K8 HE
Keychron tampilkan keyboard gaming K8 HE dengan desain yang tidak biasa, berkat digunakannya bahan kayu walnut untuk badannya.
Tren futuristik memang sering kali dipilih oleh produsen perangkat gaming, karena dianggap dekat dengan estetika yang disukai gamer. Namun, terkadang ada pula produsen periferal yang ingin tampil beda, dengan memilih gunakan tema alam seperti yang dilakukan oleh Keychron, ketika merilis keyboard gaming K8 HE All-Wood Special Edition, versi terbaru dari keyboard gaming magnetik K8 HE yang menggunakan bodi kayu walnut alami.
Keyboard bertema alam yang menarik ini telah mulai dijual langsung di situs resminya, dengan membanderol harga US$199,99. Keyboard TKL ini mempertahankan fitur gaming yang diadopsi K8 HE sebelumnya, seperti adjustable actuation dan Rapid Trigger, begitu juga dengan switch berbasis magnetik yang menjadi kelebihannya.

Secara desain, bagian frame dan bottom case dari K8 HE All-Wood dibuat dari kayu walnut, kemudian dipadukan dengan panel samping aluminium CNC berwarna cokelat serta aluminium plate di bagian dalam. Keychron juga menggunakan keycap PBT double-shot profil OSA berwarna cokelat tua yang tidak tembus cahaya. Karena menggunakan kayu alami, setiap unit memiliki pola serat yang berbeda sehingga tidak ada dua keyboard yang benar-benar identik.
Terlepas dari tampilan unik tersebut, K8 HE All-Wood tetap mengandalkan Gateron Double-Rail Magnetic Nebula Switch dengan sensor magnetik. Titik actuation setiap tombol dapat diatur dari 0,2 mm hingga 3,8 mm dengan interval 0,1 mm, sehingga pengguna dapat menentukan seberapa dalam tombol harus ditekan sebelum input terdeteksi. Fitur Rapid Trigger juga tersedia untuk membuat tombol dapat kembali aktif dengan gerakan yang sangat pendek.
Keychron juga tak lupa sertakan sejumlah fitur yang lebih relevan untuk gaming kompetitif, seperti Dynamic Keystrokes hingga empat aksi dalam satu tekanan, Last Key Priority, Snap Click, serta mode analog yang dapat mendeteksi seberapa jauh sebuah tombol ditekan. Mode ini dapat digunakan pada game balapan untuk berikan sensasi menekan gas ala tombol trigger di controller.

Untuk konektivitas, keyboard ini menyediakan tiga opsi melalui wireless 2,4 GHz, Bluetooth 5.2, dan USB-C. Mode nirkabel 2,4 GHz serta kabel USB-C mendukung polling rate hingga 1.000 Hz, sedangkan Bluetooth berjalan pada 125 Hz.
Untuk urusan ketahanan baterai, keberadaan baterai 4.000 mAh di sana diklaim mampu bertahan hingga 110 jam ketika RGB dimatikan. Keychron juga membekali K8 HE dengan firmware QMK dan konfigurasi melalui aplikasi berbasis browser via Keychron Launcher.
Menariknya, pendekatan bernuansa kayu ini bukan sekadar mengganti tampilan belaka, karena bobotnya menjadi lebih ringan meski bagian dalamnya tetap menggunakan lapisan peredam berupa EVA foam, EPDM foam, dan PET film untuk membantu meredam suara ketika mengetik.
Sayangnya, penggunaan switch magnetik membuatnya hanya kompatibel dengan switch pengganti double-rail magnetik yang hanya dijual Keychron, sehingga fleksibilitas hotswap-nya lebih terbatas dibanding keyboard mekanik yang mendukung berbagai switch pihak ketiga.
Bagaimana menurut Anda mengenai hadirnya keyboard unik berbalut kayu dari Keychron ini? Apakah Anda menyukai periferal game yang tidak bertema futuristik?









