Nagoshi Studio Resmi Bubar & GANG OF DRAGON Nasibnya Tak Pasti
Nagoshi Studio akhirnya dipastikan resmi bubar setelah NetEase menghentikan total pendanaan, membuat nasib GANG OF DRAGON tidak pasti.
Industri game Jepang kembali kehilangan salah satu studio yang dibangun oleh tokoh veteran berpengalaman. Nagoshi Studio, developer yang didirikan oleh kreator franchise Yakuza, Toshihiro Nagoshi, resmi dibubarkan setelah dukungan finansial dari NetEase Games dihentikan. Nasib game debut mereka pun kini semakin tidak pasti.
Kabar pembubaran ini terungkap melalui pengumuman dalam surat kabar nasional Jepang (Kanpo) yang diterbitkan pada 2 November 2026. Berdasarkan laporan tersebut, Nagoshi Studio resmi dibubarkan melalui keputusan rapat pemegang saham pada 31 Oktober 2026.

Studio itu didirikan pada November 2021 setelah Nagoshi meninggalkan SEGA, dan studio ini mendapat dukungan finansial dari NetEase Games. Nagoshi sebelumnya dikenal sebagai sosok penting di balik Yakuza, Daytona USA, Super Monkey Ball, hingga Judgment. Studio tersebut dibentuk untuk mengembangkan game baru dengan ambisi menjangkau pasar global.
Proyek utama dan perdana studio ini adalah GANG OF DRAGON, game action-adventure yang pertama kali diperkenalkan di The Game Awards 2025. Mengambil latar kawasan Kabukicho di Shinjuku, Tokyo, game ini menghadirkan aktor Ma Dong-seok sebagai Shin Ji-seong, karakter utama yang terlibat dalam dunia kriminal Jepang.
Masalah mulai muncul pada Maret 2026 ketika Bloomberg melaporkan bahwa NetEase akan menghentikan pendanaan mulai Mei. Keputusan tersebut diambil setelah proyek GANG OF DRAGON dilaporkan membutuhkan tambahan dana sekitar 7 miliar yen atau US$44,4 juta untuk menyelesaikan pengembangannya.

NetEase sebenarnya dikabarkan membuka peluang bagi Nagoshi Studio untuk melanjutkan proyek secara independen. Namun, studio tersebut harus memenuhi persyaratan tertentu jika ingin mempertahankan aset pengembangan dan branding yang sudah dibuat. Toshihiro Nagoshi juga sempat dilaporkan mencari investor baru, tetapi tampaknya belum berhasil mendapatkan dukungan yang dibutuhkan.
Sebelum pembubaran resmi ini, tanda-tanda masalah sebenarnya sudah terlihat. Situs resmi studio tidak lagi dapat diakses, kanal YouTube menghilang, dan sejumlah anggota penting tim pengembang dilaporkan telah meninggalkan perusahaan. Aktivitas media sosial mereka juga berhenti diperbarui sejak awal 2026.
Meski studionya sudah resmi bubar, GANG OF DRAGON belum diumumkan batal secara resmi. Halaman Steam game tersebut masih tersedia, tetapi belum ada kepastian mengenai kelanjutan pengembangan maupun kemungkinan proyek ini diambil alih oleh publisher lain.
Kejadian ini juga memperlihatkan risiko ketergantungan studio independen terhadap satu sumber pendanaan besar. Tanpa investor pengganti, proyek ambisius yang membutuhkan biaya pengembangan tinggi bisa kehilangan masa depan, bahkan ketika dipimpin oleh kreator berpengalaman sekalipun.
Menurut Anda, apakah GANG OF DRAGON masih memiliki peluang untuk diselamatkan oleh publisher lain?









