By

August 26, 2013   ·  

unitology-church

Agama memang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sosial masyarakat dunia. Lewat ajaran dan bimbingan yang ia tawarkan lewat serangkaian perumpaan dan kisah hidup, agama menjadi pedoman moral yang kemudian merasuk ke dalam serangkaian aspek kehidupan. Memeluk kepercayaan dan menjalani hidup sesuai dengan ajaran yang ada menjadi salah satu hak asasi paling esensial dan tidak tergantikan. Dengan populasi lebih dari 7.2 miliar manusia lebih yang tersebar di semua daratan benua, agama tampil dalam beragam bentuk, dari sistem kepercayaan lokal yang mungkin terdengar asing, hingga yang terorganisir rapi dengan jumlah pengikut miliaran di seluruh dunia. Satu yang pasti, ia juga tidak bisa dilepaskan dari industri game.

Untuk merepresentasikan kondisi dunia yang lebih “nyata”, terutama dari segi konflik dan kehidupan sosial masyarakat di dalamnya, agama juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari video game, terutama mereka yang memang kuat di cerita. Namun alih-alih dilihat sebagai sesuatu yang suci, agama justru lebih sering diposisikan sebagai sebuah dogma tidak masuk akal yang mendorong beragam konflik, memutar roda plot, bahkan menjadi tokoh antagonis utama. Sebagai sebuah elemen yang fiktif, developer tentu memiliki kebebasan yang hampir absolut untuk menyalurkan kreativitas mereka dan menciptakan “agama” yang dianggap paling tepat untuk masuk ke dalam cerita video game. Beberapa bahkan memuat elemen kompleksitas yang pantas mendapat acungan jempol.

Lantas, dari semua agama fiktif yang tersebar luas di industri game, apa saja 10 agama fiktif video game yang menurut kami, paling keren?

10. Chantry (Dragon Age)

the maker

Dari semua agama dan ras yang tersebar di semesta Dragon Age, Chantry menjadi agama yang paling populer. Ditulis dan disebarkan oleh Andraste – yang dipercaya merupakan nabi dari Sang Pencipta – Maker, filosofi yang dianut oleh Chantry sebenarnya tidak banyak berbeda dengan sebagian agama di dunia nyata saat ini. Tujuan agama ini, menyebarkan ajaran yang ia sebut sebagai “Chant of Light” ke seluruh penjuru dunia, termasuk ras bukan manusia. Satu poin yang menarik dari Chantry adalah sifatnya yang sedikit rasis. Mereka melihat ras lain seperti Elves, Dwarf, dan khususnya – Qunari sebagai ras sesat yang butuh diselematkan.

9. The Rapture Family (Bioshock)

the rapture family

Sofia Lamb dan Simon Wales menjadi dua figur utama yang melahirkan The Rapture Family – sebuah cult yang didesain untuk menjaring lebih banyak Splicer demi kepentingan mereka. Berlawanan dengan keinginan Andrew Ryan yang ingin menciptakan sebuah Rapture yang objektif dan individualistis, Rapture Family hadir sebagai reaksi yang menjadikan persatuan, kekeluargaan, dan kelahiran kembali sebagai tema utama. Tidak buruk? Tidak hingga golongan ini mulai bertambah kuat dan mulai menghabisi kepercayaan lain yang tumbuh di Rapture. Perlahan namun pasti, The Rapture Family memasuki semua sektor kehidupan Rapture.

8.  Khala (Starcraft)

khala starcraft 2

Sebuah dunia dengan teknologi super canggih, eksistensi Protoss sebagai sebuah ras sangat tergantung pada kemampuan mereka untuk berkomunikasi dan mengerti satu sama lain, tentu saja lewat kemampuan Psionic Link yang mereka miliki. Namun seiring dengan perkembangan zaman, Protoss berhadapan dengan masalah kehidupan sosial yang tengah kita hadapi sekarang ini: individualistis. Pergeseran nilai ini berpotensi menghancurkan struktur Protoss yang tentu saja berpengaruh pada kemampuan mereka untuk saling berempati lewat Psionic Link. Khala menjadi solusi untuk menciptakan kembali hubungan yang terlupakan ini.

7. Brotherhood of Nod (Command & Conquer)

brotherhood of nod

Nod? Sebagian besar dari Anda yang familiar dengan nama Nod mungkin langsung mengasosiasikannya dengan kekuatan militer terbesar di Command and Conquer. Namun faktanya, Brotherhood of Nod pada awalnya adalah organisasi berbasis agama yang memuja Kane sebagai tokoh sentral. Mempercayai Kane sebagai nabi abadi yang akan membawa manusia melalui proses evolusi selanjutnya, Nod juga menitikberatkan Tiberium tidak hanya sebagai sumber daya utama, tetapi juga katalis yang memungkinkan proses tersebut berjalan. Oleh karena itu tuntutan untuk menguasai distribusi dan sumber Tiberium menjadi sesuatu yang tidak bisa lagi dikompromi. Perlahan namun pasti, Nod tumbuh menjadi negara politik dan militer yang ditakuti.

Pages: 1 2 3

Related Articles:

Tags: , , , , , , , , , , ,

Comments


Readers Comments ()