Review Assassin’s Creed Revelations: Penutup Legenda Altair dan Ezio

Reading time:
November 24, 2011
Assassin Creed Revelations 1

Gamer mana yang tidak mengenal Assassin’s Creed saat ini? Walaupun terhitung sebagai pendatang baru di industri game, franchise yang lahir dari tangan dingin Ubisoft Montreal ini berhasil menyejajarkan diri dengan beragam game berkualitas yang sudah eksis lama. Kemampuannya untuk membangun plot epik dari kejadian historis dan memutarbalikkannya, serta menampilkan atmosfer yang tepat lewat desain karakter dan setting memang patut diacungi jempol. Keunikan inilah yang membuat kualitas Assassin’s Creed berada dalam level yang tinggi.

Assassin’s Creed sendiri sudah dirilis dalam tiga seri game dengan dua karakter utama ikonik yang menjadi bagian darinya. Pada awalnya, Assasssin Creed menceritakan sosok Altair yang menjadi anggota dari guild Assassin pertama yang berkembang di Timur Tengah. Beragam misteri yang menyelimuti masa lalu Desmond terbongkar lewat “penjelajahan waktu” Animus ini. Lewat Assassin Creed 2 dan Brotherhood, Desmond perlahan menemukan takdir dan tanggung jawab besar yang dibebankan padanya lewat siklus kehidupan sang leluhur – Ezio Auditore de Firenze. Namun misteri tak lantas berhenti dan terjawab begitu saja. Desmond dan Ezio justru semakin terlibat dalam hal yang tak mereka pahami.

Assassin Creed Revelations 17

Assassin’s Creed: Revelations, seri terbaru dari franchise ini, memang dihadirkan Ubisoft sebagai seri yang berbeda. Selain mengemas petualangan Ezio dan Altair dalam satu game, Revelations juga akan membawa petualangan ke sebuah dunia baru, Constantinople – Turki yang eksotis. Beragam aksi, musuh, hingga fitur yang baru sudah pasti akan dihadirkan di dalamnya. Tidak hanya itu, Ubisoft sendiri bahkan sudah mengkonfirmasikan bahwa Revelations akan menjadi akhir dari aksi petualangan sang master Assassin, Ezio, yang memang semakin menua. Akankah seri ini membawa jawaban akan beragam misteri yang ada atau justru akan menguburnya semakin dalam?

Bagi Anda yang sudah menyimak preview kami sebelumnya, Anda tentu sudah punya sedikit gambaran tentang apa yang ditawarkan oleh game yang satu ini. Visualisasi yang ditampilkan AC: Revelations memang tidak jauh berbeda seri Brotherhood yang dirilis satu tahun silam karena penggunaan engine grafis yang sama. Walaupun demikian, beragam details yang dibutuhkan untuk membangun atmosfer permainan yang tepat harus diakui berhasil dihadirkan. Lantas, bagaimana dengan aspek lain di dalam AC: Revelations? Pantaskah game yang satu ini menyita waktu Anda? Simak review kami.

Plot

Sebelum Anda dapat memahami plot yang berkembang di AC: Revelations, sangat disarankan bagi Anda untuk menyelesaikan seri sebelumnya – AC: Brotherhood terlebih dahulu. Mengapa? Karena pada dasarnya kedua game ini mengusung satu timeline yang sama dan berkesinambungan. Plot yang dibangun di Revelations sendiri dimulai pada saat Brotherhood berakhir, baik dari sisi Ezio maupun Desmond Miles.

Bagi Anda yang berhasil memainkan Brotherhood hingga akhir, Anda tentu terkejut dengan ending yang dihadirkannya. Desmond yang berhasil menyusuri jejak Ezio di masa lalu akhirnya berhasil menemukan salah satu artifak paling berharga – Apple of Eden yang akan menjadi kunci kemenangan Assassin melawan para templar. Namun artifak ini justru membawa Desmond pada misteri yang lebih besar. Ia bertemu dengan Juno, salah satu makhluk dari peradaban pertama, yang untuk kesekian kalinya meramalkan kehancuran dunia kian dekat di depan mata. Desmond sebagai keturunan peradaban ini menjadi satu-satunya tumpuan untuk mencegah terjadinya “kiamat” yang mengancam bumi. Penemuan Desmond akan takdir dan tanggung jawabnya yang besar ini ternyata harus dibayar mahal. Di bawah kendali Apple of Eden, Desmond membunuh Lucy –salah satu companion nya yang paling setia, dengan tangannya sendiri dan jatuh tak sadarkan diri. Desmond kemudian dibawa dan dihubungkan kembali dengan Animus.

Assassin Creed Revelations 12
Kesadaran Desmond yang terjebak di Animus Island
Assassin Creed Revelations 28
Sang master assassin yang kian menua...

Desmond yang masih “tertidur” di dunia nyata tiba-tiba menemukan kesadaran dirinya kini terperangkap di dalam Animus. Di dalam sebuah pulau kecil bernama Animus Island ini, Desmond bertemu dengan Subject 16 yang selama ini memang dikenal sebagai subjek penelitian Abstergo yang dikuasai oleh para Templar. Subject 16 menjelaskan bahwa pikiran dan memori Desmond yang  kini terpecah-pecah membuat dirinya tak mungkin untuk kembali ke dunia nyata. Ingatan para leluhurnya yang mulai tercampur mengancam eksistensi Desmond. Satu-satunya cara untuk menyelesaikan masalah ini adalah dengan menggali semua memori para leluhurnya hingga tak lagi tersisa. Akhirnya, Desmond harus kembali “menjelajahi waktu” dan berperan sebagai Ezio Auditore de Firenze yang kini sudah menua.

Ezio yang merupakan pemimpin para Assassin di Italia mulai dilanda kebingungan. Ia mulai mempertanyakan tujuan dari eksistensinya sebagai pemimpin guild para Assassin.  Oleh karena itu, ia berkelana mencari pengetahuan yang pasti untuk pertanyaan besar ini, dan tak ada tempat terbaik selain menuju langsung ke sumber dimana semuanya berasal, Masyaf. Di sini, Ezio berusaha mencari kebijaksanaan dan jawaban lewat jejak kehidupan seorang Assassin legendaris, Altair bin La-Ahad. Sayangnya, semua informasi yang ingin ia dapatkan kini terkurung dalam sebuah ruangan khusus yang dikenal sebagai “Perpustakaan Altair”. Lima buah kunci utama untuk membuka ruangan ini sendiri sudah dibawa penjelajah Niccolo Polo ke Constantinople – Turki dan disembunyikan di sana. Ezio tak punya pilihan lain selain berusaha menemukan semua kunci ini.

Assassin Creed Revelations 118
Selamat datang di Constantinople yang eksotis!
Assassin Creed Revelations 42
Perpustakaan Altair di Masyaf - rahasia apa yang tersimpan di dalamnya?

Di Constantinople yang eksotis, kehadiran Ezio sendiri sudah diantisipasi oleh guild Assassin yang berkuasa di kota tersebut, di bawah pimpinan Yusuf Takzim. Kondisi Constantinople yang masih dicengkram oleh konspirasi dan kekuatan Templar pun membuat Ezio harus bahu-membahu dengan guild Assassin untuk menghapus pengaruh tersebut. Di sisi yang lain, Ezio juga tetap harus bekerja keras untuk menemukan semua kunci “Perpustakaan Altair” yang ada. Terperangkap dalam konspirasi politik dan misi pribadinya, Ezio yang tua pun kembali harus menjalankan perannya sebagai salah seorang Assassin terbaik di dunia. Akankah ia berhasil? Pengetahuan seperti apa yang dimuat di dalam perpustakaan Altair? Benarkah ini akan menjadi pertempuran Ezio yang terakhir? Anda harus mencari jawabannya sendiri.

Improvisasi Minim dalam Gameplay

Jika Anda termasuk gamer yang mengharapkan improvisasi gameplay dan tambahan fitur yang jauh berbeda di AC: Revelations, ada baiknya Anda mengurungkan harapan tersebut. Assassin’s Creed: Revelations hadir dengan sistem gameplay yang tak banyak berubah dibandingkan dengan seri sebelumnya, AC: Brotherhood. Walaupun Ubisoft menyematkan beragam fitur baru di dalamnya, pengaruh yang dihadirkan tak cukup signifkan untuk menghadirkan pengalaman bermain yang jauh berbeda. Anda akan merasakan sensasi yang serupa.

Assassin Creed Revelations 141
Usia tak menjadi alasan bagi Ezio untuk bergerak lincah
Assassin Creed Revelations 177
Ia juga masih dapat bertarung sama baiknya!

Walaupun Ezio kini memasuki usia kepala 5, Ubisoft tak tampak menghadirkan handicap yang cukup untuk menggambarkan kondisi menua tersebut. Sebagai game sandbox yang meminta gamer banyak bergerak dari satu titik ke titik lainnya, Ezio tetap mampu melakukan hampir semua gerakan yang pernah ia lakukan di masa lalu tanpa masalah. Ia mampu memanjat, melompat, dan bertarung tanpa memperlihatkan kelelahan sama sekali. Penuaan yang ia alami tampaknya hanya bergerak seputar penampilan fisik tanpa mempengaruhi kemampuannya sama sekali. Hal ini semakin memperkuat kesan gameplay yang tak banyak berubah. Misi yang harus Anda jalankan tetap berkisar untuk bergerak dari satu titik ke titik lain, sinkronisasi di menara tinggi, membunuh para templar yang berkuasa, melawan jika diserang, menjelajahi dungeon, dan mengikuti target tertentu secara stealth. Tak banyak yang berubah dari seri sebelumnya.

Berbagai elemen adiktif yang diperkenalkan di AC 2 dan AC: Brotherhood juga dipertahankan di AC: Revelations ini. Menghancurkan wilayah kekuasaan Templar layaknya sistem Borgia Tower di Brotherhood juga menjadi elemen penting di Revelations. Dengan menghancurkan menara ini, Anda akan mendapatkan dua keuntungan ekstra. Selain mampu merekrut ekstra Assassin untuk membantu tugas Anda, hancurnya tower ini juga memungkinkan Ezio untuk membangun kembali Constantinople dengan membuka kembali beragam tempat usaha yang tersebar di dalamnya. Semakin luas rehabilitasi yang Anda lakukan, semakin besar pula uang yang Anda dapatkan untuk setiap 20 menit permainan.

Assassin Creed Revelations 123
Hookblade akan membantu Ezio bergerak dengan cepat di Constantinople

Apakah lantas Assassin Creed: Revelations hadir tanpa tambahan fitur sama sekali? Tentu saja tidak demikian. Anda tetap akan menemukan elemen gameplay baru di dalamnya untuk sedikit variasi. Namun sayangnya, tidak terasa signifikan. Berkat kerjasamanya dengan Assassin di Constantinople, Ezio kini dibekali dengan teknologi senjata baru bernama Hookblade. Pisau tajam dengan pengait ini tidak hanya berfungsi seperti hidden blade yang menjadi ciri khas Ezio, tetapi juga alat bantu navigasi untuk mempermudah geraknya. Dengan hook blade yang tampil sebagai seolah perpanjangan tangannya, Ezio kini dapat melompat lebih tinggi, meraih sudut bangunan yang lebih jauh, dan bergerak dengan cepat antar bangunan dengan meluncur di tali yang menghubungkan keduanya.

Assassin Creed Revelations 186
Ciptakan bom dengan memilih materi yang diinginkan

Ezio kini juga tidak lagi bergantung pada senjata konvensional seperti pedang dan pisau untuk menghabisi musuhnya. Yusuf Tazim mengajarkan master assasssin ini untuk merakit bom versinya sendiri. Benar sekali, melalui fitur “Bomb Crafting”, gamer kini dapat mengumpulkan beragam material bom yang tersebar di seluruh kota dan membangun bahan peledak yang diinginkan. Prosesnya sendiri tidak sulit. Anda hanya tinggal memilih tiga elemen utama: pembungkus, bahan peledak, materi yang akan dilepaskan, dan langsung mengujinya. Dengan varian materi yang ada, Anda bisa membuat banyak varian bom dengan fungsi yang berbeda-beda. Ezio bisa dibekali peledak berkekuatan tinggi yang dapat membunuh, bom asap taktis, atau sekedar bom penuh paku untuk melarikan diri.

Selain kedua fitur ini, tidak banyak hal baru yang ditawarkan oleh AC: Revelations. Walaupun demikian, masih ada satu lagi perombakan gameplay yang untungnya mampu menghadirkan sensasi berbeda. Setidaknya cukup untuk memperkuat plot dan memperjelas kedudukan Ezio sebagai sosok terpenting dalam dunia Assassin. Sebuah alasan mengapa Ezio disebut sebagai Master Assassin.

Perkuat Kedudukan Assassin di Constantinople dan Seluruh Eropa!

Assassin Creed Revelations 180
Reputasi Ezio sebagai Master Assassin memang bukan omong kosong belaka

Apalah artinya mendapatkan julukan sebagai seorang Master Assassin jika Anda tidak punya anak buah untuk dikendalikan dan diperintah? Pada AC: Brotherhood fitur ini memang sudah dihadirkan. Seiring dengan semakin melemahnya kekuasaan Templar di kota yang Anda datangi, Anda dapat merekrut lebih banyak Assassin untuk dijadikan support saat bertarung. Para assassin ini memiliki sistem levelnya sendiri, dengan distribusi point didasarkan pada dua kategori utama: armor dan attack. Semakin tinggi level seorang Assassin, semakin efektif pula support yang ia lakukan, dan semakin besar probabilitas akan kesuksesan misi yang ia jalankan. Elemen yang sama tetap dipertahankan di AC: Revelations. Hanya saja kali ini dengan penambahan fitur yang membuatnya tampil jauh lebih epik.

Assassin Creed Revelations 175
Rekrut dan tingkatkan level Assassin hingga mereka pantas menguasai Assassin's Den
AC Revelations 2
Assassin Den akan memperluas daerah ekonomi yang bisa dibangkitkan oleh Ezio

Jika di seri sebelumnya, assassin tampil tak ubahnya karakter pendukung belaka, di Revelations mereka menjelma menjadi elemen penting yang tak terpisahkan dari perjalanan Ezio. Untuk setiap menara Templar yang berhasil dihancurkan, selain ekstra assassin dapat Anda rekrut, Anda juga memiliki kesempatan untuk mengubahnya menjadi markas Assassin untuk memastikan pengaruh di Constantinople. Caranya? Setelah salah satu Assassin Anda berhasil mencapai level 10, Anda dapat menempatkannya sebagai penguasa di markas Assassin yang sudah terbentuk. Keuntungannya? Ezio akan mendapatkan ekstra misi untuk memperkuat cerita. Misi tambahan untuk setiap daerah yang dikuasai juga akan muncul jika mereka berhasil mencapai level 14.

Assassin Creed Revelations 169
Mode gameplay ala Defense Tower untuk mempertahankan Assassin's Den yang diserang oleh pasukan Templar
Assassin Creed Revelations 163
Beragam unit pasukan yang bisa digunakan untuk bertahan

Namun, jangan menyangka bahwa proses okupasi ini akan berjalan dengan mulus. Para templar di Contantinople tak akan begitu saja membiarkan wilayah mereka dikuasai dan siap untuk menggelar perang terbuka melawan para assassin. Jika aksi Ezio mulai dirasakan mengancam, para templar akan langsung menyerang salah satu Assassin Den dengan kekuatan penuh. Untuk mempertahankannya Anda akan dibawa pada gameplay ala “Defense Tower”, dimana Anda harus mengorganisasi unit-unit tertentu untuk bertahan dari gelombang serangan templar. Setiap unit yang dipanggil akan membutuhkan jumlah moral tertentu, yang untungnya bertambah seiring waktu. Varian assassin yang bisa ditugaskan juga beragam, mulai dari pemanah, penembak, hingga membangun basis pertahanan yang bersenjatakan meriam. Berhasil membendung serangan templar, maka Assassin Den akan terus bertahan. Kalah? Kekuasaan Ezio akan otomatis akan digantikan oleh para templar.

Assassin Creed Revelations 128
Pastikan Eropa berada di bawah kekuasaan para Assasssin!

Anda juga bisa menugaskan para Assassin untuk melawan kekuasaan templar di seluruh Eropa lewat list misi sampingan yang ada. Jika di AC: Brotherhood, misi-misi ini hanya digunakan untuk menaikkan level para Assassin, di Revelations, semua aksi yang ada memiliki efek tertentu. Setiap kota akan datang dengan presentase kekuasaan templar – assassin yang berbeda. Semakin tinggi persentase kekuasaan Assassin, semakin tinggi pula jumlah uang dan experience yang didapatkan. Anda hanya perlu memilih misi yang ingin dijalani dan Assassin yang ingin ditugaskan untuk memicu hal ini. Namun perlu diingat, selalu ada probabilitas bahwa anak buah Anda akan tewas dalam misi jika Anda tidak hati-hati menimbang.

Memasuki Kehidupan Altair yang Misterius

AC Revelations 9
Revelations menyediakan kesempatan untuk bermain kembali sebagai Altair
AC Revelations 19
Ezio berusaha menemukan jawaban dari lika-liku kehidupan Altair sebagai seorang pemimpin Assassin yang legendaris

Sejak kemunculan pertamanya di Assassin’s Creed, Altair telah menjadi karakter ikonik yang fenomenal di industri game. Sosoknya yang dingin dan tanpa basa-basi menjadikannya karakter assassin yang lebih ideal daripada Ezio. Keputusan Ubisoft untuk tidak menghadirkannya di Assassin Creed 2 dan Brotherhood membuat banyak gamer kecewa. Namun Revelations tampil sebagai obat mumpuni dengan menampilkan kembali sosok Altair yang lebih dalam. Tidak hanya sebagai karakter yang berada di balik layar, tetapi karakter utama yang berada di bawah kendali Anda.

Usaha Ezio untuk mencari semua kunci menuju perpustakaan Altair di Masyaf ternyata membawanya pada sebuah “kunci masa lalu” yang berbeda. Key of Masyaf ini ternyata dibangun dari material yang sama dengan Apple of Eden, yang anehnya, berhasil mengunci memori dan pengalaman Altair bin La-Ahad di dalamnya. Setiap kepingan kunci yang berbentuk seperti disc ini akan membawa Ezio menyelami sisi hidup Altair yang belum pernah diceritakan sebelumnya. Anda akan menjelajahi seluk beluk hidup Altair, dari event sebelum tragedi di Assassin Creed pertama hingga beragam konflik yang membuatnya pantas diakui sebagai seorang assassin legendaris penuh dedikasi. Klimaksnya? Anda akan memahami peran Altair dalam keseluruhan plot yang dibangun di franchise Assassin’s Creed, sekaligus mengetahui awal, konflik, dan akhir hidupnya sebagai seorang Assassin.

FPS dan Minecraft di Assassin’s Creed?

AC Revelations 11
FPS dan Minecraft?

Animus Island memang menjadi tempat yang tepat bagi Desmond untuk mempelajari banyak hal dari kehidupan para leluhurnya. Tetapi tidak hanya itu saja, Animus Island juga memberikan kesempatan bagi Desmond untuk menyusun kembali kepingan kesadaran dan memori atas dirinya sendiri yang sempat hilang. Tidak hanya Altair atau Ezio yang mengalami progress dalam cerita Revelations, Anda juga dapat mempelajari sejarah kehidupan Desmond sebelum dirinya tertangkap oleh Abstergo di Assassin Creed pertama.

Lima pintu memori ini membutuhkan Animus Data Fragments dalam jumlah tertentu yang bisa didapatkan dari petualangan Ezio agar dapat terbuka. Memasuki salah satu darinya, maka Anda akan memasuki dunia yang sama sekali berbeda. Memori Desmond akan diceritakan dalam bentuk narasi ketika Anda berhasil melewati progress level tertentu. Uniknya, Anda harus melewati level ini dalam tampilan first person shooter, dari sudut pandang Desmond sendiri. Walaupun tugas Anda sederhana, hanya bergerak dari satu titik ke titik lainnnya, namun beragam tantangan ala game platformer ditampilkan di dalamnya. Desmond akan dibekali dengan kemampuan untuk menciptakan material berbentuk balok atau limas untuk membantunya melewati level yang ada. Gameplay yang akan membuat Anda teringat pada konsep Minecraft yang fenomenal.

Kesimpulan

Assassin Creed Revelations 174
MUST PLAY!

Jika Anda merupakan gamer yang sudah mengikuti seri Assassin’s Creed sejak awal, maka Revelations menjadi sebuah seri yang harus Anda mainkan. Selain menawarkan kesinambungan cerita dari seri sebelumnya, Revelations juga tampil tak ubahnya sebagai sebuah uang koin dengan dua sisi yang tak terpisahkan. Di satu sisi, ia menyimpulkan dan mengakhiri legenda Ezio dan Altair yang selama ini sudah menjadi intisari dari Assassin’s Creed sendiri. Di sisi lain, ia menimbun beban misteri yang membutuhkan jawaban di pundak Desmond. Sebuah kompleksitas yang semakin memperkaya plot secara keseluruhan.

Assassin’s Creed: Revelations harus diakui tampil mempesona. Seperti pada seri sebelumnya, ia mampu membangun atmosfer Constantinople yang kental lewat beragam desain karakter, aksen, dan setting yang apik. Kemampuannya untuk memainkan nilai historis di dalamnya juga tetap dipertahankan. Sayangnya, Ubisoft tidak menyuntikkan elemen gameplay baru untuk membuat pengalaman bermain yang berbeda. Anda masih akan merasakan sensasi bermain yang sama seperti seri sebelumnya tanpa variasi yang signifikan. Inovasi yang kurang ini menjadi titik kelemahan yang patut disorot. Untungnya, fitur baru di sisi perekrutan Assassin sedikit mampu menjadi penyelamat. Keputusan Ubisoft untuk menjadikan hanya Constantinople yang cukup kecil dibandingkan Roma sebagai pusat petualangan juga patut dipertanyakan, karena cukup mengerutkan sensasi epik yang sempat terbangun di seri Brotherhood. Anda bahkan tak lagi punya kesempatan untuk menunggangi kuda di dalam kota!

Dengan ditutupnya kisah Ezio dan Altair di Revelations, maka janji Ubisoft untuk berfokus pada Desmond Miles di tahun 2012 tampaknya bukan omong kosong belaka. Walaupun demikian, patut menjadi catatan penting juga untuk Ubisoft agar menghadirkan lebih banyak inovasi gameplay dan varian plot yang lebih baik di seri terbarunya nanti. Jika tetap hadir dengan format yang sama dengan AC 2, AC: Brotherhood, dan AC: Revelations? Hanya tinggal waktu saja hingga gamer mengeluhkan sistem gameplay yang repetitif dan membosankan.

Kelebihan:

Assassin Creed Revelations 107
Dunia baru untuk Ezio
  • Atmosfer Constantinople yang apik
  • Fitur perekrutan Assassin yang lebih baik
  • Plot untuk sisi Ezio dan Altair

Kekurangan:

AC Revelations 15
Kurangnya inovasi dalam gameplay patut jadi sorotan...
  • Inovasi gameplay yang tidak signifikan
  • Kota tunggal yang tidak luas
  • Sistem ala minecraft untuk menjelajahi memori Desmond

Cocok untuk gamer:

yang mengikuti seri Assassin’s Creed sejak awal, yang merindukan kedatangan kembali Altair

Tidak cocok untuk gamer:

yang menginginkan game sandbox dimana Anda bisa membunuh siapa saja di jalan raya.

Load Comments

PC Games

November 25, 2021 - 0

Review Gunfire Reborn: Aksi Tanpa Basa-Basi!

Jika kita bicara soal developer asal timur Asia sekitar 10…
September 29, 2021 - 0

Review SAMUDRA: Dalam Lautan Dalam Pesan!

Berkembang dengan signifikan selama beberapa tahun terakhir ini, para talenta…
August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…

PlayStation

November 19, 2021 - 0

Preview Battlefield 2042: Masa Depan Tak Selalu Cerah!

Ada yang datang dengan antisipasi tinggi, tetapi tak sedikit pula…
November 19, 2021 - 0

Review GTA The Trilogy – The Definitive Edition: Bak Lelucon Besar!

Merayakan ulang tahun sebuah franchise legendaris adalah sebuah langkah yang…
November 17, 2021 - 0

Menjajal Elden Ring (Network Test): Makin Cinta, Makin Mantap!

Apa yang bisa Anda dorong lebih jauh dengan formula Souls-like…
November 15, 2021 - 0

Review Headset PULSE 3D Wireless – Midnight Black: Tiga Dimensi dalam Telinga!

Apa yang mendefinisikan sebuah pengalaman generasi terbaru? Bagi Sony dan…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…