Selamat Tinggal Playstation Network!

Reading time:
February 7, 2012

playstation network
Tentu sudah bukan rahasia lagi jika layanan online kini menjadi salah satu fitur paling esensial bagi industri game. Layanan seperti XBOX Live dan Playstation Network kini menjadi tulang punggung gamer untuk mendapatkan pengalaman gaming yang lebih maksimal, dari multiplayer online, downloadable content, atau sekedar mendapatkan informasi yang terupdate. Pada akhirnya, semua layanan ini dihadirkan untuk memastikan kelangsungan eksistensi sebuah produk, seperti yang berusaha dilakukan oleh Sony saat ini. Setelah berhasil selamat dari serangan hacker yang brutal, Playstation Network akhirnya harus mati di tangan penciptanya sendiri. Apa yang sebenarnya terjadi?

Sony akhirnya memutuskan untuk mengubah Playstation Network menjadi Sony Entertainment Network (SEN). SEN akan menjadi sebuah plaform online baru yang memuat layanan terintegrasi semua produk Sony, dari video game, film, musik, dan produk lainnya. Sony mengklaim bahwa platform ini dibangun unutuk menghadirkan pegalaman hiburan digital yang lebih unik dan maksimal. Anda yang sudah memiliki akun PSN sebelumnya dapat langsung mengakses layanan ini dengan username dan password lama Anda. Sony juga mengakui bahwa keseluruhan platform Playstation Network yang selama ini dikenal gamer akan dirombak secara total dengan standar baru SEN.

sony entertainment network

Setelah melewati masa-masa sulit, eksistensi Playstation Network akhirnya harus terhapus di tangan Sony sendiri. Plaform yang sudah begitu familiar di kalangan gamer Playstation ini “dipaksa” untuk berevolusi. Sebuah berita baik atau buruk? Selama Sony mampu menepati janjinya untuk menghadirkan plaform SEN yang tetap user-friendly, sebuah layanan yang terintegrasi tidak terdengar begitu buruk. Kemudahan untuk mengakses layanan dan timbal-balik yang memuat informasi yang tepat dan jelas akan menjadi poin paling utama.

Selamat tinggal Playstation Network!

Load Comments

PC Games

June 28, 2022 - 0

Review My Lovely Wife: Pilih Istri atau Iblis-Iblis Seksi!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh My Lovely Wife ini?…
May 23, 2022 - 0

Review Trek to Yomi: Estetika Sinema Masa Lampau!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Trek to Yomi ini? Mengapa…
May 11, 2022 - 0

Review Rogue Legacy 2: Banyak Anak, Banyak Masalah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Rogue Legacy 2 ini?…
April 21, 2022 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Jeremy Hinton (Xbox Asia)!

Menyambut rilis PC Game Pass untuk Indonesia, kami berkesempatan untuk…

PlayStation

March 30, 2022 - 0

Review Stranger of Paradise – FF Origin: Ayo Basmi CHAOS!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Stranger of Paradise: Final Fantasy…
March 23, 2022 - 0

Review Ghostwire – Tokyo: Berburu Setan Jepang!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Ghostwire: Tokyo ini? Mengapa…
March 21, 2022 - 0

Review Elden Ring: Cincin Menuntut Nyawa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan Elden Ring? Lantas, mengapa kami menyebutnya…
March 4, 2022 - 0

Preview Elden Ring: Senyum Merekah di Balik Tangis Darah!

Elden Ring akhirnya tersedia di pasaran dengan beberapa formula baru…

Nintendo

April 6, 2022 - 0

Review Kirby and The Forgotten Land: Ini Baru Mainan Laki-Laki!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kirby and the Forgotten…
March 25, 2022 - 0

Review Chocobo GP: Si Anak Ayam Kini Serakah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Chocobo GP ini? Mengapa…
March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…