Review Kingdom of Amalur – Reckoning: Meramu Semua Elemen RPG Terbaik

Reading time:
February 24, 2012
Kingdom of Amalur Reckoning 13

Memasuki pasar dunia RPG dengan sebuah seri terbaru memang bukan perkara yang mudah, baik bagi developer Barat maupun Jepang. Masing-masing dunia yang telah terpolarisasi ini memiliki keunikan dan kekuatan tersendiri yang menjadi sebuah standar pengembangan. Ditambah lagi beberapa judul raksasa yang menguasai dan mendominasi setiap dunia ini, bukan sesuatu yang mudah untuk ditakhlukkan. Di RPG Jepang, kita memiliki game sekelas Final Fantasy, Zelda, Suikoden, dan Star Ocean yang sudah menguasai pasar sejak industri game mulai berkembang menjadi industri hiburan mainstream. Di dunia RPG Barat, kita akan bertemu dengan Diablo, Dragon Age, World of Warcraft, dan tidak terkecuali – Skyrim yang fenomenal.

Berusaha melakukan penetrasi yang mumpuni untuk pasar seketat ini dengan sebuah judul baru tidaklah sederhana. Game tersebut harus menghadirkan keunikan yang tidak dimiliki franchise-franchise besar yang sudah ada untuk mampu menarik perhatian gamer. Hal inilah yang tampaknya berusaha dihadirkan oleh Big Huge Games dan Electronic Arts lewat Kingdom of Amalur: Reckoning. Action-RPG yang satu ini memang menjadi salah satu game yang cukup diantisipasi di tahun 2012 ini setelah beberapa trailernya yang tampil memesona. Bahkan ia diperbandingkan dalam level yang sama dengan game RPG fenomenal – Elder Scrolls V: Skyrim karena beberapa kesamaan elemen yang ditawarkan. Bagaimana tidak, Amalur sendiri lahir dari tangan dingin – Ken Rolston yang juga bertanggung jawab atas seri Elder Scrolls di masa lalu. Namun jika Anda meniliknya lebih jauh, Amalur bukanlah sekedar sebuah “Skyrim-wannabe”, ia lebih daripada itu.

Anda yang sempat membaca preview kami tentu sudah mulai memahami dan memiliki sedikit gambaran tentang apa yang ditawarkan oleh game yang satu ini. Walaupun tidak unggul di segi grafis, luasnya dunia dan mekanisme action-RPG nya yang begitu dekat dengan genre hack and slash menjadi identitas utama. Anehnya, walaupun hadir sebagai sebuah seri baru, Kingdom of Amalur: Reckoning akan memunculkan perasaan familiar bagi Anda yang menggemari game RPG Barat.

Plot

Kingdom of Amalur Reckoning 1721
Reinkarnasi Anda menjadi awal segalanya

Selamat datang di Faelands, satu bagian kecil dari Kingdoms of Amalur yang memuat beragam jenis ras Elf di dalamnya. Di dunia penuh keajaiban ini, takdir untuk semua makhluk hidup sudah ditentukan sejak mereka lahir dan tidak pernah sekalipun berubah. Hanya mereka yang disebut sebagai Fateweaver yang diberikan keistimewaan untuk melihat semua takdir ini dan memastikan semuanya berjalan sesuai dengan garis yang sudah ditetapkan. Namun kehadiran karakter Anda mengubah bagaimana cara Faelands bekerja, mematahkan apa yang sudah menjadi basis kepercayaan penduduk Faelands selama ini.

Anda akan disuguhi dengan sebuah kejadian yang cukup mengejutkan sejak awal permainan. Karakter yang Anda gunakan, untuk sebuah alasan yang misterius, bangkit kembali dari kematian. Reinkarnasi ini membawanya pada kehidupan yang baru, tanpa ingatan dan kemampuan apapun. Berbeda dengan makhluk hidup lainnya di Faelands, reinkarnasi yang terjadi pada karakter utama Anda membawanya kepada jalan hidup tanpa takdir, sehingga ia tidak dapat diprediksikan. Para Fateweaver memanggilnya sebagai “The Fateless One”, dia yang tidak memiliki takdir. Kehadiran karakter utama mengancam eksistensi Gadflow – Fae ambisius yang sedang mengobarkan perang besar untuk menguasai Faelands di bawah nama dewa baru – Tirnoch.

Kingdom of Amalur Reckoning 1521
Gadflow yang bengis
Kingdom of Amalur Reckoning 149
Takdir seperti apakah yang akan menanti The Fateless One ini?

Walaupun Fateweaver sudah memprediksikan takdir Faelands yang akan bertekuk lutut di bawahnya, namun kehadiran The Fateless One membawa sebuah harapan baru. Mampukah ia mengubah takdir yang selama ini sudah digariskan? Menyelamatkan Faelands dari tangan Gadlow? Mengapa ia mampu bereinkarnasi setelah mati? Apa alasan dibalik kehidupannya kembali? Inilah jawaban yang harus Anda temukan dari Amalur.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

PC Games

June 17, 2021 - 0

JagatPlay: Interview dengan Tom Hegarty & John Ribbins (OlliOlli World)!

Tidak semua gamer mungkin pernah mendengar game yang satu ini,…
June 17, 2021 - 0

Menjajal OlliOlli World: Game Skateboard Imut nan Ekstrim!

Berapa banyak dari Anda yang seringkali melewatkan judul game-game “kecil”…
May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…
May 19, 2021 - 0

Review Rising Hell: Melompat Lebih Tinggi!

Kualitas game indie yang semakin solid, tidak ada lagi kalimat…

PlayStation

June 16, 2021 - 0

Review Final Fantasy VII Remake INTERGRADE (+ INTERMISSION): Selangkah Lebih Sempurna!

Mencapai sebuah keberhasilan untuk konsep yang di atas kertas nyaris…
June 11, 2021 - 0

Review Ninja Gaiden – Master Collection: Bak Tebasan Pedang Tua!

Apa nama franchise yang menurut Anda melekat pada nama Koei…
June 8, 2021 - 0

Review Ratchet & Clank – Rift Apart: Masuk Dimensi Baru!

Menyebut Insomniac Games sebagai salah satu developer first party tersibuk…
June 8, 2021 - 0

Preview Guilty Gear Strive: LET’S ROCK!

Nama besar Arc System Works sebagai salah satu developer game…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…