Review Persona 4 Arena: Seri Spin-Off yang Mengagumkan!

Reading time:
August 10, 2012
Persona 4 Arena 8

Persona mungkin dikenal sebagai salah satu franchise game JRPG unik yang menawarkan pengalaman bermain yang jauh berbeda dibandingkan seri lainnya. Walaupun mengusung mekanisme pertarungan yang hampir serupa, Persona datang dengan fitur yang memungkinkan players untuk menjalani kehidupan sehari-hari sang karakter utama dan bergabung dalam sebuah sistem interaksi sosial yang sangat menarik. Kesuksesan dua seri terakhir – Persona 3 dan Persona 4 yang sempat dirilis di masa kejayaan Playstation 2 terdahulu tentu menjadi bukti yang tidak dapat disangkal lagi. Setelah  terdiam selama 4 tahun terakhir ini, Persona akhirnya lahir kembali lewat seri teranyarnya – Persona 4 Arena, sebuah game fighting!

Langkah Atlus untuk mengubah Persona yang dikenal sebagai sebuah game RPG menjadi game fighting memang menjadi sebuah langkah yang terhitung ekstrim. Ini menjadi semacam pertaruhan yang hanya akan menghasilkan dua konsekuensi di kutubnya masing-masing: membuat nama Persona kian bersinar atau justru menghancurkan semua prestasi yang sudah ada. Tidak main-main, Atlus memang mengembangkan Persona 4 Arena ini secara total. Untuk memastikan seri ini menjadi sebuah game fighting yang akan mengakomodasi kebutuhan sebagian besar fans Persona, Atlus menciptakan semua elemen yang sempat membuat Persona 3 dan 4 begitu dicintai, membongkar, meramu, dan menggabungkannya di dalam sebuah judul dengan gameplay yang berbeda. Gamer mana yang tidak akan tertarik untuk segera menjajalnya.

Ketakutan bahwa game ini akan jatuh sebagai sebuah seri spin-off “kacangan” yang hanya dirilis Atlus untuk mendapatkan uang dengan mudah seolah lenyap begitu saja ketika Persona 4 Arena ini mulai hidup di layar kaca. Secara mengejutkan, ia berhasil memberikan impresi pertama yang kuat dan menyenangkan, seperti yang sempat kami utarakan di artikel preview kami sebelumnya. Ramuan yang berusaha disuntikkan ke dalam game ini seolah tampil dalam proporsi yang tepat, setidaknya untuk mereka yang begitu mencintai franchise ini.

Apa yang membuat kami menyimpulkannya sebagai sebuah seri spin-off yang mengagumkan? Bagaimana performa keseluruhan yang ditawarkan oleh Persona 4 Arena ini? Simak review kami untuk mendapatkan gambaran yang lebih sempurna.

Plot

Adalah sebuah persepsi yang salah untuk menyatakan dan memaklumi bahwa sebuah game fighting tidak perlu menyajikan sebuah plot dasar yang menjadi alasan pertempuran semua karakter keren ini. Kebutuhan untuk sebuah benang merah berkualitas ini menjadi semakin kuat ketika developer berusaha untuk menyatukan dua buah dunia yang sebelumnya tidak pernah bertemu sama sekali. Untungya, Atlus harus diakui berhasil melakukan tugas ini dengan sangat baik. Pertempuran yang akan menghadirkan semua karakter Persona 4, beberapa karakter ikonik dari Persona 3, dan satu karakter baru ini datang dengan sebuah alasan yang jelas.

Persona 4 Arena 40
Keanehan yang terjadi di dalam dunia televisi dua bulan yang lalu kini muncul kembali di Yaosinaba, dengan Rise dan Teddy yang diperkirakan menghilang ke dalam dunia ini. Untuk sekali lagi, tim dari Persona 4 berkumpul untuk memecahkan misteri ini.
Persona 4 Arena 101
Sementara di sisi Persona 3, Mistsuru, Aegis, dan Akihiko sedang berupaya mencari senjata Anti-Shadow terbaru mereka yang hilang – Labrys. Investigasi yang lebih jauh ternyata juga membawa mereka ke Yaosinaba.

Setelah berhasil mengalahkan para Shadows di Persona 4, tim investigasi yang beranggotakan Yu, Chie, Yosuke, Kanji, Yukiko, Teddy, Naoto, dan Rise memang menikmati masa-masa damai. Tidak ada lagi kasus pembunuhan misterius di tengah kabut dan laporan kematian lewat seri berita aneh yang hanya muncul di tengah malam. Sayangnya, masa damai ini hanya bertahan selama dua bulan. Dua anggota tim utama Persona 4 – Rise dan Teddy secara misterius menghilang. Anehnya lagi, siaran televisi tengah malam yang misterius itupun mulai kembali, kali ini memuat semua data tim utama Persona 4. Untuk mencari kebenaran akan apa yang sebenarnya terjadi, para anggota tim investigasi ini untuk kesekian kalinya, masuk ke dalam dunia televisi. Tidak ada lagi shadows yang harus mereka hadapi, melainkan sebuah turnamen misterius yang membuat mereka harus bertarung satu sama lain.

Di sisi Persona 3, Mitsuru yang kini mengepalai Kijiko Group – salah satu perusahaan global terkaya di dunia masih berjuang untuk membasmi para Shadow dengan membentuk tim khusus bernama – Shadow Worker. Bersama dengan senjata Anti-Shadow yang luar biasa – Aegis, Mitsuru berusaha mencegah makhluk kegelapan ini untuk mengambil alih dunia manusia. Namun sayang seribu sayang, Mitsuru justru harus kehilangan salah satu senjata Anti-Shadow teranyarnya bernama – Labrys dalam sebuah insiden. Bersama dengan teman sejawatnya – Akihiko, Mitsuru dan Aegis berusaha mencari lokasi Labrys dan tiba di Yaosinaba. Di sana mereka menemukan, untuk pertama kalinya, sebuah dunia “aneh” di dalam televisi.

Persona 4 Arena 73
Siapakah sosok Labrys ini sebenarnya?
Persona 4 Arena 71
Evil Teddy?

Lantas dimana letak benang merah dua buah dunia Persona yang berbeda ini? Siapakah Labrys? Apa hubungannya dengan turnamen “aneh” yang tercipta di dalam dunia televisi ini? Ini tentu menjadi jawaban yang harus Anda cari sendiri dengan memainkan story-mode dari Persona 4 Arena sendiri.

Pages: 1 2 3
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

July 3, 2024 - 0

Review Wuthering Waves: Penuh Pasang dan Surut!

Apa yang ditawarkan oleh Wuthering Waves? Mengapa kami menyebutnya sebagai…
June 28, 2024 - 0

Impresi Zenless Zone Zero (Build Terbaru): Lebih Cepat, Lebih Ketat!

Kami berkesempatan menjajal build terbaru Zenless Zone Zero. Apakah kami…
June 12, 2024 - 0

Preview My Lovely Empress: Racun Cinta Raja Racikan Dev. Indonesia!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh My Lovely Empress di…
February 6, 2024 - 0

Menjajal Honkai Star Rail 2.0: Selamat Datang di Penacony, Semoga Mimpi Indah! 

Honkai Star Rail akhirnya memasuki versi 2.0 dengan memperkenalkan dunia…

PlayStation

July 17, 2024 - 0

Review Kunitsu-Gami: Antara Suka Atau Benci!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kunitsu-Gami ini? Apa yang membuat…
June 20, 2024 - 0

Wawancara dengan Zhenyu Li (Zenless Zone Zero)!

Kami sempat berbincang-bincang dengan produser Zenless Zone Zero - Zhenyu…
April 25, 2024 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Kim Hyung-Tae dan Lee Dong-Gi (Stellar Blade)!

Kami berkesempatan ngobrol dengan dua pentolan Stellar Blade - Kim…
April 24, 2024 - 0

Review Stellar Blade: Tak Hanya Soal Bokong dan Dada!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Stellar Blade ini? Mengapa kami…

Nintendo

July 28, 2023 - 0

Review Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Tak Sesempurna yang Dibicarakan!

Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang tak sesempurna yang dibicarakan…
May 19, 2023 - 0

Preview Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Kian Menggila dengan Logika!

Apa yang ditawarkan oleh Legend of Zelda: Tears of the…
November 2, 2022 - 0

Review Bayonetta 3: Tak Cukup Satu Tante!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Bayonetta 3? Mengapa kami menyebutnya…
September 21, 2022 - 0

Review Xenoblade Chronicles 3: Salah Satu JRPG Terbaik Sepanjang Masa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…