Review Mouse Gaming Roccat Lua: Mouse Entry-Level yang Super Nyaman!

Reading time:
September 18, 2012
Roccat Lua 32
Mouse gaming Roccat Lua

Apa yang Anda butuhkan dari sebuah mouse gaming? Ini tentu menjadi pertanyaan utama yang seringkali membebani para gamer PC. Di satu sisi, mouse gaming memang harus diakui menjadi salah satu peripheral utama untuk memastikan pengalaman gaming yang lebih kaya dan nyaman. Namun harus diakui, di sisi lain, banyak produsen yang menawarkan fitur dan fungsi dalam jumlah masif yang tidak terlalu dibutuhkan. Namun pada akhirnya, mouse selalu terkait dengan navigasi, baik di dalam gaming maupun untuk tugas komputasi yang sederhana. Fungsi penting inilah yang sudah sepantasnya menjadi fungsi utama yang harus diperhatikan dari sebuah mouse.

Beberapa gamer mungkin menentukan definisi mouse gaming dari beragam fitur dan fungsi yang ia tawarkan. Tidak sedikit yang menyederhanakannya pada satu syarat utama: kehadiran fungsi makro dalam jumlah besar. Padahal, jika ingin ditilik lebih jauh, sebuah mouse gaming haruslah menjadi peripheral yang mampu beradaptasi sesuai dengan kebutuhan gamer, dimana akurasi dan efesiensi gerakan menjadi nilai yang lebih penting dari fitur-fitur ini. Karena pada akhirnya, sebuah mouse harus mampu melakukan tugas utamanya dengan baik sebelum dituntut untuk melakukan lebih banyak hal. Hadir dengan desain yang lebih sederhana, hal inilah yang mungkin dapat kita tangkap dari mouse gaming dari Roccat – Lua. Ia menjadi mouse gaming yang hanya punya satu misi, memastikan setiap gamer merasakan kenyamanan maksimal ketika menggunakannya.

Desain dan Fitur

Roccat Lua 2
Dengan desain V nya yang ergonomis, Roccat Lua memang menjadikan kenyamanan sebagai fitur yang paling utama.
Roccat Lua 16
Berbeda dengan mouse gaming saat ini yang seringkali tampil kompleks, Roccat seolah membawa Lua kembali ke akar mouse gaming yang sesungguhnya. Ia hadir dengan desain klasik 3 tombol dengan satu scroll wheel di tengah.

Sederhana, itu mungkin menjadi kata pertama yang Anda utarakan ketika melihat desain yang ditawarkan oleh Roccat Lua ini. Berbeda dengan mouse gaming dari produsen lain yang datang dengan puluhan tombol untuk dikustomisasi dan beragam indikator LED yang menyala terang, Roccat Lua hadir sebagai sebuah mouse konvesional yang tidak menjadikan hal-hal tersebut sebagai sebuah fitur utama. Anda hanya akan berhadapan dengan desain klasik tiga tombol, sebuah kesederhanaan yang mungkin sangat bertolak belakang dengan desain sebagian besar mouse gaming saat ini yang kian kompleks. Namun untuk diremehkan? Tunggu dulu. Roccat Lua justru akan menjadi monumen pengingat akan apa yang sebenarnya paling Anda butuhkan dari sebuah mouse gaming, alih-alih jatuh pada gimmick yang mungkin saja tidak Anda butuhkan.

Desain yang ditawarkan Roccat Lua ini mungkin sederhana, namun tampil begitu elegan, apalagi dengan logo “sangar”nya yang menyala terang dalam warna biru menyala di bagian belakang. Material produksinya menjamin grip yang terasa lebih nyaman, dengan posisi tombol yang terhitung proposional untuk diakses, bahkan oleh para gamer PC dengan tangan besar sekalipun. Salah satu bagian terbaiknya? Lua memang didesain dengan bentuk simetris untuk menghasilkan fungsi yang lebih adaptif, terutama bagi gamer kidal yang harus diakui, seringkali “dianaktirikan” di industri peripheral seperti ini. Seperti sebagian besar mouse gaming yang lain, Lua juga menawarkan kesempatan untuk mengatur tingkat sensivitas sesuai dengan kebutuhan gaming Anda. Roccat juga menyuntikkan Lua dengan beberapa fitur lainnya untuk memastikan kenyamanan bermain yang lebih baik. Apa saja?

Roccat Lua 40
Logo keren Roccat yang menyala biru terang menjadikan desain Lua kian elegan. Tidak hanya itu saja, ia juga menawarkan segudang fitur lainnya. Apa saja?
  • R2 Pro Optic dengan 7 tingkatan DPI: 250, 500, 1000, 1250, 1500, 1750, dan 2000
  • Ambidextrous V-shaped design
  • No-sweat side grips
  • Ultra-precise 2D Scroll Wheel
  • Driver
  • 1000 Hz polling rate

Roccat Lua, Seberapa Nyaman?

Roccat Lua 23
Roccat Lua, seberapa nyaman?

Kita akhirnya tiba pada pertanyaan paling utama yang sudah selayaknya dilontarkan untuk setiap peripheral gaming yang tersedia di pasaran: seberapa nyaman peripheral ini digunakan? Sebuah pertanyaan yang tidak perlu diragukan lagi, akan mudah dibuktikan dengan mudah oleh Roccat Lua ini. Desain sederhana tidak lantas membuatnya pantas untuk diremehkan sebagai sebuah mouse gaming berkualitas. Ia mungkin tidak menyuntikkan fungsi kompleks layaknya gaming mouse lain, namun satu yang pasti, ia memastikan kenyamanan sebagai fitur utama dan membuktikan hal tersebut dengan sangat baik. Desain ambidextrous V-shaped nya yang ergonomis serta no-sweat side grips membuat tangan Anda tidak akan mudah lelah selama menikmati game-game PC favorit Anda. Ini juga berlaku bagi Anda, gamer-gamer dengan tangan besar yang seringkali mengeluhkan desain mouse konvensional yang tidak nyaman. Untuk urusan yang satu ini, Roccat Lua berhasil melakukan tugasnya nyaris sempurna.

Kenyamanan memang menjadi kekuatan utama dari Roccat Lua ini sendiri, tetapi sayangnya, dengan beberapa kekurangan yang pantas untuk diperhatikan. Hal pertama tentu pada berat yang tidak dapat dimodifikasi, sehingga mungkin membuatnya tidak cocok bagi sebagian gamer PC yang sudah terbiasa dengan mouse gaming yang lebih berat. Kekurangan lain? Fakta bahwa mouse ini baru akan dirilis pada Oktober mendatang membuat kami tidak dapat memaksimalkan Lua dalam kondisi terbaiknya, mengingat absennya driver. Walaupun demikian, situs resmi Roccat cukup membantu memberikan gambaran akan modifikasi apa saja yang akan dapat Anda lakukan dengannya. Selain mengatur tingkatan sensivitas, Anda juga tampaknya akan dapat menukar fungsi pada klik kiri dan kanan untuk mengakomodasi kebutuhan gamer kidal.

Roccat Lua 34
Desain sederhana dengan komposisi fungsi klasik tidak lantas membuat Lua menjadi mouse gaming yang dapat diremehkan. Ia menjalankan fungsi utamanya tersebut dengan sangat baik. Ia menawarkan sensasi gaming yang nyaman, bahkan untuk gamer dengan tangan besar sekalipun.
Roccat Lua 12
Kelemahannya mungkin ada absennya kesempatan untuk memodifikasi berat yang ada. Bagi kami, berat default Roccat Lua ini ternyata pas, cukup untuk memastikan grip yang nyaman. Namun sekali lagi, berat menjadi preferensi yang personal.
driver lua
Sayangnya kami tidak berkesempatan untuk melakukan sedikitpun modifikasi pada mouse yang satu ini terkait absennya driver. Namun sedikit preview driver dari situs resmi Roccat sendiri memperlihatkan desain interface sederhana yang tentu akan memudahkan gamer untuk  memaksimalkan Lua.

Apalah arti sebuah mouse gaming jika ia tidak mampu membuktikan diri di dalam tugas utamanya – bermain game? Tantangan inilah yang kami ujikan kepada Roccat Lua yang satu ini. Dari segi desainnya yang sederhana, ia memang tidak didesain untuk game-game yang membutuhkan makro dalam jumlah besar sepertI MMORPG, sehingga genre ini tidak disertakan. Roccat Lua harus menghadapi tiga tantangan untuk membuktikan diri sebagai mouse gaming yang mumpuni: Counter-Strike: Global Offensive untuk FPS, Company of Heroes untuk RTS, dan DOTA 2 untuk MOBA. Semua game ini memang menuntut akurasi gerakan mouse yang tepat untuk tampil memesona, tetapi juga desain ergonomis untuk memastikan kenyamanan bermain dalam waktu yang lama.

Roccat Lua 43
Layaknya seekor Sabertooth yang gagah, Lua berhasil melumat tiga tantangan genre yang kami berikan. Ia membuktikan diri lewat akurasi navigasi dan kenyamanan yang ia tawarkan. Fitur ultra-precise 2D scroll wheelnya sangat berperan di CS: GO. 

Roccat Lua menaklukkan ketiga game ini dengan cukup mudah. Mengendalikan unit dan menangkap point penting di Company of Heroes dapat dilakukan dengan akurasi yang tepat, sehingga pergerakan unit menjadi lebih efektif. Fitur Ultra-precise 2D scroll wheelnya memainkan peranan yang krusial di Counter-Strike: Global Offensive, mengingat kami merupakan satu dari sedikit gamer CS yang memang lebih memilih scroll mouse sebagai media untuk mengganti senjata, daripada keyboard. Anda dapat mengganti senjata dengan tepat,  probabilitas kesalahan yang minim, dan beraksi secepat yang Anda inginkan. Lantas bagaimana dengan DOTA 2 sendiri? Dengan tuntutan permainan yang tidak jauh berbeda dibandingkan COH dan CS: GO, dimana akurasi gerakan akan sangat menentukan hidup dan mati karakter Anda, Roccat Lua menjalankan perannya dengan sangat baik. Namun sebagai gamer yang seringkali mengandalkan 1 -2 tombol makro untuk mengakses skill inventory, butuh waktu untuk membiasakan diri dan kembali memaksimalkan keyboard untuk melakukannya. Secara keseluruhan, Roccat Lua tidak memperlihatkan kesulitan yang berarti untuk melibas ketiga game di atas, tidak hanya dari segi performa dan akurasi yang ia hasilkan, tetapi juga kenyamanan untuk memainkannya dalam waktu yang cukup lama.

Pages: 1 2
Load Comments

PC Games

December 3, 2021 - 0

Review CHORUS: “Menari” di Angkasa Luar!

Seberapa sering Anda menemukan video game yang mengambil luar angkasa…
November 25, 2021 - 0

Review Gunfire Reborn: Aksi Tanpa Basa-Basi!

Jika kita bicara soal developer asal timur Asia sekitar 10…
September 29, 2021 - 0

Review SAMUDRA: Dalam Lautan Dalam Pesan!

Berkembang dengan signifikan selama beberapa tahun terakhir ini, para talenta…
August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…

PlayStation

December 2, 2021 - 0

Review Battlefield 2042: Setengah Matang!

Bagi mereka yang mencintai FPS sebagai genre, Battlefield dari EA…
November 19, 2021 - 0

Preview Battlefield 2042: Masa Depan Tak Selalu Cerah!

Ada yang datang dengan antisipasi tinggi, tetapi tak sedikit pula…
November 19, 2021 - 0

Review GTA The Trilogy – The Definitive Edition: Bak Lelucon Besar!

Merayakan ulang tahun sebuah franchise legendaris adalah sebuah langkah yang…
November 17, 2021 - 0

Menjajal Elden Ring (Network Test): Makin Cinta, Makin Mantap!

Apa yang bisa Anda dorong lebih jauh dengan formula Souls-like…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…