Jepang Akan Sensor Call of Duty: Black Ops II

Reading time:
October 5, 2012
cod black ops 2

Perbedaan nilai-nilai mana yang dianggap pantas dan tidak antara satu negara dengan negara lainnya memang melahirkan sebuah interaksi sosial yang unik, termasuk dalam pertukaran beragam produk kreatif sekalipun. Salah satunya? Tentu saja beragam video game yang ada. Dua negara yang memiliki hubungan unik ini adalah Jepang dan Amerika Serikat. Tidak jarang masing-masing negara ini akan melakukan sensor untuk konten yang diciptakan oleh negara lainnya, dengan tujuan untuk membuatnya lebih dapat diterima oleh publik dalam negeri. Seperti yang terjadi dengan seri game FPS teranyar Activision – Call of Duty: Black Ops II.

Saling sensor dan memodifikasi konten memang bukan lagi hal baru yang terjadi di industri game. Sudah tidak terhitung berapa kali Amerika Serikat mengubah konten game Jepang untuk memastikan cleavage karakter wanita yang terlalu eksesif. Sementara di sisi lain, Jepang “memperhalus” game Amerika yang dirasakan terlalu kejam dan brutal, Hal inilah yang terjadi pada salah satu game yang paling diantisipasi tahun ini – COD: Black Ops II. Sang publisher yang bertanggung jawab untuk pasar Jepang – Square Enix menyampaikan bahwa seri terbaru ini juga akan mengalami sensor seperti seri-seri COD sebelumnya. Berbeda dengan versi di region lain, Black Ops II versi Jepang akan tampil lebih “halus”, dengan hilangnya opsi untuk menghancurkan dan meledakkan bagian tubuh musuh Anda. Tidak akan ada lengan ataupun kepala yang pecah dan hancur berantakan di versi ini.

cod black ops 21
Perang tanpa kesempatan untuk melululantakkan tubuh dan kepala musuh? Akankah tetap seru?

Square Enix meyakinkan bahwa mereka tidak akan memodifikasi hal lain selain konten yang satu ini. Bagaimana dengan mode zombie yang akan menjadi kekuatan utama COD: Black Ops II? Apakah Anda juga akan membunuh mereka dengan cara “sopan”? Untungnya, sensor ini tidak berlaku untuk mode zombie yang ada. Gamer Jepang masih memiliki kebebasan untuk melepaskan stress mereka dengan meledakkan mayat-mayat hidup ini hingga berkeping-keping.

Jika Anda termasuk gamer yang mencintai brutalitas dan kekejaman dalam perang skala masif, pastikan Anda tidak memilih COD: Black Ops 2 versi Jepang ini. Perang tanpa kesempatan menghancurkan musuh hingga berkeping-keping? No, thank you..

 

Load Comments

PC Games

August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…
June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…
June 17, 2021 - 0

JagatPlay: Interview dengan Tom Hegarty & John Ribbins (OlliOlli World)!

Tidak semua gamer mungkin pernah mendengar game yang satu ini,…

PlayStation

September 14, 2021 - 0

Review DEATHLOOP: Kesenangan Berulang, Berulang, Berulang!

Kami yakin sebagian besar dari Anda tentu saja sudah familiar…
September 8, 2021 - 0

Review Tales of Arise: Dahaga yang Terpuaskan!

Salah satu seri JRPG yang paling konsisten lahir di industri…
August 27, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Yasuhiro Kitao (Elden Ring)!

Impresi pertama yang begitu kuat dan mengagumkan, tidak ada lagi…
August 27, 2021 - 0

Impresi Elden Ring: Souls dengan Rasa Berpetualang!

Apa yang Anda pikirkan ketika mendengar nama From Software saat…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…