Review Call of Duty Black Ops – Declassified: Seri COD Terburuk!

Reading time:
November 28, 2012

Membicarakan Call of Duty berarti membicarakan salah satu franchise game FPS terbaik di industri game. Sejak kelahiran era Modern Warfare, Call of Duty berhasil menarik perhatian lewat kemampuannya membawa cerita dalam balutan sinematik ala Hollywood. Gamer dibawa untuk menikmati pertempuran yang tidak hanya menggelitik adrenalin untuk berpacu kencang, tetapi juga emosi yang melibatkan para karakter ikonik yang terus hadir dari satu seri ke seri lainnya. Kualitas inilah yang menjadikan Call of Duty menguasai industri game lewat beragam rekor penjualan mengagumkan selama beberapa tahun terakhir ini.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Activision merilis dua seri terbaru Call of Duty untuk tahun 2012 ini. Selain Call of Duty: Black Ops II yang berhasil memesona lewat serangkaian inovasi baru yang mereka tawarkan, Activision berusaha menjajal peruntungan baru dengan merilis seri kedua – Call of Duty Black Ops – Declassified yang ditujukan untuk PS Vita. Di satu sisi, kehadiran game ini juga menjadi pondasi baru untuk meningkatkan popularitas PS Vita yang nasibnya mulai terancam untuk jatuh menjadi Dreamcast generasi kedua. Digembar-gemborkan dan diklaim akan mengusung esensi COD dalam bentuk mobile, Declassified tentu saja berpotensi sukses seperti halnya COD untuk PC dan konsol. Untuk pertama kalinya pulalah, game ini akan dikembangkan oleh developer yang masih terdengar asing – Nihilistic. Namun sayangnya, seiring dengan progress permainan Anda, Anda akan mulai merasakan mimpi buruk dari seri terbaru ini.

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Call of Duty Black Ops – Declassified? Mengapa kami menyebutnya sebagai seri COD terburuk?

Catatan: Sebagian besar dari Anda mungkin tidak nyaman dengan kualitas gambar yang kami gunakan untuk review Call of Duty Black Ops – Declassified ini, jika dibandingkan dengan review-review game kami sebelumnya. Tanpa alasan, Activision ternyata datang dengan kebijakan absurd untuk seri yang satu ini. Game ini menihilkan fungsi screencap yang seharusnya dapat dilakukan dengan mudah dengan PS Vita. Oleh karena itu, kami terpaksa menggunakan kamera terbaik kami untuk membantu Anda mendapatkan sedikit gambaran. Ini hanyalah satu dari begitu banyak frustrasi yang Anda dapatkan dari COD versi PS Vita ini.

Tidak Seperti COD yang Dibayangkan!

Hampir sebagian besar gamer yang sempat mencicipi seri COD tentu setuju bahwa plot dan dramatisasi selalu menjadi dua kekuatan utama yang membuat franchise ini selalu memesona. Namun tidak untuk Black Ops – Declassified ini. Walaupun mengusung timeline yang akan menjadi jembatan untuk Call of Duty: Black Ops dan Black Ops II, gameplay buruk yang ada cukup untuk membuat Anda melupakan aspek yang satu ini. Anda akan tetap akan berperan sebagai dua karakter utama dari seri pertama: Frank Woods dan Alex Mason dan terlibat dalam mekanisme gameplay COD yang sama. Anda hanya perlu memastikan setiap musuh mati dengan senjata di tangan dan memastikan diri Anda selamat dalam proses ini. Namun sayangnya, Anda tidak akan terlibat dalam proses COD yang selama ini dikenal.

Anda akan berperan sebagai Frank Woods dan Alex Mason dan terlibat dalam perang antara timeline yang menjadi jembatan untuk Black Ops dan Black Ops II.. Jangan berharap Anda akan menemukan gameplay ala COD yang selama ini kita kenal. Declassified tak ubahnya sebuah game COD survival mode yang dipermak.

Alih-alih diceritakan dalam timeline single player ala COD, gameplay Call of Duty: Black Ops Declassified justru lebih mirip dengan mode survival yang sempat ditawarkan oleh seri-seri COD sebelumnya. Jika mode survival  meminta Anda untuk bertahan dari beragam gelombang musuh yang terus datang, Nihilistic sedikit merombak hal tersebut di Declassified. Sensasinya sendiri sama, namun berbeda pada misi yang menuntut Anda untuk bergerak. Seperti yang sudah dapat diprediksikan sebelumnya, bentuk gameplay seperti ini menghasilkan konsekuensi yang buruk. Permainan menjadi begitu dangkal, hanya meminta Anda untuk membunuh setiap musuh yang berada di setiap area saja dan bergerak ke ujung chapter. Setiap misi dapat diselesaikan dalam hitungan menit. Bagian terburuknya? Mereka bahkan tidak lagi mengusung dramatisasi yang selalu menjadi kekuatan utama dari COD. Anda hanya akan mendapat sedikit porsi ini di awal cerita dan langsung terlibat dalam gameplay linear ini.

Hilangnya dramatisasi, gameplay yang mirip survival mode, dan waktu penyelesaian per chapter yang begitu singkat menjadi kekurangan yang fatal. Sayangnya, Nihilistic tampaknya tidak akan berhenti sebelum mengubur seri PS Vita ini jauh ke dalam tanah dan membuat setiap gamer yang membeli versi originalnya kecewa. Seperti halnya survival mode pulalah, tidak ada kata checkpoint untuk setiap chapter yang ada. Benar sekali, sedikit saja teledor dan tidak sengaja tewas, maka Anda akan dipaksa untuk mengulang misi tersebut kembali dari awal. Buruknya lagi, Anda dipaksa harus menikmati cut-scene di awal tanpa kesempatan untuk melakukan skip sama sekali. Butuh kesabaran untuk menyelesaikan game yang satu ini.

Tidak ada lagi dramatisasi yang selama ini menjadi kekuatan COD. Anda hanya dibawa ke dalam setiap chapter, diberikan sedikit latar belakang cerita di awal misi, dan kemudian dilepas untuk membunuh semua musuh di sebuah area yang bisa diselesaikan dalam hitungan menit.  AI musuh? Anda tidak perlu takut. Mereka justru lebih buruk dibandingkan AI COD yang selama ini kita kenal.
Yang membuat frustrasi? Tidak ada sistem checkpoint sebagai imbas waktu misi yang hanya butuh hitungan menit. Akibatnya? Jika Anda teledor dan mati, maka Anda harus memulai misi dari awal kembali.

Jika Anda termasuk gamer yang sudah meremehkkan dan selalu memandang sebelah mata AI di franchise COD, maka Anda akan menemukan AI yang lebih buruk di Declassified. Seolah scripted, Anda akan menemukan gerak dan posisi musuh yang terus sama, berapa kalipun Anda mengulang misi yang sama. Hal ini diperparah dengan beberapa bug yang akan membuat para AI ini terus bergerak dan berlari melawan tembok tanpa alasan yang jelas. Dari semua seri COD, Declassified pantas mendapatkan predikat sebagai seri COD dengan AI terburuk.

Lantas bagaimana dengan penerapan fungsi touch screen PS Vita pada seri terbaru ini? Sayangnya, tidak cukup signifikan. Dua fungsi utama yang diterapkan padanya hanyalah untuk melakukan serangan melee dengan melakukan swipe pada layar, serta melemparkan granat dengan hanya melakukan drag dan menentukan posisi lempar. Dua hal yang akan jarang Anda lakukan selama memainkan seri ini. Padahal jika ingin ditilik lebih jauh, Nihilistic sebenarnya punya segudang kesempatan untuk memanfaatkan potensi PS Vita dengan tujuan utama: menciptakan pengalaman unik untuk Declassified ini. Hasilnya? Mereka justru terjebak pada mekanisme gameplay yang serupa, bahkan lebih buruk.

Pages: 1 2
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…
January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…

PlayStation

April 20, 2021 - 0

Review Outriders: Loot-Shooter Memuaskan!

Tidak mudah dikembangkan, jarang memuaskan, dan akan ikut tewas bersama…
April 7, 2021 - 0

Preview Outriders: Ternyata Lumayan Seru!

Ada banyak kasus dimana versi demo yang dikeluarkan oleh developer…
April 6, 2021 - 0

Preview NieR Replicant™ ver.1.22474487139… : Masa Lalu yang Baru!

Datang karena desain karakter yang sensual dan bertahan karena daya…
April 5, 2021 - 0

Review It Takes Two: Butuh Dua untuk Mencinta!

Berapa banyak dari Anda yang sempat mendengar nama Josef Fares…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…