Dragon Age III Akan “Meniru” Skyrim?

Reading time:
December 5, 2012

 

dragon age III inquisition

Sama-sama mengusung naga sebagai pondasi utama cerita, game RPG dari Bioware – Dragon Age memang menawarkan “identitas” yang serupa dengan mahakarya dari Bethesda – Skyrim. Sayangnya, selama beberapa seri terakhir, Bioware seolah melupakan apa yang membuat franchise ini begitu dicintai di masa lalu. Dipuja-puja di awal kemunculannya, Bioware justru dianggap “mengkhianati” inti Dragon Age karena mengusung sisi action yang terlalu kental di seri kedua. Lantas bagaimana dengan seri ketiga yang kini tengah dikembangkan? Untuk Anda yang penasaran seperti apa gameplay-nya, Anda mungkin mulai harus berkiblat pada Skyrim.

Bioware secara terbuka mengakui bahwa Skyrim memang tampil sebagai sebuah game action RPG yang mengagumkan. Oleh karena itu, hampir mustahil untuk tidak “dipengaruhi” oleh mekanisme yang ia tawarkan. Namun tidak serta merta sekedar meniru, mereka juga akan mengeksploitasi beberapa hal menarik yang mungkin tidak akan cocok diterapkan di Skyrim dan menjadikannya identitas unik untuk Dragon Age III. Hal inilah yang diungkapkan oleh GM dari Bioware sendiri – Aaryn Flynn. Ia mengakui bahwa seri terbaru dari Mass Effect dan Dragon Age memang sudah melenceng dari akarnya masing-masing dan Bioware berkeinginan untuk membawa mereka kembali. Game-game lawas Bioware seperti Baldur’s Gate dan Nevewinter Nights akan jadi acuan.  Sebagai konsekuensinya? Tidak ada lagi elemen aksi yang dominan, dan kembalinya eksplorasi sebagai kekuatan utama.

dragons
Let the dragons roar!

Menjadikan Skyrim sebagai kiblat dan eksplorasi sebagai kekuatan utama?  Ini tentu menjadi alasan ekstra untuk menantikan Dragon Age III: Inquisition yang masih terhitung “misterius” ini, apalagi untuk Anda yang memang kecewa dengan seri keduanya. Let the dragon roar!

 

 

Load Comments

PC Games

October 18, 2022 - 0

Review Uncharted Legacy of Thieves (PC): Drake Pindah Rumah!

Seperti apa performa dan fitur yang ditawarkan oleh Uncharted Legacy…
September 23, 2022 - 0

Review IMMORTALITY: Misteri Dalam Misteri Dalam Misteri!

Apa yang sebenarnya  ditawarkan oleh IMMORTALITY? Mengapa kami menyebutnya game…
August 19, 2022 - 0

Review Cult of the Lamb: Menyembah Setan Sambil Bertani!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Cult of the Lamb ini?…
August 10, 2022 - 0

Review Marvel’s Spider-Man Remastered PC: Siap Kembali Berayun!

Marvel's Spider-Man Remastered akhirnya tersedia di PC. Apa saja yang…

PlayStation

November 11, 2022 - 0

Review Sonic Frontiers: Gaya Baru, Lumayan Seru!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Sonic Frontiers ini? Mengapa kami…
November 10, 2022 - 0

Review Call of Duty – Modern Warfare II (Multiplayer): Seru yang Serupa!

Apa yang ditawarkan oleh mode multiplayer Call of Duty: Modern…
November 8, 2022 - 0

Wawancara dengan Eric Williams (God of War Ragnarok)!

Kami sempat berbincang-bincang dengan Game Director God of War Ragnarok…
November 3, 2022 - 0

Review God of War Ragnarok: Mitologi Penuh Aksi, Mitologi Penuh Hati!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh God of War Ragnarok ini?…

Nintendo

November 2, 2022 - 0

Review Bayonetta 3: Tak Cukup Satu Tante!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Bayonetta 3? Mengapa kami menyebutnya…
September 21, 2022 - 0

Review Xenoblade Chronicles 3: Salah Satu JRPG Terbaik Sepanjang Masa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…
August 4, 2022 - 0

Preview Xenoblade Chronicles 3: Seperti Sebuah Keajaiban!

Kesan pertama apa yang ditawarkan Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…
April 6, 2022 - 0

Review Kirby and The Forgotten Land: Ini Baru Mainan Laki-Laki!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kirby and the Forgotten…