NostalGame: The Legend of Dragoon

Reading time:

Apa yang Saya Sukai dari Legend of Dragoon?

Plot

The Legend of Dragoon 103
Pengorbanan, kematian, perang, dan beragam plot twist yang ada membuat skenario yang diusung Legend of Dragoon harus diakui sebagai salah satu yang terbaik di JRPG.

Epic, itu mungkin menjadi kata yang tepat untuk menggambarkan keseluruhan benang cerita yang dirajut oleh Sony untuk Legend of Dragoon. Walaupun berfokus pada cerita para Dragoon di masa kini, Sony berhasil membangun pondasi cerita dan hubungan konflik dari sebuah “legenda” berusaha puluhan ribu tahun dan menarik benang merah yang tepat di antara keduanya. Setiap karakter memiliki masa lalu dan motif kuat masing-masing, dengan “romantisme” dan kepibadian yang juga tidak kalah emmesona. Ketika memainkannya untuk pertama kali di masa lalu, ada banyak plot twist dan kejutan yang membuat Legend of Dragoon tidak hanya tampil luar biasa di sisi gameplay dan visualisasi, tetapi juga cerita. Walaupun pada akhirnya berakhir klise, hanya perihal menyelamatkan dunia dari sebuah kekuatan jahat utama yang sudah bernaung dan hidup selama ribuan tahun, Legend of Dragoon tetap pantas diakui sebagai salah satu game JRPG dengan kualitas cerita terbaik.

Transisi Menjadi Dragoon

The Legend of Dragoon 72
Dragoon mode!
The Legend of Dragoon 107
Dragoon Magic FTW!

Apa yang mendefinisikan seorang pahlawan super dan tidak bagi masa kecil sebagian besar dari kita? Jawabannya adalah transfomasi! Benar sekali, hampir sebagian besar sosok superhero yang kita kenal harus bertransformasi terlebih dahulu sebelum dapat menggunakan kekuatannya dengan super maksimal. Hal inilah yang mungkin menggambarkan kecintaan kami pada proses transisi menjadi Dragoon di game ini. Tidak hanya desainnya yang keren dengan bentuk sayap dan armor yang elegan, proses transisi dengan gaya dan teriakan penuh tenaga setiap karakter menjadi sumber energi ekstra selama pertempuran. Menjadi Dragoon seolah mewakili kepercayaan diri bahwa karakter Anda akan dapat mengalahkan musuh di depan mata dengan mudah. Meramunya dengan beragam serangan Dragon Magic yang luar biasa? Sempurna!

Addition yang Unik

The Legend of Dragoon 261
Sistem addition lah yang mendefinisikan keseluruhan sistem battle LOD dan membuatnya menjadi unik dan memorable.

Sebagian besar orang awam yang memperhatikan sebuah RPG turn-based biasanya akan melontarkan satu komentar yang sama, “Serangan kok gantian, sih? Kok musuhnya diam aja kalo diserang? Kok cuman main pilih menu doang, enggak ngapa-ngapaiin?”. Walaupun tidak menghilangkan semua stigma di atas, namun Legend of Dragoon mampu menyangkal bahwa game RPG cenderung bersifat pasif dan lebih banyak memperhatikan animasi gerakan daripada menikmati pertarungan yang ada. Sistem addition yang mencampurkan unsur ritmik dalam sistem pertarungan memang menghasilkan pengalaman unik tersendiri, sekaligus juga tantangan. Semakin sering digunakan, semakin kuat pula addition yang diandalkan. Ritme serangan dan akurasi tombol yang dibutuhkan berbeda untuk setiap addition dan karakter. Mengumpulkan dan membuka addition terkuat untuk setiap karakter juga menjadi “quest wajib” yang seringkali dilakukan oleh para gamer LOD.

Always the Exact Damage!

The Legend of Dragoon 33
Dalam kondisi yang serupa satu sama lain, damage yang dihasilkan oleh karakter Anda maupun musuh biasanya akan berujung pada angka yang sama. Sistem seperti ini tentu saja membuat startegi pertarungan lebih mudah untuk diterapkan. Anda tahu kapan saatnya harus menyerang dan bertahan.

Angka memang sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari sebuah game RPG. Ia merepresentasikan tingkat kerusakan yang berhasil Anda hasilkan untuk sang musuh, sekaligus juga indikator untuk merepresentasikan kekuatan setiap karakter. Namun berbeda dengan game RPG lain yang menyuntikkan status critical atau range kekuatan serangan yang beragam, hampir sebagian besar serangan di LOD menghasilkan angka damage yang pasti, sehingga mudah dikalkulasi. Contoh: jika menggunakan Burning Rush dari Dart untuk musuh A mampu menghasilkan damage 45, maka angka ini akan terus Anda temukan jika melakukan serangan yang sama untuk musuh yang sama di pertarungan selanjutnya, selama status karakter Anda tidak berubah. Damage pasti seperti ini juga membuat gamer lebih mudah menentukan peran setiap karakter, mana yang lebih cocok untuk dipertahankan sebagai penyerang dan mana yang menjadi support.

Divine Dragoon

divine dragoon
Epic!

Semua Dragoon memang menawarkan animasi transisi dan desain armor yang memanjakan mata. Namun dari semua varian yang ada, sang naga utama terkuat yang menguasai naga yang lain – Divine Dragoon harus diakui sebagai yang paling keren. Dengan kostum putih dan bentuk yang bulky, Divine Dragoon juga memiliki senjata canon di salah satu tangannya selain pedang mematikan di tangan yang lain. Sebagai yang terkuat dan paling keren di antara naga yang lain, hampir tidak mungkin bagi gamer LOD untuk tidak jatuh pada Dragoon yang satu ini, apalagi ketika Dart menjadi pewarisnya setelah wafatnya Llyod. Proses transisi dan animasi Dragon Magic nya juga terlihat begitu destruktif. Menyebutnya sebagai naga yang paling berbahaya, Sony berhasil menciptakan atmosfer yang dengan tepat merepresentasikan image tersebut.

One of the Best Playstation’s FMV Ever!

Jika kita membicarakan salah satu FMV terbaik di periode tahun 1999-2000, di masa keemasan Playstation sebagai konsol paling populer, maka sebagian besar gamer akan langsung menunjuk Final Fantasy VIII. Tidak perlu berpetualang jauh-jauh, pertarungan awal antara Squall dan Seifer di scene awal saja cukup untuk merepresentasikan kualitas tersebut. Namun pandangan tersebut mungkin akan langsung berubah begitu Legend of The Dragoon dijajal. Tidak hanya menawarkan detail yang lebih baik dan animasi gerak yang lebih halus, ia juga menjadi bentuk visualisasi untuk menggambarkan perang epik antara para Winglies dan Dragoon yang tidak tergantikan. Bahkan cukup untuk memosisikannya sebagai FMV paling epik yang ada, walaupun tidak menonjol secara kuantitas. FMV perang antara Winglies dan Dragoon dan FMV ending di LOD membuatnya tidak hanya setara, tetapi juga lebih baik daripada FF VIII.

Kamera Sinematik

The Legend of Dragoon 99
Sudut kamera yang sinematik membuat pengalaman LOD begitu memanjakan mata di masa lalu.

Sebagian besar kamera yang diusung LOD memang mengambil sudut isometrik atau dari sisi kepala yang memang terkesan kaku ketika sedang berpetualang. Namun kesan ini akan berubah 180 derajat ketika party mulai terlibat dalam encounter, apalagi dalam posisi satu lawan satu. Anda akan dihadapkan pada sudut kamera isometrik yang memanjakan mata. Tidak hanya dalam battle, sudut kamera sinematik ini juga dapat diterapkan pada setiap cut-scene yang ada. Walaupun visualisasi detail karakternya terlihat cukup absurd dan “rendahan” jika dibandingkan dengan teknologi gaming saat ini, namun di masa lalu kamera seperti ini membuat LOD menjadi jauh lebih mudah untuk dinikmati dan terlihat keren.

Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

September 29, 2021 - 0

Review SAMUDRA: Dalam Lautan Dalam Pesan!

Berkembang dengan signifikan selama beberapa tahun terakhir ini, para talenta…
August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…
June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…

PlayStation

October 15, 2021 - 0

Review Demon Slayer – Kimetsu no Yaiba- The Hinokami Chronicles: Pemuas Para Fans!

Meledak dan langsung menjadi salah satu anime yang paling dicintai…
October 6, 2021 - 0

Review Far Cry 6: Revolusi yang Minim Revolusi!

Sebuah franchise shooter andalan, posisi inilah yang harus dipikul oleh…
October 1, 2021 - 0

Review Lost Judgment: Peduli Rundungi!

Sebuah langkah yang jenius atau ekstrim penuh resiko yang terhitung…
September 27, 2021 - 0

Review Diablo II Resurrected: Bentuk Baru, Cinta Lama!

Blizzard dan kata “remaster” sejauh ini memang bukanlah asosiasi yang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…