Review Tomb Raider: Petualangan Lara Croft dengan Sensasi Berbeda!

Reading time:

Lara Croft dengan Sensasi Baru

Tomb Raider 1841
I am not the same Lara Croft that you used to know..

Menyebut nama Lara Croft dan franchise yang ia sandang – Tomb Raider, maka sebagian besar gamer lawas yang familiar dengan seri-seri awalnya mungkin akan langsung mengasosiasikan nama ini dengan salah satu game platformer tersulit yang pernah ada di industri game. Tomb Raider memang identik dengan sebuah game penuh lompatan sulit, puzzle yang akan dengan cepat membuat mata Anda berkunang-kunang, serta pertarungan melawan berbagai ancaman yang butuh perhitungan. Dengan dual-wielding pistol-nya, Lara Croft tidak hanya menjelma menjadi karakter wanita penuh sensualitas, tetapi juga ikon yang merepresentasikan sebuah franchise dengan tingkat kesulitan yang menantang. Ada kebanggaan tersendiri begitu Anda berhasil menyelesaikannya. Semua identitas ini dibongkar dan diluluhlantakkan oleh Crystal Dynamics, yang membangun seri reboot Tomb Raider dengan cita rasa yang benar-benar baru.

Sebelum kita terlibat lebih jauh, perlu diingat bahwa skill bertahan hidup, bertarung, dan menggunakan senjata Lara Croft muda ini bukanlah sesuatu ia dapatkan secara instan di Yamatai. Di beberapa percakapan dan monolog yang ada, Croft sudah memiliki dasar lewat latihan intensifnya dengan sang guru – Roth. Oleh karena itu, terlepas dari minimnya pengalaman  Lara berhadapan dengan beragam ancaman yang siap untuk merenggut nyawanya kapan pun, tidak perlu diragukan ia mampu menangani beragam senjata, perjalanan yang membutuhkan kemampuan fisik, dan keberanian.

Tomb Raider 229
Jangan bingung dengan kehandalan Lara untuk menggunakan senjata dan kecekatan fisiknya. Lewat monolog dan percakapan yang ada, Lara sendiri sudah dibekali dengan kemampuan bertahan hidup dari sang guru – Roth.
Tomb Raider PART 2 7
Animasi gerak yang disuntikkan oleh Crystal Dynamics begitu mengalir dan dinamis. Ia akan secara otomatis berada dalam mode cover ketika bergerak mendekati dinding terdekat.
Tomb Raider 180
Tidak hanya kamera yang berjalan sinematik, Anda juga akan dilibatkan dalam beberapa QTE dan dramatisasi cerita yang memang harus diakui, berhasil membuat atmosfer gameplay intens.

Berbeda dengan game Tomb Raider selama ini, seri reboot ini memang mengikuti tren sebagian besar game action bertema sama yang hadir di pasaran, terlebih lagi franchise Naughty Dog – Uncharted. Kamera akan berjalan dengan sisi yang sangat sinematik dan penuh dramatisasi, memastikan gamer untuk dapat melihat dengan jelas gerak Lara dan termasuk arah utama yang seharusnya ia ambil. Ini tentu saja menjadi formula yang tepat untuk menawarkan sisi eksplorasi yang memanjakan mata. Gerak Lara Croft sendiri dibangun dengan animasi yang mengalir dan dinamis, dengan gerak yang akan bertransformasi dengan cepat ketika sedang berada dalam siaga tarung, berlindung di balik tembok, atau sekedar berjalan mengeksplorasi setiap area yang ada. Lara masih bisa melompat tinggi, memanjat, dan tentu saja menggunakan obornya, tidak hanya untuk menerangi area yang gelap, tetapi juga beberapa puzzle yang ada.

Lantas bagaimana dengan sisi actionnya sendiri? Tidak ada yang berbeda dibandingkan dengan game-game action pada umumnya. Croft akan dibekali dengan empat senjata utama: panah, shotgun, machine gun, dan pistol. Setiap senjata ini juga akan dibekali dengan mode tembak alternatif untuk beradaptasi dengan beberapa situasi, seperti machine gun dengan grenade launcher, ataupun shotgun yang mampu melontarkan peluru yang lebih terpusat. Panah yang tengah menjadi tren tentu saja menjadi jawaban ketika Anda berusaha untuk menghabisi para prajurit Mathias secara stealth. Sementara tiga senjata lainnya dapat diandalkan ketika Lara terjebak dalam konflik terbuka dengan desingan peluru yang terus meluncur. Berhadapan dengan granat dengan serangan melee, Lara juga dibekali dengan kemampuan untuk menghindar dengan cepat. Seiring dengan progress permainan, kemampuan ini akan bertransformasi menjadi sebuah bentuk counter yang bisa dibarengi dengan instant kill. Sementara untuk Anda yang terobsesi untuk bermain secara stealth, tidak hanya panah, Anda juga menghabisi setiap musuh dari belakang.

Tomb Raider 143
Layaknya sebuah game action third-person shooter yang ada, Lara tentu saja dibekali dengan empat jenis senjata utama untuk menetralisir setiap ancaman yang ada.
Tomb Raider PART 2 91
Seiring dengan progress permainan yang ada, Lara juga dimungkinkan untuk melakukan beragam gerakan eksekusi yang menjamin instant kill.
Tomb Raider 217
Obor dengan pemantik ini akan memainkan peranan yang sangat krusial.

Lara Croft juga akan dibekali dengan beragam perlengkapan untuk memperkuat sisi eksplorasi yang ada. Ia tidak mungkin hanya dapat bertahan hidup dan bergerak dengan hanya sekedar berlari, memanjat, dan melompat. Ada pike yang akan membantu Anda tidak hanya membuka beragam peti dan pintu yang ada, tetapi juga memanjat daerah berbatuan untuk menuju ke tempat yang lebih tinggi. Ada panah dengan tali untuk bergerak lintas area dengan cepat, apalagi dengan katrol yang bisa Anda dapatkan seiring dengan progress permainan. Namun yang paling penting di antara semua itu? Sebuah obor dengan pemantik yang akan menjadi kunci untuk sebagian besar puzzle yang Anda temukan. Puzzle? Benar sekali, Lara tidak hanya harus mengandalkan fisik, tetapi juga kemampuan nalar otaknya. Jangan panik, Anda tidak akan berhadapan dengan puzzle ala Tomb Raider lawas yang mengundang frustrasi. Puzzle di Tomb Raider reboot ini memang terhitung jauh lebih sederhana dan dapat diselesaikan jika Anda menemukan hubungan antara para elemen yang ada. Tidak perlu takut terlebih dahulu.

Tomb Raider 3111
Lara juga akan dibekali dengan sejumlah perlengkapan untuk membantunya menyelesaikan beberapa rintangan yang ada, termasuk menyelesaikan puzzle yang tetap dihadirkan di seri reboot ini.
Tomb Raider 261
Walaupun mengusung satu garis cerita yang linear, Anda tetap memiliki kebebasan untuk mengeksplorasi sudut Yamatai sesuka hati. Ada sejumlah side mission dalam bentuk harta karun, makam, dan berbagai artifak yang bisa Anda temukan.
Tomb Raider 283
Tenang saja, sebuah peta akan disediakan untuk membantu Anda melacak beragam area penting yang pantas untuk dilirik.

Berbeda dengan seri-seri sebelumnya, Tomb Raider reboot ini boleh dikategorikan sebagai sebuah game open-world. Walaupun cerita akan membawa Anda pada satu jalur gerak tertentu, namun Anda selalu punya kebebasan untuk mengeksplorasi sudut pulau Yamatai yang lain, apalagi dengan kehadiran fungsi fast travel yang ada. Percayalah, Yamatai memiliki segudang misteri dan side mission untuk Anda selesaikan. Selain mencari artifak dan harta karun yang bertebaran, ada beberapa harta karun dalam makam yang bisa Anda invasi untuk mengukuhkan identitas Anda sebagai “The Tomb Raider”. Lara juga akan dibekali dengan sebuah peta yang terus ter-update untuk mengetahui point of interest apa saja yang berada di sekitar keberadaan Anda. Keuntungannya? Anda berkesempatan untuk membuka part senjata dan salvage points dalam kuantitas yang cukup besar. Untuk apa kedua elemen ini? Kita akan membahasnya di part selanjutnya.

Melihat Sang Karakter Ikonik Tumbuh

Tomb Raider 114
Api unggun yang akan Anda temukan di sepanjang permainan tidak hanya akan menjadi basis fast travel Anda, tetapi juga tempat untuk mempersenjatai Lara dengan kemampuan dan senjata yang lebih kuat.

Crystal Dynamics memang harus diakui berhasil menciptakan keterikatan emosional yang kuat lewat tema Lara Croft muda yang diusungnya di seri reboot ini. Alih-alih memainkan sosok Lara yang sudah mapan dan tangguh, Anda akan terlibat dalam petualangan pertamanya yang rapuh dan penuh rintangan. Tidak hanya itu saja, Anda juga berkesempatan untuk berperan besar dan menjadikannya tumbuh lebih kuat dan mematikan. Semua berkat sistem skill dan weapon upgrade yang disuntikkan Crystal Dynamic ke dalamnya.

Tomb Raider 44
Ada dua elemen penting di Tomb Raider reboot ini: experience points dan salvage points. Exp points akan memberikan skill points ketika terakumulasi dalam jumlah tertentu, sementara salvage memungkinkan Anda untuk memperkuat senjata yang ada. Ada banyak cara untuk mendapatkan kedua poin ini, dari membunuh, menghancurkan peti, mencari harta karun dan efektif, hingga manjarah makam tertentu.

Selama mengeksplorasi luasnya pulau Yamatai, mencari harta karun, sekedar berburu, melakukan loot pada mayat musuh yang berhasil Anda bunuh, atau menjarah makan rahasia yang Anda temukan, Lara akan mendapatkan sejumlah salvage points dan Exp Points yang terus terakumulasi. Seperti halnya intergrasi serupa yang dilakukan oleh game lain, experience points yang terkumpul dalam jumlah yang cukup akan memberikan Anda skill points yang dapat didistribusikan untuk skill-skill tertentu yang ada, dari membuat Lara lebih tahan serangan, melakukan instant kill dengan beragam senjata, hingga menampung amunisi senjata lebih banyak. Sementara itu, salvage points memainkan peranan krusial di sisi equipment.

Tomb Raider 158
Salah satu skill yang dapat Anda ambil.
Tomb Raider 294
Menggunakan panah dan bermain secara stealth memang seru, namun bukan berarti Anda bisa melupakan senjata lainnya.

Di sisi senjata, eksplorasi yang Anda lakukan akan memberikan dua keuntungan utama: Salvage points dan part. Mengumpulkan part dalam jumlah tertentu berarti memberikan kesempatan bagi senjata Anda untuk dimodifikasi menjadi bentuk lebih kuat yang menawarkan fitur yang lebih beragam. Di sinilah, salvage points berperan, untuk membuka beragam fungsi dan fitur senjata yang sudah ada. Anda bisa memperkuat tarikan sang busur untuk membuat panah Anda dapat menembus beragam armor, menjadikan shotgun Anda memiliki alternatif fungsi tembak, atau sekedar membuat akurasi machine gun Anda lebih dapat diandalkan. Kedua hal ini tentu saja saling mempengaruhi. Namun perlu diingat, panah bukanlah jawaban untuk semua ancaman yang akan Anda hadapi sehingga Anda juga perlu berfokus untuk memperkuat senjata yang lain.

Tomb Raider 3032
Lewat berbagai skill dan senjata yang ada, Anda akan melihat bagaimana sosok Lara tumbuh dari yang diburu menjadi pemburu handal.

Lewat dua fungsi ini, Anda akan melihat bagaimana Lara tumbuh dari seorang karakter yang lemah menjadi heroine ikonik yang tidak hanya sekedar bertahan hidup di Yamatai, namun berjuang untuk seesuatu yang menurutnya berharga.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

PC Games

May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…
May 19, 2021 - 0

Review Rising Hell: Melompat Lebih Tinggi!

Kualitas game indie yang semakin solid, tidak ada lagi kalimat…
May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…

PlayStation

June 11, 2021 - 0

Review Ninja Gaiden – Master Collection: Bak Tebasan Pedang Tua!

Apa nama franchise yang menurut Anda melekat pada nama Koei…
June 8, 2021 - 0

Review Ratchet & Clank – Rift Apart: Masuk Dimensi Baru!

Menyebut Insomniac Games sebagai salah satu developer first party tersibuk…
June 8, 2021 - 0

Preview Guilty Gear Strive: LET’S ROCK!

Nama besar Arc System Works sebagai salah satu developer game…
May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…