Review Tomb Raider: Petualangan Lara Croft dengan Sensasi Berbeda!

Reading time:

Kesimpulan

Tomb Raider PART 2 21
Keberanian untuk melakukan reboot sebuah franchise yang sudah melekat kuat di hati gamer memang bukan pekerjaan yang mudah, namun Crystal Dynamics boleh dikatakan berhasil melakukan pekerjaan yang mengagumkan dengan Tomb Raider ini. Mengambil cerita petualangan awal Lara, Anda dibawa dalam sebuah perjalanan penuh tragedi, kepiluan, dan sebuah kisah yang berhasil membentuknya menjadi heroine yang selama ini kita kenal.

Keberanian untuk melakukan reboot sebuah franchise yang sudah melekat kuat di hati gamer memang bukan pekerjaan yang mudah, namun Crystal Dynamics boleh dikatakan berhasil melakukan pekerjaan yang mengagumkan dengan Tomb Raider ini. Mengambil cerita petualangan awal Lara, Anda dibawa dalam sebuah perjalanan penuh tragedi, kepiluan, dan sebuah kisah yang berhasil membentuknya menjadi heroine yang selama ini kita kenal. Mekanisme open-world yang dipadukan dengan sisi action sinematik juga menawarkan sensasi yang jauh berbeda, namun tentu, tetap membuatnya mudah untuk dinikmati. Bagian terbaiknya? Anda  akan merasakan keterikatan emosional yang kuat dengan karakter yang satu ini lewat rangkaian cerita dan elemen yang ada, membuat Anda ingin terus memastikannya tidak tersakiti oleh apapun. Klise memang, namun Crystal Dynamic terbukti berhasil melakukannya.

Apakah lantas game ini datang tanpa kekurangan? Ada beberapa hal yang pantas untuk dicatat, terutama dari animasi gerak yang ada. Dalam keadaan tenang, animasi geraknya sendiri memang tidak bercela, namun begitu Anda terlibat dalam situasi genting yang memaksa untuk bergerak cepat, Anda akan menemukan beberapa lompatan animasi gerak yang mudah terlihat. Selain itu, senjata alternatif lain Lara, terutama Shotgun harus diakui terlalu overpowered. Berbekalkan senjata ini, Anda bisa dengan mudah tampil begitu mematikan ketika terlibat dalam perang frontal. Hasilnya? Hampir tidak ada kebutuhan untuk bermain secara stealth, selain untuk kepuasan pribadi semata. Kekurangan yang lain? Ekspektasi terhadap TressFX yang tidak terpenuhi dengan baik. Pada akhirnya, fitur kosmetik ini tidak merepresentasikan beragam klaim yang sempat diluncurkan sebelumnya.

Namun terlepas dari kekurangan yang ada, seri reboot Tomb Raider ini harus diakui, merupakan sebuah produk yang sangat mengagumkan dan akan membuat insting gamer Anda terpuaskan. Memang, ia datang dengan beberapa mekanisme yang mungkin akan membuat Anda merasa familiar dengan franchise kompetitor yang lain, namun sejauh ini, Crystal Dynamics membuktikan bahwa ini menjadi formula yang tepat untuk menghidupkan kembali sosok Lara Croft yang mulai tenggelam. Sebuah game yang HARUS Anda jajal dan antisipasi seri kelanjutannya. Welcome back, Lara!

Kelebihan

 

Tomb Raider 1861
Kamera sinematiknya yang pantas untuk diacungi jempol!

 

  • Plot
  • Mekanisme open-world yang akan mendorong Anda terus mengeksplorasi Yamatai
  • Animasi gerak yang dinamis
  • Kamera yang sinematik
  • Dramatisasi yang epik
  • Sistem skill dan upgrade senjata
  • Beragam side mission dengan puzzle yang cukup menantang
  • TressFX (versi PC) yang menawarkan sisi visual yang lebih baik
  • Desain setting dan karakter jempolan
  • Beragam adegan kematian yang brutal
  • Background music

Kekurangan

Tomb Raider 68
Di beberapa scene yang cepat, Anda akan menemukan lompatan animasi yang membuatnya tidak terlihat mengalir.
  • Senjata diluar panah yang terlalu overpower, menihilkan kebutuhan untuk bermain stealth
  • Potensi TressFX yang masih belum  maksimal
  • Lompatan animasi gerak yang terkadang terjadi

Cocok untuk gamer: pecinta franchise Tomb Raider, yang membutuhkan game action dengan kualitas tinggi.

Tidak cocok untuk gamer: yang melihat Lara Croft hanya sebagai ikon sensualitas belaka.

 

 

 

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

PC Games

May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…
May 19, 2021 - 0

Review Rising Hell: Melompat Lebih Tinggi!

Kualitas game indie yang semakin solid, tidak ada lagi kalimat…
May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…

PlayStation

June 11, 2021 - 0

Review Ninja Gaiden – Master Collection: Bak Tebasan Pedang Tua!

Apa nama franchise yang menurut Anda melekat pada nama Koei…
June 8, 2021 - 0

Review Ratchet & Clank – Rift Apart: Masuk Dimensi Baru!

Menyebut Insomniac Games sebagai salah satu developer first party tersibuk…
June 8, 2021 - 0

Preview Guilty Gear Strive: LET’S ROCK!

Nama besar Arc System Works sebagai salah satu developer game…
May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…