Review MicroPack G2 Terminator: Mouse Gaming Murah dengan Fungsi Makro!

Reading time:
Micropack Terminator G2 4
Mouse Gaming MicroPack G2 Terminator

Apa indikator yang paling tepat untuk memastikan apakah sebuah peripheral memang pantas menyandang nama “gaming” di dalamnya? Sebagian besar gamer PC mungkin menyoroti pada kemampuannya untuk memberikan kenyamanan gaming untuk waktu yang lebih lama, memberikan fungsi yang lebih efektif dan efisien ketika menyelesaikan game tertentu, atau sekedar merepresentasikan bentuk dan kemewahan dalam skala tertentu. Salah satu yang tengah berjuang untuk masuk ke dalam pasar yang satu ini? Tidak lain dan tidak bukan adalah MicroPack. Sempat mengirimkan beberapa sampel ke meja redaksi Jagat Play beberapa waktu yang lalu, MicroPack kini hadir kembali dengan sebuah varian mouse gaming – G2 Terminator.

Lantas apa yang sebenarnya ditawarkan oleh peripheral yang satu ini? Apa yang membuat produk yang satu ini menarik untuk dilirik?

Desain dan Fitur

Micropack Terminator G2 9
Bentuk yang penuh lekukan tajam dan perpaduan warna merah-hitam memang meninggalkan kesan G2 Terminator yang garang. Setidaknya membuatnya terlihat seperti mouse gaming secara kasat mata.

Bulky, ini mungkin menjadi kesan pertama yang Anda dapatkan ketika melihat bentuk G2 Terminator ini untuk pertama kalinya. Dengan bagian belakang yang terlihat maskulin dengan lekukan tajam di kedua sisinya, G2 Terminator memperlihatkan sisi garang yang begitu kental. Perpaduan warna merah dan hitam yang diusungnya, dengan sebuah logo kecil di bagian belakang juga menjadi salah satu kekuatan yang di sisi lain, mampu menampilakn sisi kosmetik yang terhitung cukup elegan. Setidaknya cukup untuk memberikan kesan sebuah mouse gaming yang kental bagi mata gamer manapun yang memandangnya, untuk pertama kali.

Micropack Terminator G2 22
Selain tiga tombol utama untuk kebutuhan navigasi, Anda juga mendapatkan dua tombol ekstra di sisi kiri untuk fugnsi yang dapat Anda modifikasi di masa depan.
Micropack Terminator G2 40
Tidak hanya di sisi desain, G2 Terminator juga diperkuat dengan lampu LED si seputaran untuk sisi kosmetik yang lebih menarik.
Micropack Terminator G2 20
Tampak belakang.

Dengan tiga tombol utama untuk fungsi navigasi utama, G2 Terminator juga didukung dengan beberapatombol ekstra. Dua tombol di sisi kiri memang memiliki fungsi default forward – back, namun dapat diganti di masa depan untuk fungsi yang lebih Anda butuhkan. Di bagian tengah mouse, Anda akan mendapatkan sebuah tombol kecil untuk mengatur empat tingkat sensivitas secara real-time. G2 Terminator juga dilengkapi dengan ragam tombol LED di setiap sisinya, untuk meningkatkan kualitasnya di sisi visual. Sayangnya, tanpa ada kesempatan untuk mengkustomisasi warna atau pola geraknya sendiri.

Lantas fitur apa saja yang diklaim mampu dihadirkan oleh MicroPack G2 Terminator yang satu ini?

Spesifikasi

  • Avago professional-class A3050 optical sensor.
  • Up to 1000bit/s USB high-speed transmission rate.
  • 16g built-in weight, 21g(3 pcs x 7g) independent demolition weight design adjuster.
  • The professional-class gaming driver.
  • Fashion cool LED breathing lights.
  • Omron 5,000,000 times . extra long life and high quality microswitch
  • Unique stream-lined sports car shape design.
  • Anti – lnterference magnetic ring and nano-tensile nylon mouse cable with gold -plated USB plug, USB 2.0 interface, super high speed transmission rate.

Mouse Gaming G2 Terminator, Seberapa Nyaman?

Micropack Terminator G2 18
G2 Terminator, Seberapa Nyaman?

Salah satu yang cukup menarik perhatian adalah desain kedua tombol klik yang dibentuk dengan tekstur menyerupai sebuah kayu. Bagi mereka yang melihatnya sekilas pandang, G2 Terminator mungkin terlihat dibangun dengan menggunakan kayu bernilai tinggi atau sejenisnya. Pilihan yang boleh terbilang terhitung menarik, terlepas dari build-nya yang dibentuk dari plastik. Dengan build seperti ini, memang harus diakui sedikit lebih sulit untuk menggunakan G2 Terminator ini dalam waktu yang cukup lama, mengingat keringat berlebih yang mungkin berkumpul di ujung jari. Ini tentu saja mengancam grip yang mungkin Anda butuhkan dan terasa lebih licin. Masalah yang lebih serius akan muncul jika Anda secara tidak sengaja menyentuhnya dengan tangan yang berminyak ataupun kotor.

Micropack Terminator G2 14
Salah satu yang menarik adalah tekstur tombol utamanya yang terlihat seperti kayu, meninggalkan kesan yang elegan. Sayangnya, build plastiknya membuatnya mudah licin.
Micropack Terminator G2 38
Bagi Anda yang cukup sensitif dengan masalah berat, G2 Terminator memungkinkan Anda untuk melakukan kustomisasi untuk elemen yang satu ini.

Dengan besarnya bagian belakang G2 Terminator, mouse ini mungkin akan terasa nyaman untuk gamer PC yang bertangan besar, namun butuh sedikit adaptasi untuk mereka yang bertangan lebih kecil. Mereka yang tidak mampu menggenggam mouse ini secara utuh harus mengubah gaya genggam dari palm grip menjadi claw grip, setidaknya untuk memastikan gerak yang lebih presisi dan kemudahan untuk mengakses beragam tombol yang ada. Untuk mereka yang seringkali mempermasalahkan berat, MicroPack juga memberikan kesempatan untuk memodifikasi elemen yang satu ini lewat tiga pemberat yang juga disertakan di dalamnya.

Micropack Terminator G2 48
Dari semua game yang kami ujikan untuknya, MicroPack G2 Terminator mampu mengatasi setiap tantangan ini dengan baik.

Anda tidak bisa menyebut sebuah peripheral sebagai perangkat gaming yang mumpuni jika ia tidak mampu membuktikan di dalam fungsi utama yang seharusnya mampu ia taklukkan – gaming. Ada tiga genre yang kami sertakan untuk menjadi bahan uji bagi G2 Terminator yang satu ini. Kami menjajalnya di DOTA 2 untuk MOBA, Metro Last Light untuk FPS, dan Company of Heroes 2 (Beta Test) untuk RTS. Kemampuannya untuk melakukan proses navigasi dan presisi yang ditawarkan membuat G2 Terminator dapat diandalkan untuk game-game yang kami ujikan ini, terutama untuk Metro Last Light dan Company of Heroes 2 yang memang tidak banyak membutuhkan gerak tombol yang kompleks. Sensivitas mungkin menjadi masalah tersendiri di DOTA 2. Terbatasnya pilihan untuk mengatur sensivitas yang ada membuat kami harus membiasakan diri kembali lagi, sebelum dapat menggunakan G2 Terminator ini secara maksimal.

Pages: 1 2
Load Comments

PC Games

September 23, 2022 - 0

Review IMMORTALITY: Misteri Dalam Misteri Dalam Misteri!

Apa yang sebenarnya  ditawarkan oleh IMMORTALITY? Mengapa kami menyebutnya game…
August 19, 2022 - 0

Review Cult of the Lamb: Menyembah Setan Sambil Bertani!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Cult of the Lamb ini?…
August 10, 2022 - 0

Review Marvel’s Spider-Man Remastered PC: Siap Kembali Berayun!

Marvel's Spider-Man Remastered akhirnya tersedia di PC. Apa saja yang…
August 2, 2022 - 0

Review Beat Refle: Pijat Refleksi Super Seksi!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Beat Refle ini? Mengapa kami…

PlayStation

September 1, 2022 - 0

Wawancara dengan Shaun Escayg dan Matthew Gallant (The Last of Us Part I)!

Kami sempat berbincang-bincang dengan Shuan Escayg dan Matthew Gallant terkait…
August 31, 2022 - 0

Review The Last of Us Part I: Lebih Indah, Lebih Emosional!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh The Last of Us Part…
August 26, 2022 - 0

Review Soul Hackers 2: Kumpul Iblis, Selamatkan Dunia!

Bagaimana dengan pengalaman yang ditawarkan oleh Soul Hackers 2 ini?…
August 25, 2022 - 0

Review Playstation Plus Tier Baru: Ambil EXTRA, Abaikan DELUXE!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Playstation Plus Tier Baru ini?…

Nintendo

September 21, 2022 - 0

Review Xenoblade Chronicles 3: Salah Satu JRPG Terbaik Sepanjang Masa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…
August 4, 2022 - 0

Preview Xenoblade Chronicles 3: Seperti Sebuah Keajaiban!

Kesan pertama apa yang ditawarkan Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…
April 6, 2022 - 0

Review Kirby and The Forgotten Land: Ini Baru Mainan Laki-Laki!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kirby and the Forgotten…
March 25, 2022 - 0

Review Chocobo GP: Si Anak Ayam Kini Serakah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Chocobo GP ini? Mengapa…