Review Sound Card Gaming Creative SB ZX: Sempurnakan Pengalaman Audio!

Reading time:
September 9, 2013

The Experience

 

Kami mengandalkan headset Creative SB Tactic3D Rage sebagai pintu gerbang utama untuk menilai seberapa signfikan perbedaan yang ditawarkan oleh sound card SB ZX yang satu ini.
Kami mengandalkan headset Creative SB Tactic3D Rage sebagai pintu gerbang utama untuk menilai seberapa signfikan perbedaan yang ditawarkan oleh sound card SB ZX yang satu ini.

Selain sebuah sound card yang bisa Anda sematkan ke PC Anda, Creative Sound Blaster ZX juga memuat sebuah peripheral volume control yang memungkinkan Anda untuk mengatur volume secara real-time, sekaligus menyediakan port sederhana untuk menghubungkan perangkat audio Anda langsung. Terlepas dari semua port dan fitur yang ia tawarkan, kami sendiri menjajalnya dengan perangkat yang lebih banyak digunakan oleh gamer untuk mendapatkan efek yang lebih signifikan. Untuk itu kami menggunakan Creative SB Tactic3D Rage dengan port jack 3.5 mm untuk membantu memberikan sedikit gambaran.

Dukungan software yang mumpuni, ini mungkin menjadi kalimat yang paling tepat untuk menggambarkan apa yang ditawarkan oleh Creative Sound Blaster ZX ini. Selain spesifikasi teknis yang memungkinkan Anda untuk mendapatkan suara yang lebih baik, driver menjadi pintu gerbang utama untuk merasakan perubahan pengalaman audio dari standar menjadi lebih baik. Ada segudang opsi yang ditawarkan oleh Creative kali ini, dan semuanya berjalan dengan sangat baik.

Masalah terbesar dari menggunakan jack 3.5 mm pada Creative SB Tactic3D Rage adalah bahwa ia tidak akan didukung oleh driver layaknya ketika dihubungkan dengan menggunakan USB. Hasilnya? Lebih besar pengalaman Anda justru ditentukan oleh kualitas sound-card add-on yang harus diakui, tidak istimewa. Suara berjalan stereo dengan ruang suara yang sempit, tanpa merepresentasikan kualitas Tactic3D Rage yang sebenarnya jauh bisa lebih optimal. Di area inilah, Creative Sound Blaster ZX mengambil alih peran yang ada. Dengan fitur SBX Pro Studio, Equalizer, Scout Mode, dan Crystal Voice, Creative berusaha memfasilitasi setiap kebutuhan yang ada.

Driver mumpuni akan memberikan efek modifikasi audio yang Anda butuhkan secara real-time.
Driver mumpuni akan memberikan efek modifikasi audio yang Anda butuhkan secara real-time.
Tiga fitur utama yang terasa sangat kentara: SB Pro Studio, Equalizer, dan Scout Mode. Ketiga senjata utama inilah yang akan mengubah cara Anda mempersepsi audio.
Tiga fitur utama yang terasa sangat kentara: SB Pro Studio, Equalizer, dan Scout Mode. Ketiga senjata utama inilah yang akan mengubah cara Anda mempersepsi audio.

Luang adalah perbedaan signifikan pertama yang akan Anda rasakan begitu Anda menjajal sound card yang satu ini dan mulai memainkan SBX Pro Studio yang ada. Untuk menghasilkan efek surround yang mumpuni, fitur ini terhitung berhasil. Ruang suara sempit dengan treble kentara yang didapatkan dari sound card on-board seolah sirna begitu Anda mengaktifkan fitur yang satu ini. Ruang suara menjadi lapang dengan memosisikan suara Anda di sentra ruangan. Perbedaan elemen dan detail suara juga kini lebih mudah dibedakan, daripada sekedar mengandalkan suara stereo.

Terlepas dari Crystal Voice yang tentu tidak lagi diragukan kemampuannya untuk membantu Anda menghasilkan suara yang lebih jernih, Scout Mode adalah primadona tersendiri, sebuah identitas yang menjadikan Creative SB ZX ini pantas menyandang nama sebuah sound card gaming. Intinya sederhana, dengan menaikkan elemen suara tersendiri, Scout Mode akan memungkinkan headset menangkap suara-suara spesifik secara signifikan. Scout Mode menjadi esensial karena ia akan membantu Anda menangkap suara derap kaki, tembakan, atau sekedar percakapan di dalam game, walaupun dalam jarak yang terhitung jauh. Untuk game-game FPS kompetitif, fitur ini tentu saja optimal. Kami sendiri menjajalnya di Counter Strike: Global Offensive dan sebuah film untuk memerhatikan sesignifikan perbedaan yang ada. Walaupun tidak terlalu kentara di telinga kami, namun mengaktifkan Scout Mode memang memberikan efek tersendiri, setidaknya membuat suara derap kaki lebih luas. Di salah satu film yang kami jajal, mode ini memberikan boost tersendiri di suara percakapan.

Bergerak dari Scout Mode, kita beralih dengan fungsi paling standar yang tidak bisa dipisahkan lagi dari pengalaman audio gamer ataupun non-gamer. Benar sekali, equalizer. Dengan beragam pilihan yang ditawarkan, Anda bisa merasakan perubahan audio secara langsung ketika Anda memodifikasi dan memilih satu dari semua opsi ini. Ada elemen yang naik, turun, menguat, dan melemah setiap kali Anda memainkan fitur yang satu ini, dan terasa signifikan pada pengalaman audio Anda. Jika SB Pro Studio menghasilkan ilusi ruang suara, maka Equalizer membantu Anda mencari dan menentukan standar audio seperti apa yang Anda inginkan. Bass tinggi? Treble tinggi? Atau sekedar flat? Terbuka lebar.

Namun perlu diingat, semua perubahan kualitas ini hanya akan terasa jika Anda memang menggunakan headset gaming yang memungkinkan hal tersebut. Menggunakan headset murahan? Maka Anda akan berhadapan dengan sekedar sebuah amplifier yang tidak murah.
Namun perlu diingat, semua perubahan kualitas ini hanya akan terasa jika Anda memang menggunakan headset gaming yang memungkinkan hal tersebut. Menggunakan headset murahan? Maka Anda akan berhadapan dengan sekedar sebuah amplifier yang tidak murah.

Tidak hanya sekedar memperbaiki kualitas suara yang Anda butuhkan, sebuah sound card add-on sejenis Creative SB ZX ini tentu saja juga berfungsi sebagai amplifier yang mumpuni. Berapa banyak dari kita yang seringkali terjebak pada tingkat volume yang terlalu standar dan tidak memuaskan karena dukungan peripheral yang kurang mumpuni? Creative SB ZX memberikan ekstra range volume yang cukup untuk membuat telinga Anda terpuaskan, dan tentu saja ekstra tendangan suara yang Anda butuhkan.

Sayangnya semua efek ini hanya terasa optimal jika Anda memang menyuntikkan perangkat audio mumpuni ke dalamnya. Menjajalnya dengan Creative SB Tactic3D Rage dan Anda dapat merasakan semua perubahan ini secara real time dan melihat seberapa signifikan perbaikan audio yang ditawarkan oleh sound card add-on yang satu ini. Tapi begitu Anda menjajalnya dengan sebuah headphone stereo yang sangat standar, seperti headphone bawaan perangkat iOS misalnya, maka yang Anda dapatkan hanyalah fungsi amplifier saja. Terlepas dari seberapa efektif setting SBX Pro Studio Anda, yang Anda terima hanyalah kualitas suara yang lebih keras, tidak lebih. Catatan yang menarik memang.

Creative SB ZX, Seberapa Baik?

Creative Sound Blaster Zx, Seberapa Baik?
Creative Sound Blaster Zx, Seberapa Baik?

Seperti hal sama yang kami terapkan ketika melakukan review headset, tentu menjadi pertanyaan yang cukup menarik melihat bagaimana Creative SB ZX berpengaruh secara langsung kepada beragam konten multimedia yang kita nikmati sehari-hari. Dengan menjadikan headset Creative Tactic3D Rage sebagai pondasi, perubahan seperti apa yang ditawarkan?

Film

Kualitas audio yang mumpuni tentu saja menjadi kebutuhan esensial untuk menikmati serangkaian film definisi tinggi yang kini bisa Anda temukan di dunia maya. Kami sendiri menjajalnya di The Dictator, sebuah film humor satir yang akan membuat Anda terpingkal-pingkal. Sebagai sebuah film yang minim aksi dan lebih difokuskan pada keunikan tutur bahasa dan aksen, The Dictator menjadi tantangan yang tepat. Perbedaan yang ditawarkan pada saat SBX Pro Studio aktif dan tidak terhitung signifikan, mengingat ruang suara yang diciptakan. Dalam kondisi tidak aktif, Anda seolah tengah menikmati film dengan tata perangkat audio yang ditempatkan tepat di telinga Anda, dekat dan terasa tidak nyaman. Efek surround dari diciptakan dari fitur ini  memberikan atmosfer sinematik yang dibutuhkan. Sementara Scout Mode, walaupun fungsinya yang lebih ditujukan untuk game, juga memberikan perubahan yang cukup kentara. Anda dapat merasakan suara percakapan yang kini lebih nyaring.

Musik

Untuk memastikan seberapa besar perbedaan yang ditawarkan oleh sound card yang satu ini, kami memutuskan untuk menjajalnya hanya dari satu file suara saja sebagai pembanding, Rihanna – Only Girl dalam format FLAC. Seperti yang terjadi dengan pengujian di sisi film, SBX Pro Studio memang menawarkan ruang suara yang lebih luas dan berimbang. Dalam posisi default tanpa dukungan driver, Anda akan berhadapan dengan elemen Treble yang begitu menonjol dengan posisi suara yang terasa sangat dekat dengan telinga. SBX Pro Studio melapangkan hal tersebut dan memberikan kesan surround yang terhitung mumpuni. Berbeda dengan file film yang kita jajal, Scout Mode sangat tidak direkomendasikan untuk digunakan di file audio. Seperti “penjara”, ia akan menarik bass ke level yang sulit untuk dinikmati, menghasilkan suara yang kurang renyah untuk membuat telinga untuk terus nyaman. Mengotak-ngatik equalizer juga akan memberikan efek secara langsung.

Gaming

Sebagai sebuah perangkat yang dijual dengan menggunakan embel-embel gaming, gaming tentu saja menjadi fitur yang harus menjadi kekuatan utama dari Creative SB ZX ini. Dengan hadirnya SB Pro Studio dan Scout Mode, tidak adil rasanya jika tidak menghadirkan Counter Strike: Global Offensive sebagai tantangan utama untuk sound card add-on yang satu ini. Seperti yang kita tahu, terlepas dari skill untuk menghasilkan akurasi tembakan yang mumpuni, CS: GO memang sangat bergantung pada pemahaman suara untuk keuntungan strategis, kebutuhan yang difasilitasi dengan cukup baik oleh Creative SB ZX ini. Mengaktifkan SBX Pro Studio berarti memberikan persepsi suara dalam ruang yang jauh lebih baik. Dipadukan dengan Scout Mode, Anda akan mendapatkan detail derap kaki dan tembakan yang jauh lebih mendetail dibandingkan dengan kualitas audio standar. Hasilnya? Anda bahkan sudah mengetahui tata letak musuh sebelum melakukan konfrontasi terbuka dengan mereka. Sisanya hanya tinggal mengasah kemampuan menembak dengan tepat.

Kesimpulan

Creative Sound Blaster Zx
Membandingkan dengan kualitas standar SB Tactic3D Rage dengan sound card on-board dan SB ZX memperlihatkan perbedaan yang signifikan. Beragam fitur driver akan terasa secara real-time ketika diimplementasikan ke beragam konten multimedia yang ada. Namun satu yang pantas dicatat, semua efek ini akan terasa jika Anda memang mendukung headset mumpuni yang mendukung hal tersebut. Menggunakan headset murahan? Maka Anda akan menyia-nyiakan potensi Creative SB ZX ini dan membuatnya tak berbeda dengan sebuah amplifier belaka.

Sebuah sound card add-on, apalagi yang membawa embel-embel gaming memang harus diakui belum menjadi peripheral terhitung esensial di mata gamer Indonesia saat ini. Lebih banyak gamer akan lebih memilih untuk membeli perangkat headset high-end untuk memastikan pengalaman gaming yang lebih optimal. Padahal jika ingin ditelisik lebih jauh, sebuah sound card add-on yang dipadukan dengan headset mumpuni akan menghasilkan kualitas yang bahkan lebih baik. Membandingkan dengan kualitas standar SB Tactic3D Rage dengan sound card on-board dan add-on memperlihatkan perbedaan yang signifikan. Beragam fitur driver akan terasa secara real-time ketika diimplementasikan ke beragam konten multimedia yang ada. Namun satu yang pantas dicatat, semua efek ini akan terasa jika Anda memang mendukung headset mumpuni yang mendukung hal tersebut. Menggunakan headset murahan? Maka Anda akan menyia-nyiakan potensi Creative SB ZX ini dan membuatnya tak berbeda dengan sebuah amplifier belaka.

Sound Card Creative Sound Blaster ZX ini ditawarkan dengan range harga Rp 1.950.000,-.

 

 

 

Pages: 1 2
Load Comments

PC Games

June 17, 2021 - 0

JagatPlay: Interview dengan Tom Hegarty & John Ribbins (OlliOlli World)!

Tidak semua gamer mungkin pernah mendengar game yang satu ini,…
June 17, 2021 - 0

Menjajal OlliOlli World: Game Skateboard Imut nan Ekstrim!

Berapa banyak dari Anda yang seringkali melewatkan judul game-game “kecil”…
May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…
May 19, 2021 - 0

Review Rising Hell: Melompat Lebih Tinggi!

Kualitas game indie yang semakin solid, tidak ada lagi kalimat…

PlayStation

June 16, 2021 - 0

Review Final Fantasy VII Remake INTERGRADE (+ INTERMISSION): Selangkah Lebih Sempurna!

Mencapai sebuah keberhasilan untuk konsep yang di atas kertas nyaris…
June 11, 2021 - 0

Review Ninja Gaiden – Master Collection: Bak Tebasan Pedang Tua!

Apa nama franchise yang menurut Anda melekat pada nama Koei…
June 8, 2021 - 0

Review Ratchet & Clank – Rift Apart: Masuk Dimensi Baru!

Menyebut Insomniac Games sebagai salah satu developer first party tersibuk…
June 8, 2021 - 0

Preview Guilty Gear Strive: LET’S ROCK!

Nama besar Arc System Works sebagai salah satu developer game…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…