Highguard Diklaim Ditinggal Tencent Ketika Alami Kegagalan
Kabar baru semakin memanaskan drama seputar Highguard, dengan klaim Tencent langsung tinggalkan studio pengembang ketika mereka gagal.
Drama seputar Highguard ternyata masih jauh dari kata selesai. Setelah sebelumnya Wildlight Entertainment selaku developernya alami PHK massal pasca kegagalan game itu dan terkuaknya Tencent sebagai pendukung modal di balik pengembangannya, kini informasi baru mengenai penyebab studio game itu langsung terkena PHK massal tidak lama setelahnya muncul ke permukaan.
Berdasarkan laporan dari jurnalis Bloomberg, Jason Schreier, Tencent disebut langsung menarik pendanaan untuk game tersebut setelah melihat kegagalan besar pasca rilisnya. Akibatnya, keputusan itu langsung memicu gelombang PHK besar-besaran di Wildlight Entertainment karena hilangnya aliran uang yang selama ini menyokong studio itu.

Menurut laporan tersebut, kini tersisa kurang dari 20 orang di studio tersebut. Keputusan penghentian pendanaan itu disampaikan dalam rapat pada 11 Februari, hanya dua minggu setelah Highguard resmi diluncurkan. Sebelumnya, pihak studio memang telah mengumumkan restrukturisasi besar menyusul peluncuran yang dianggap gagal.
Walau belum ada konfirmasi resmi terkait detail kontrak antara kedua pihak itu, disebutkan bahwa pendanaan Tencent kemungkinan besar bergantung pada pencapaian metrik tertentu, termasuk retention rate yang kuat. Dengan kata lain, jika game gagal mempertahankan pemain dalam jumlah tertentu, maka dukungan finansial dari Tencent akan dicabut.
Menariknya, beberapa anggota tim internal menyebut adanya kesombongan saat menjelaskan apa yang salah pada pengembangan game itu. Mereka sebutkan adanya keyakinan kuat dari pihak pimpinan studio, yang merasa dapat mengulang kesuksesan Apex Legends, judul yang sebelumnya mereka kerjakan, tanpa memperhitungkan perubahan kondisi industri game yang kini jauh lebih kompetitif.
Data terbaru menunjukkan kondisi Highguard cukup mengkhawatirkan. Pada saat berita ini ditulis, game ini hanya mampu dapatkan peak player sebesar 550 pemain saja, angka yang sangat rendah untuk game live service berskala besar sekelas game ini. Hal ini juga menjadi pengingat untuk industri game dan juga gamer, bahwa game besar yang sebelumnya pernah sukses dibuat tidak menjadi jaminan akan keberhasilan proyek game baru, terutama untuk live service.
Bagaimana menurut Anda mengenai keputusan yang diambil oleh Tencent itu?









