Review Call of Duty – Ghosts: Awal yang Baru!

Reading time:
November 8, 2013
Call of Duty - Ghosts (1)

Call of Duty adalah game FPS dengan mode single player terbaik di industri game, ungkapan yang satu ini tentu saja menjadi pernyataan yang paling sering Anda dengar ketika pembahasan mengenai game-game militery shooter mengemuka di dunia maya. Konsep menarik yang ditawarkan oleh Call of Duty 4: Modern Warfare yang membawa perang sinematik modern tumbuh menjadi pondasi kebangkitan, tidak hanya franchise ini, tetapi game FPS secara keseluruhan. Formula sukses inilah yang kemudian berusaha diikuti oleh lebih banyak produk, termasuk oleh seri Call of Duty itu sendiri. Kesuksesan ini melahirkan kebijakan rilis tahunan, dan akhirnya tiba di Ghosts yang akan mewarnai tahun 2013 ini.

Anda yang sempat membaca preview kami sebelumnya tentu saja sudah mendapatkan sedikit gambaran akan apa yang sebenarnya ditawarkan oleh COD: Ghosts ini, terutama lewat kehadiran mode single player yang memang menjadi kekuatan utamanya. Menarik untuk diantisipasi, mengingat ini menjadi kesempatan pertama untuk melihat kekuatan visual yang ia tawarkan, mengingat posisi COD: Ghosts yang memang digembar-gemborkan sebagai sebuah produk next-gen. Lahir sebagai seri baru dari Infinity Ward – yang notabene merupakan otak di balik trilogi Modern Warfare di masa lalu membuat ada begitu banyak antisipasi yang kuat untuk seri yang satu ini. Terpenuhi atau tidak? Ini menjadi pertanyaan kedua yang krusial.

Lantas apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Call of Duty: Ghosts? Mengapa kami menyebutnya sebagai sebuah seri untuk awal yang baru?

Plot

Kekuatan sumber daya dan ekonomi akhirnya mendorong lahirnya The Federation - sebuah perserikatan negara-negara Amerika Selatan. Mulai berambisi menguasai lebih banyak negara, The Federation akhirnya tiba di Amerika Serikat. Mereka bahkan berhasil menguasai ODIN - senjata luar angkas milik negara super power tersebut.
Kekuatan sumber daya dan ekonomi akhirnya mendorong lahirnya The Federation – sebuah perserikatan negara-negara Amerika Selatan. Mulai berambisi menguasai lebih banyak negara, The Federation akhirnya tiba di Amerika Serikat. Mereka bahkan berhasil menguasai ODIN – senjata luar angkas milik negara super power tersebut.

Keluarga adalah harta yang paling berharga, tidak hanya untuk anggota keluarga satu sama lain, tetapi juga untuk negara. Ini mungkin menjadi kalimat yang paling tepat untuk menggambarkan jalinan plot inti yang berusaha ditawarkan Infinity Ward di Call of Duty: Ghosts. Intinya sendiri masih belum lepas dari benang merah klise yang seolah menjadi standar cerita untuk setiap game FPS military shooter yang meluncur ke pasaran. Benar sekali, ini kembali soal Amerika dan supremasinya di bidang militer dan bagaimana negara ini akan bertahan dari segala jenis serangan. MURICA!

Apalah artinya Amerika Serikat tanpa sumber daya yang cukup untuk memutar roda perekonomian mereka? Skenario inilah yang terjadi di COD: Ghosts. Setelah terputusnya pasokan minyak mentah dari Timur Tengah, posisi Amerika Serikat sebagai negara super power kini mulai tergerus oleh negara-negara Amerika Selatan yang kini memegang pasokan minyak terbesar di dunia. Tergabung dalam The Federation, negara-negara ini tidak hanya memperluas kekuasan di bidang ekonomi, tetapi juga lewat kemampuan militer. Invasi terbuka yang dilakukan akhirnya tiba di Amerika Serikat. Puncaknya? Dengan dikuasainya senjata luar angkasa – Odin.

ODIN membuat Amerika Serikat luluh lantak. Namun tidak menyerah, gelombang pertahanan pun lahir. Termasuk salah satunya dari Logan dan Hesh, dua bersaudara.
ODIN membuat Amerika Serikat luluh lantak. Namun tidak menyerah, gelombang pertahanan pun lahir. Termasuk salah satunya dari Logan dan Hesh, dua bersaudara.
Dengan sepak terjang yang sudah terbukti, Hesh dan Logan akhirnya bergabung dengan pasukan khusus nan misterius - Ghosts di bawah bimbingan sang ayah - Elias.
Dengan sepak terjang yang sudah terbukti, Hesh dan Logan akhirnya bergabung dengan pasukan khusus nan misterius – Ghosts di bawah bimbingan sang ayah – Elias.
Pertempuran besar pun dimulai, apalagi dengan keterlibatan Rorke - sang pembelot Ghosts di sisi The Federation.
Pertempuran besar pun dimulai, apalagi dengan keterlibatan Rorke – sang pembelot Ghosts di sisi The Federation.

Invasi yang dilakukan pasukan The Federation membuat Odin berbalik menyerang “tuannya” sendiri – Amerika Serikat. Amerika Serikat pun berada di ujung kehancuran, dengan kekuatan minimal untuk menahan invasi The Federation yang gencar. Salah satunya muncul dari anggota pasukan khusus yang cukup disegani – Ghosts. Dengan topeng bermotif tengkorak khasnya, Ghosts dikenal sebagai unit yang tidak pernah gagal mengemban misi apapun yang diserahkan kepada mereka. Anda sendiri akan berperan sebagai seorang Ghosts muda – Logan yang ikut bergabung bersama dengan saudara laki-laki Anda – Hesh. Seperti sebuah reuni akbar, Logan dan Hesh berjalan di bawah komando sang ayah – Elias, seorang veteran Ghosts yang terpanggil kembali untuk menghidupkan unit khusus ini. Pertempuran besar pun dimulai untuk mengembalikan supremasi Amerika Serikat, dengan begitu banyak misi yang tersebar tidak hanya di darat, tetapi juga laut, bahkan luar angkasa. Perjalanan mudah? Tentu saja tidak. Apalagi ketika usaha ini dihadang oleh Gabriel Rorke – mantan anggota Ghosts terbaik yang kini justru bekerja di bawah The Federation. Balas dendam menjadi motif utama.

Gabriel Rorke - sang
Gabriel Rorke – sang “hantu” yang paling disegani Ghosts kini berada di sisi sebaliknya. Pertarungan besar pun tidak terhindarkan.
Can they win this war?
Can they win this war?

Mampukah The Ghosts mengembalikan kembali supremasi Amerika Serikat dan menundukkan The Federation? Apa yang sebenarnya terjadi pada Rorke? Apa yang sebenarnya ia rencanakan? Semua pertanyaan ini bisa Anda jawab dengan memainkan Call of Duty: Ghosts ini.

Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…
May 19, 2021 - 0

Review Rising Hell: Melompat Lebih Tinggi!

Kualitas game indie yang semakin solid, tidak ada lagi kalimat…
May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…

PlayStation

June 16, 2021 - 0

Review Final Fantasy VII Remake INTERGRADE (+ INTERMISSION): Selangkah Lebih Sempurna!

Mencapai sebuah keberhasilan untuk konsep yang di atas kertas nyaris…
June 11, 2021 - 0

Review Ninja Gaiden – Master Collection: Bak Tebasan Pedang Tua!

Apa nama franchise yang menurut Anda melekat pada nama Koei…
June 8, 2021 - 0

Review Ratchet & Clank – Rift Apart: Masuk Dimensi Baru!

Menyebut Insomniac Games sebagai salah satu developer first party tersibuk…
June 8, 2021 - 0

Preview Guilty Gear Strive: LET’S ROCK!

Nama besar Arc System Works sebagai salah satu developer game…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…