10 Ramalan tentang Industri Game di 2014!

Reading time:
January 13, 2014
10-prediksi-gaming-2014

Tahun 2013 adalah salah satu tahun terbaik di industri game, tidak ada gamer yang akan menyangkal hal tersebut. Terlepas dari semua game keren yang dirilis selama kurun waktu tersebut, ada begitu banyak momen menakjubkan yang terjadi dan menjadi standar tersendiri untuk industri game. Beberapa mendapatkan sambutan sangat positif dan diharapkan menjadi sebuah tren yang terus berlanjut, sementara tidak sedikit pula yang dianggap sebagai hal baru yang berpotensi menghancurkan industri ini, khususnya dari kacamata gamer sebagai konsumen utama. Beragam teknologi baru juga hadir dan diperkenalkan selama kurun waktu ini, menghasilkan ekspektasi tersendiri untuk semua potensi yang bisa dicapai selama tahun 2014 ini. Tahun ini sendiri memang baru saja dimulai, namun terlihat sangat menjanjikan.

Setelah sempat membahas berbagai game yang pantas untuk diantisipasi di tahun 2014 ini, tren-tren apa saja yang akan menghiasi industri game selama 365 hari ke depan? Inilah beberapa tren dan prediksi yang menurut kami pribadi, akan menjadi pondasi hidupnya industri game selama tahun 2014 ini.

10. Micro-Transaction

microtransactions

Tidak selamannya tren selalu berpihak pada apa yang diinginkan oleh gamer. Gamer selalu bereaksi negatif terhadap setiap mekanisme micro-transaction yang berusaha disuntikkan oleh developer dan publisher ke dalam sebuah game, apalagi produk yang sudah Anda bayar dengan harga penuh. Jika di masa lalu konsep seperti ini hanya terjadi di game-game free to play dan mobile, tren ini juga ternyata mulai menginvasi pasar next-gen, bahkan untuk game yang Anda beli dengan harga normal. NBA 2K14, Forza 5, dan Ryse: Son of Rome hanyalah sedikit dari game next-gen yang membuka opsi bagi Anda untuk menciptakan progress permainan dengan menggunakan uang nyata. Jika proses seperti ini dianggap menguntungkan, bukannya tidak mungkin Anda akan berhadapan dengan lebih banyak sistem “item-mall” di tahun 2014 ini.

9. Game Mobile Sekelas Console?

battlefield 3 gamescom2

Diciptakan sebagai alat komunikasi, kehadiran perangkat genggam seperti smartphone dan tablet kini mulai bergeser sebagai perangkat multimedia yang mumpuni. Teknologi yang semakin maju memungkinkan fitur ini hadir dalam level yang lebih tinggi, terutama obsesi untuk menjadikannya sebagai perangkat gaming yang lebih reliable. Perbedaan visualisasi yang terhitung signifikan dengan konsol rumahan pun perlahan namun pasti, mulai tergerus. Smartphone mulai akan diperkuat dengan chip-chip berkekuatan luar biasa yang bahkan akan mampu melewati kualitas visual konsol sekelas Playstation 3 dan Xbox 360, seperti yang diklaim oleh NVIDIA di Tegra K1. Terlepas dari kenyamanan atau konsumsi tenaga yang akan ia butuhkan, kemajuan teknologi seperti ini akan membuat banyak developer game untuk mempertimbangkan perangkat mobile sebagai pasar yang benar-benar serius untuk dikerjakan. Fenomena yang tentu saja menarik untuk diikuti.

8. The Future is Here: Virtual Reality

OculusRift1

Sebagian dari kita yang pernah menyaksikan film-film science fiction tentu seringkali disuguhkan dengan konsep gaming masa depan, dimana gamer akan merasa terlibat langsung dalam setiap game yang mereka mainkan. Salah satu perangkat ikoniknya? Tentu saja sebuah VR headset yang terpasang erat di kepala sebagai layar. Namun siapa yang menyangka bahwa “masa depan” ini ternyata sudah berada di depan mata. Dipopulerkan oleh satu nama – Oculus Rift yang kini terus disempurnakan dan terus mendapaktan dukungan luas dari pada developer, banyak produsen perangkat keras yang mulai tertarik untuk menempuh hal yang sama. Sony bergabung dengan menawarkan perangkat keras dengan fungsi sama, sementara Valve juga dirumorkan akan menciptakan teknologi yang sama untuk mendukung Steam Machine. The Future is here!

7. More Engine

the division

Dengan kehadiran konsol next-gen di pasaran, para developer akhirnya tidak perlu lagi membatasi kreativitas mereka hanya untuk memastikan produk mereka mampu berjalan di teknologi yang sudah berusia 8 tahun sekelas Playstation 3 dan Xbox 360. Kemampuan performa yang meningkat signifikan dari Playstation 4 dan Xbox One membuka peluang bagi banyak developer untuk menciptakan pengalaman gaming yang lebih optimal, tidak hanya di sisi gameplay, tetapi dari sisi visual. Satu-satunya cara untuk memfasilitasi hal tersebut? Tentu saja dengan mengembangkan engine game yang baru. Unreal Engine 4, Fox Engine, Disrupt Engine, Snowdrop Engine, Luminous Engine, dan berbagai engine yang lain akan terus menghiasi tahun 2014 ini.

Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

June 28, 2022 - 0

Review My Lovely Wife: Pilih Istri atau Iblis-Iblis Seksi!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh My Lovely Wife ini?…
May 23, 2022 - 0

Review Trek to Yomi: Estetika Sinema Masa Lampau!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Trek to Yomi ini? Mengapa…
May 11, 2022 - 0

Review Rogue Legacy 2: Banyak Anak, Banyak Masalah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Rogue Legacy 2 ini?…
April 21, 2022 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Jeremy Hinton (Xbox Asia)!

Menyambut rilis PC Game Pass untuk Indonesia, kami berkesempatan untuk…

PlayStation

March 30, 2022 - 0

Review Stranger of Paradise – FF Origin: Ayo Basmi CHAOS!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Stranger of Paradise: Final Fantasy…
March 23, 2022 - 0

Review Ghostwire – Tokyo: Berburu Setan Jepang!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Ghostwire: Tokyo ini? Mengapa…
March 21, 2022 - 0

Review Elden Ring: Cincin Menuntut Nyawa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan Elden Ring? Lantas, mengapa kami menyebutnya…
March 4, 2022 - 0

Preview Elden Ring: Senyum Merekah di Balik Tangis Darah!

Elden Ring akhirnya tersedia di pasaran dengan beberapa formula baru…

Nintendo

April 6, 2022 - 0

Review Kirby and The Forgotten Land: Ini Baru Mainan Laki-Laki!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kirby and the Forgotten…
March 25, 2022 - 0

Review Chocobo GP: Si Anak Ayam Kini Serakah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Chocobo GP ini? Mengapa…
March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…