Beyond: Two Souls Capai Kesuksesan Besar

Reading time:
January 13, 2014
beyond two souls

Eksklusivitas mungkin menjadi konsep yang terhitung absurd di industri game saat ini. Proses produksi yang terus menuntut biaya besar tentu saja memaksa publisher dan developer untuk memastikan setiap produk mereka terjual secara masif. Salah satu cara? Dengan melepasnya ke semua platform gaming yang tersedia. Tidak mengherankan jika banyak franchise eksklusif di masa lalu akhirnya terbuka untuk lebih banyak kelompok gamer, seperti Metal Gear Solid, Final Fantasy, dan Kingdom Hearts misalnya. Walaupun demikian, mereka yang bertahan dengan format eksklusif ini tidak lantas tertinggal di sisi penjualan. Seperti yang ditunjukkan oleh proyek eksklusif ambisius dari Sony – Beyond: Two Souls.

Dengan proses pengembangan yang lebih berfokus di sisi cerita, Quantic Dreams memang berhasil menjadikan Beyond: Two Souls sebagai salah satu “penutup” era Playstation 3 yang manis. Kualitas visual dan detail yang luar biasa, dipadukan dengan voice acts para aktor terkemuka yang tereksekusi dengan baik, Beyond: Two Souls menjadi salah satu game terbaik di tahun 2013.

Quantic Dreams berhasil menjual 1 juta kopi Beyond: Two Souls selama tahun 2013 yang lalu. Sebuah kesuksesan besar.
Quantic Dreams berhasil menjual 1 juta kopi Beyond: Two Souls selama tahun 2013 yang lalu. Sebuah kesuksesan besar.

Tidak hanya tampil memukau secara kualitas, Beyond juga sukses di sisi kuantitas. Quantic Dreams mengkonfirmasikan telah berhasil menjual lebih dari 1 juta keping Beyond: Two Souls selama tahun 2013, yang berarti hanya berselang tiga bulan sejak rilisnya di Oktober. Ini tentu saja menjadi awal yang positif, walaupun belum bisa menundukkan Heavy Rain – sang seri “pendahulu” yang kini bercokol di angka 3 juta kopi.

Congratulations Quantic Dreams, see ya on your next Playstation 4 project!

Load Comments

PC Games

May 11, 2022 - 0

Review Rogue Legacy 2: Banyak Anak, Banyak Masalah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Rogue Legacy 2 ini?…
April 21, 2022 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Jeremy Hinton (Xbox Asia)!

Menyambut rilis PC Game Pass untuk Indonesia, kami berkesempatan untuk…
April 18, 2022 - 0

Review Grammarian Ltd: Indo Versus Inggris!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Grammarian Ltd ini? Mengapa kami…
January 13, 2022 - 0

Review God of War PC: Dewa di Rumah Baru!

Sepertinya sudah menjadi rahasia umum bahwa Sony kini memang mulai…

PlayStation

March 30, 2022 - 0

Review Stranger of Paradise – FF Origin: Ayo Basmi CHAOS!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Stranger of Paradise: Final Fantasy…
March 23, 2022 - 0

Review Ghostwire – Tokyo: Berburu Setan Jepang!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Ghostwire: Tokyo ini? Mengapa…
March 21, 2022 - 0

Review Elden Ring: Cincin Menuntut Nyawa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan Elden Ring? Lantas, mengapa kami menyebutnya…
March 4, 2022 - 0

Preview Elden Ring: Senyum Merekah di Balik Tangis Darah!

Elden Ring akhirnya tersedia di pasaran dengan beberapa formula baru…

Nintendo

April 6, 2022 - 0

Review Kirby and The Forgotten Land: Ini Baru Mainan Laki-Laki!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kirby and the Forgotten…
March 25, 2022 - 0

Review Chocobo GP: Si Anak Ayam Kini Serakah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Chocobo GP ini? Mengapa…
March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…