Menjajal Titanfall Beta: Pengalaman Multiplayer yang Luar Biasa!

Reading time:
February 18, 2014

6 VS 6

6 vs 6 mungkin terdengar meragukan. Namun begitu dijajal, Anda akan memahami bahwa ini adalah format terbaik untuk diakomodasikan di Titanfall yang memang punya cita rasa sedikit single player di dalamnya.
6 vs 6 mungkin terdengar meragukan. Namun begitu dijajal, Anda akan memahami bahwa ini adalah format terbaik untuk diakomodasikan di Titanfall yang memang punya cita rasa sedikit single player di dalamnya.

Ini mungkin menjadi salah satu kontroversi yang sempat menyeret nama Titanfall ke pusaran reaksi negatif gamer di dunia maya. Ketika sebagian besar game yang mengacu pada mode multiplayer berlomba-lomba untuk membawa lebih banyak pemain dalam satu kali permainan, Titanfall justru mengkonfirmasikan hanya akan memuat petempuran 6 vs 6 sebagai format terbaik. Rasa penasaran tentu mengemuka, dan tentu saja kritik. Respawn berusaha membela diri dan menegaskan bahwa format ini menjadi pilihan yang terbaik setelah serangkaian uji coba yang ada. Kini ajang pembuktian akhirnya hadir. Seberapa kuat format “6 vs 6” ini mampu menghadirkan atmosfer pertempuran yang epik? Hasilnya, mengejutkan.

Integrasi antara single player dan mode multiplayer, ini mungkin kalimat yang paling tepat untuk menjelaskan mengapa Respawn akhirnya memilih format dengan jumlah pemain yang sangat terbatas ini. Berbeda dengan game mode multiplayer lain yang kesemuanya memuat pemain lain, Titanfall juga menyuntikkan begitu banyak AI untuk sedikit “memeriahkan” jalannya pertarungan. Di sepanjang perjalanan, Anda akan bertemu dengan pasukan bernama – Grunt dan Spectre yang akan muncul secara acak di titik-titik pertempuran. Walaupun tidak cukup pintar untuk menyulitkan aksi Anda, memburu para AI ini memang membuat pertempuran berjalan penuh aksi, secara konsisten, di setiap sudut yang Anda temui. Membunuh Grunt tidak hanya memberikan poin, tetapi juga memperpendek jangka waktu summon Titan Anda. Cukup esensial memang.

Tidak hanya player, map juga akan dipenuhi dengan pasukan AI - Grunt dan Spectre yang bisa dibunuh untuk memperpendek waktu tunggu summon Titan Anda.
Tidak hanya player, map juga akan dipenuhi dengan pasukan AI – Grunt dan Spectre yang bisa dibunuh untuk memperpendek waktu tunggu summon Titan Anda.
Belum lagi ditambah dengan para Titan yang bisa di-set ke mode AI, dengan tingkat  respon yang cukup adaptif terhadap situasi pertempuran yang ada.
Belum lagi ditambah dengan para Titan yang bisa di-set ke mode AI, dengan tingkat respon yang cukup adaptif terhadap situasi pertempuran yang ada.

Dengan begitu banyak Grunt dan Spectre untuk Anda habisi, Titanfall berhasil memadukan dua mode berseberangan ini dengan sangat baik, namun tidak menjadi alasan yang valid untuk mendorong gameplay 6 vs 6. Format ini mulai terasa sempurna ketika mulai menemukan fakta bahwa setiap Titan yang Anda summon ternyata bisa digerakkan oleh AI tanpa perlu Anda jalankan sendiri. Si Titan yang digerakkan oleh AI ini akan terus menemani aksi Anda dalam jarak sedekat mungkin, sembari beradaptasi dengan jalannya pertarungan.

Efek positif dari 6 vs 6? PC Anda tidak akan kelabakan merender begitu banyak efek dan objek yang bertebaran dalam map, termasuk AI yang ada.
Efek positif dari 6 vs 6? PC Anda tidak akan kelabakan merender begitu banyak efek dan objek yang bertebaran dalam map, termasuk AI yang ada.

Dengan waktu summon Titan yang juga hanya berselang beberapa menit sejak dihancurkan, ditambah dengan potongan waktu membunuh para Grunt, mecha-mecha raksasa ini akan terus turun dari angkasa, baik dari pihak Anda maupun lawan. Ledakan terus terjadi, usaha Anda untuk memburu player lain terus terjadi di tengah medan pertempuran yang panas, dan semua ini sudah tercapai dengan mekanisme 6 vs 6. Jumlah yang terasa sudah cukup baik, apalagi mengingat ukuran map yang tidak terlalu luas. Tidak terbayang betapa kacaunya pertarungan akan berjalan, jika Respawn memilih untuk menyuntikkan jumlah pemain lebih besar. Efek negatif yang  lain? PC Anda mungkin tidak akan cukup kuat untuk merender detail Titan, AI, dan semua efek pertarungan dan ledakan yang ada. It’s a win-win solution!

Kustomisasi Karakter

Anda bisa menciptakan kelas unik tersendiri untuk karakter Anda. Anda bahkan bisa memilih jenis kelamin untuknya!
Anda bisa menciptakan kelas unik tersendiri untuk karakter Anda. Anda bahkan bisa memilih jenis kelamin untuknya!
Tidak hanya karakter, kustomisasi serupa juga berlaku di Titan yang Anda gunakan.
Tidak hanya karakter, kustomisasi serupa juga berlaku di Titan yang Anda gunakan.

Seperti halnya game-game multiplayer saat ini, Anda juga akan diperkenakan untuk menciptakan kelas karakter Anda sendiri yang mungkin, memang lebih nyaman diadaptasikan dengan gaya bermain Anda. Di awal permainan, secara default, Anda akan disuguhkan dengan tiga kelas karakter – CQC, Assault, dan tentu saja Assassin. Setiap kelas akan memiliki senjata dan perk uniknya sendiri, yang memang didesain untuk mengakomodasi kebutuhan utama fungsi mereka masing-masing. Namun jika tidak puas, Anda selalu punya opsi untuk mengatur setelah senjata, perk, equipment, tidak hanya karakter Anda, tetapi juga Titan yang Anda miliki. Anda bahkan bisa memilih jenis kelamin karakter yang ingin Anda gunakan!

Masa beta ini memang membatasi fitur yang satu ini. Terlepas dari tiga buah Titan yang sudah dikonfirmasikan, Anda hanya bisa melihat “Atlas” di sini, serta sesekali Ogre yang bisa dipicu dengan menggunakan burn card. Sementara senjata yang ditawarkan, juga tidak banyak. Namun rincian mekanisme untuk membuka setiap dari mereka memang sudah terlihat cukup jelas. Untuk setiap kenaikan level atau penyelesaian tantangan yang dihadirkan oleh Respawn dalam bentuk list, Anda akan berkesempatan untuk membuka kemampuan atau senjata yang lebih kuat untuk karakter dan Titan Anda sendiri. Lewat user-interface sederhana, bukan perkara sulit untuk menciptakan kombinasi senjata dan perk yang Anda inginkan.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

PC Games

November 25, 2021 - 0

Review Gunfire Reborn: Aksi Tanpa Basa-Basi!

Jika kita bicara soal developer asal timur Asia sekitar 10…
September 29, 2021 - 0

Review SAMUDRA: Dalam Lautan Dalam Pesan!

Berkembang dengan signifikan selama beberapa tahun terakhir ini, para talenta…
August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…

PlayStation

November 19, 2021 - 0

Preview Battlefield 2042: Masa Depan Tak Selalu Cerah!

Ada yang datang dengan antisipasi tinggi, tetapi tak sedikit pula…
November 19, 2021 - 0

Review GTA The Trilogy – The Definitive Edition: Bak Lelucon Besar!

Merayakan ulang tahun sebuah franchise legendaris adalah sebuah langkah yang…
November 17, 2021 - 0

Menjajal Elden Ring (Network Test): Makin Cinta, Makin Mantap!

Apa yang bisa Anda dorong lebih jauh dengan formula Souls-like…
November 15, 2021 - 0

Review Headset PULSE 3D Wireless – Midnight Black: Tiga Dimensi dalam Telinga!

Apa yang mendefinisikan sebuah pengalaman generasi terbaru? Bagi Sony dan…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…