Review Infamous – First Light: Sekedar Menjual Ekstra Cerita!

Reading time:
August 27, 2014
inFAMOUS First Light™_20140827093934

Infamous: Second Son memang diposisikan sebagai salah satu game eksklusif andalan Sony untuk meningkatkan nilai jual konsol generasi terbarunya – Playstation 4. Sebagai salah satu franchise yang tampil begitu memesona di masa lalu, kehadiran karakter baru, inovasi gameplay, dan tentu saja – kualitas visual yang lebih baik membuatnya menjadi proyek yang sangat diantisipasi. Dan benar saja, ia tampil cukup memesona di sisi penjualan sekaligus membantu Sony mendongkrak popularitas Playstation 4 yang saat ini, memang masih terhitung minim game eksklusif. Sayangnya, terlepas dari kualitas grafis yang memang mumpuni, Infamous: Second Son masih memuat beberapa masalah krusial yang bahkan membuatnya terlihat lebih “lemah” dibandingkan Infamous 2.

Selain implementasi sistem karma dengan konsekuensi yang tampil begitu lemah dan terasa sangat linear, Infamous: Second Son juga harus diakui hadir dengan plot dan karakter yang tidak begitu berkesan. Salah satu yang menjadi catatan besar adalah betapa tidak signifikannya peran karakter pendukung yang ada. Pengaruh mereka di sisi cerita terasa begitu minim dan sekedar hadir sebagai sumber kekuatan bagi Delsin, dan tidak lebih. Kelemahan inilah yang tampaknya berusaha ditebus oleh Sucker Punch lewat DLC standalone terbaru – Infamous: First Light. Sempat muncul di ajang E3 2014 yang lalu, Sony akhirnya merilis Infamous: First Light secara digital.

Lantas, apa yang ditawarkan oleh Infamous: First Light ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang sekedar menjual ekstra cerita? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

Plot

Infamous: First Light berfokus pada latar belakang Fetch - Conduit berkekuatan Neon.
Infamous: First Light berfokus pada latar belakang Fetch – Conduit berkekuatan Neon.

Di Second Son, ia mungkin lebih dikenal sekedar sebagai sumber kekuatan Neon bagi Delsin Rowe, dan seorang wanita “gila” yang begitu terobsesi untuk menghancurkan jalur distribusi narkotika di Seattle. Ia bahkan tidak segan untuk membunuh dan menghancurkan siapa saja yang berusaha menghalangi jalannya. Namun tentu saja, kepribadian Fetch bukanlah sesuatu yang tercipta dalam satu malam saja. Ia ditempa oleh begitu banyak trauma dan tragedi di sepanjang hidup sebelum bertemu dengan Delsin. Hal inilah yang menjadi fokus Infamous: First Light.

Bisa disebut sebagai prekuel, Infamous: First Light dibangun dengan menjadikan karakter Fetch sebagai fokus utama, ketika ia masih terlibat dalam jalur perdagangan narkotika itu sendiri. Menyadari dirinya seorang Conduit, orang tua Fetch memang hampir menyerahkan dirinya ke DUP – badan organisasi pemerintah yang bertugas untuk menangkap dan menahan semua Conduit yang ada. Menyadari apa yang berusaha dilakukan oleh orang tuanya, sang kakak tercinta – Brent Walker menyelamatkan Fetch dan memutuskan untuk lari bersama. Hidup di jalanan, Brent menjadi satu-satunya tempat Fetch bersandar.

Sempat hampir diserahkan ke DUP - organisasi pemerintah yang ditugaskan menahan para Conduit, Fetch diselamatkan oleh sang kakak tercinta - Brent.
Sempat hampir diserahkan ke DUP – organisasi pemerintah yang ditugaskan menahan para Conduit, Fetch diselamatkan oleh sang kakak tercinta – Brent.
Sayangnya, kehidupan keras di jalanan membuat keduanya terperangkap dalam jebakan narkotika.
Sayangnya, kehidupan keras di jalanan membuat keduanya terperangkap dalam jebakan narkotika.

Sayangya, kehidupan di jalanan membuat keduanya terperangkap dalam gelapnya dunia narkotika. Obat terlarang ini dijadikan sebagai “pintu keluar” dari beratnya hidup yang harus mereka jalani sebagai gelandangan. Brent memahami betapa kelamnya masa depan sang adik tercinta. Oleh karena itu, untuk memulai kehidupan yang baru, Brent mulai terlibat lebih dalam di organisasi kejahatan untuk mengumpulkan lebih banyak uang, dengan misi membawa Fetch ke Kanada. Sayangnya sebelum niatnya terlaksana, kedua kakak beradik ini justru harus melawan cobaan yang lebih berat. Aksi Brent memicu kemarahan organisasi kejahatan yang berkuasa di Seattle – Akurans yang berusaha membunuh keduanya.Parahnya lagi, di tengah semua konflik ini, Brent menghilang. Dibantu oleh teman lama Brent – Shane dan Jenny, Fetch berusaha mencari sang kakak tercinta.

Alur yang ditawarkan bergerak maju mundur. Kisah masa lalu diceritakan Fetch yang terlihat sudah menjadi tawanan di DUP.
Alur yang ditawarkan bergerak maju mundur. Kisah masa lalu diceritakan Fetch yang terlihat sudah menjadi tawanan di DUP.
Ini menjadi penjelasan yang mumpuni trauma dan tragedi seperti apa yang membuat Fetch memunculkan kepribadian dan motif di Second Son.
Ini menjadi penjelasan yang mumpuni trauma dan tragedi seperti apa yang membuat Fetch memunculkan kepribadian dan motif di Second Son.
Beberapa karakter baru yang membantu Fetch mencari sang kakak - Brent juga terlihat di sini.
Beberapa karakter baru yang membantu Fetch mencari sang kakak – Brent juga terlihat di sini.

Alur yang diusung oleh Infamous: First Light sebenarnya bergerak maju mundur. Kisah Fetch dan Brent muncul sebagai visualisasi dari cerita yang dilontarkan Fetch ketika menjadi tahanan Augustine – tokoh antagonis utama Second Son di Curdun Cay. Di sini terlihat Fetch sudah ditawan dan tengah dilatih untuk menguasai kemampuan Neon-nya dengan lebih optimal, lewat serangkaian simulasi tes. Semuanya ini terjadi sebelum Fetch lari dari mobil tahanan DUP, yang sekaligus menjadi cerita pembuka dari Infamous: Second Son.

Lantas, mampukah Fetch menemukan Brent? Konflik seperti apa yang harus dijalani oleh Fetch demi misinya yang satu ini? Siapa pula Shane dan Jenny? Semua jawaban dari pertanyaan di atas akan bisa Anda jawab dengan memainkan Infamous: First Light.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

PC Games

June 17, 2021 - 0

JagatPlay: Interview dengan Tom Hegarty & John Ribbins (OlliOlli World)!

Tidak semua gamer mungkin pernah mendengar game yang satu ini,…
June 17, 2021 - 0

Menjajal OlliOlli World: Game Skateboard Imut nan Ekstrim!

Berapa banyak dari Anda yang seringkali melewatkan judul game-game “kecil”…
May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…
May 19, 2021 - 0

Review Rising Hell: Melompat Lebih Tinggi!

Kualitas game indie yang semakin solid, tidak ada lagi kalimat…

PlayStation

June 21, 2021 - 0

Review Guilty Gear Strive: Wangi Kemenangan!

Sepak terjang Arc System Works di genre game fighting memang…
June 16, 2021 - 0

Review Final Fantasy VII Remake INTERGRADE (+ INTERMISSION): Selangkah Lebih Sempurna!

Mencapai sebuah keberhasilan untuk konsep yang di atas kertas nyaris…
June 11, 2021 - 0

Review Ninja Gaiden – Master Collection: Bak Tebasan Pedang Tua!

Apa nama franchise yang menurut Anda melekat pada nama Koei…
June 8, 2021 - 0

Review Ratchet & Clank – Rift Apart: Masuk Dimensi Baru!

Menyebut Insomniac Games sebagai salah satu developer first party tersibuk…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…