Review Infamous – First Light: Sekedar Menjual Ekstra Cerita!

Reading time:
August 27, 2014

Mengunjungi Kembali Seattle

Anda berkesempatan untuk mengunjungi kembali Seattle, walaupun terbatas hanya pada wilayah Utara saja.
Anda berkesempatan untuk mengunjungi kembali Seattle, walaupun terbatas hanya pada wilayah Utara saja.

Mengusung mekanik yang hampir sama dengan Infamous: Second Son, terlepas dari statusnya sebagai sebuah DLC standalone, Infamous: First Light tetap memberikan kesempatan bagi Anda untuk menjelajahi kota Seattle dalam format yang terbuka. Namun tentu saja, tidak lagi seluas sang seri pertama. First Light hanya memuat bagian atas kota yang dibatasi oleh jembatan, tanpa akses sama sekali ke wilayah selatan. Sebagai gantinya, Anda akan bergerak masuk dan keluar Curdun Cay sebagai bagian dari cerita. Curdun Cay sendiri memang terhitung sebagai tempat yang “misterius”. Terlepas dari betapa seringnya ia disebut di Second Son, First Light menjadi kesempatan pertama Anda untuk menangkap sedikit gambaran seperti apa fasilitas untuk menahan para Conduit ini.

Berbeda dengan Delsin yang memang memiliki kemampuan untuk menyerap kemampuan Conduit dan berganti-ganti kekuatan sesuai dengan keinginannya, Fetch memang hanya mengandalkan kemampuan Neon semata. Walaupun demikian, hal ini tidak lantas membuatnya terlihat sebagai karakter yang lebih lemah. Anda akan berkesempatan untuk menikmati porsi kekuatan Neon yang sesungguhnya dari sang sumber langsung, yang tentu saja membuka gambaran lebih luas tentang skala kekuatan kemampuan berbasis cahaya ini.

“Hanya” menggunakan kemampuan Neon, Fetch mungkin terdengar lemah. Namun First Light akan membantu Anda mendapatkan gambaran seberapa mematikannya kemampuan berbasis cahaya ini.
Anda akan bertemu dengan beberapa kabut tipis berwarna merah muda di sekitaran kota. Disebut Neon Cloud, awan ini akan meningkatan kecepatan gerak Fetch secara instan, mempersingkat waktu tempuh Anda melintasi kota.
Anda akan bertemu dengan beberapa kabut tipis berwarna merah muda di sekitaran kota. Disebut Neon Cloud, awan ini akan meningkatan kecepatan gerak Fetch secara instan, mempersingkat waktu tempuh Anda melintasi kota.
Animasi serangan melee yang pantas diacungi jempol, Fetch juga memiliki serangan akhir yang tidak kalah mematikan.
Animasi serangan melee yang pantas diacungi jempol, Fetch juga memiliki serangan akhir yang tidak kalah mematikan.

Untuk mengarungi kota yang cukup luas ini, Fetch tentu saja mampu berlari super cepat, bergerak secara horizontal maupun vertikal. Yang berbeda? Kini sebuah elemen baru muncul bernama “Neon Cloud” – sebuah awan tipis Neon berbentuk lingkaran yang akan memberikan Fetch boost kecepatan yang cukup signifikan jika dilewati. Neon Cloud akan membantu Anda mencapai tempat tujuan dengan lebih cepat, sekaligus menjadi booster jika Anda membutuhkan lompatan yang lebih tinggi. Sementara di sisi aksi, Fetch juga tampil seperti Delsin – memiliki kemampuan melee dan proyektil yang bisa digunakan. Menariknya lagi? Kecepatan tinggi membuat animasi  gerakan serangan Fetch justru tampil lebih keren dan terasa lebih mematikan, daripada serangan rantai Delsin. Anda akan cukup bisa mendapatkan gambaran tentang kekuatan ofensif Fetch itu sendiri. Secara garis besar, ia terasa sama kuat dan mematikannya seperti Delsin. Fetch juga punya serangan pemungkas untuk menghabisi musuh secara melee dengan instan.

Sementara di sisi proyektil, implementasi kemampuan Neon Fetch tidak banyak berbeda dengan yang diterapkan di Delsin. Dengan menekan tombol bidik, waktu akan melambat, dan Fetch akan lebih mudah mengarahkan serangan proyektil yang dibutuhkan. Menjadi identitas kemampuan Neon selama ini, setiap musuh akan hadir dengan titik kelemahan khusus yang terlihat bersinar di bagian tubuh yang ada. Menyerang setiap anggota tubuh ini akan secara otomatis melumpukan lawan. Satu serangan proyektil lebih kuat layaknya misil dan satu serangan menyebar yang mampu memerangkap musuh di udara juga disematkan dalam kemampuan Fetch. Yang terkuat? Tentu saja serangan spesial – Singularity yang akan menangkap semua musuh di dalam area ke dalam pusaran neon layaknya black hole, dan menghabisi mereka secara instan.

Selain melee, Fetch tentu juga bisa menggunakan variasi serangan proyektil.
Selain melee, Fetch tentu juga bisa menggunakan variasi serangan proyektil.
Sang jurus pemungkas - Singularity terlihat dan terasa jauh lebih mematikan daripada kekuatan Neon milik Delsin.
Sang jurus pemungkas – Singularity terlihat dan terasa jauh lebih mematikan daripada kekuatan Neon milik Delsin.
Variasi pohon skill dengan fokus berbeda yang bisa Anda buka.
Variasi pohon skill dengan fokus berbeda yang bisa Anda buka.

Anda juga punya kesempatan untuk memperkuat Fetch seiring dengan progress permainan, tentu saja lewat pohon skill yang ada. Anda bisa  menghabiskan point bernama “SP” dalam jumlah tertentu untuk memperkuat atau membuka satu serangan atau perk baru. Menariknya lagi? Opsi untuk mengumpulkan poin SP ini kini terbuka lebar, dengan beragam metode yang ada. Anda bisa mencari sebuah objek kecil bersinar merah bernama Lumens di sekitaran kota, Anda bisa menempuh misi sampingan seperti gambar mural  ala Delsin atau menangkap Lumens yang lebih besar, atau menyelesaikan mode baru bernama – Battle Arena yang akan kita bahas di bagian lain. Ketekunan dan keuletan Anda mencari SP Points ini akan menentukan seberapa mudah perjalanan Anda nantinya.

Ada beberapa metode ekstra untuk mengumpulkan point SP, termasuk misi menggambar mural dengan Neon.
Ada beberapa metode ekstra untuk mengumpulkan point SP, termasuk misi menggambar mural dengan Neon.
Fitur keren - Photo Mode juga tetap disertakan di First Light.
Fitur keren – Photo Mode juga tetap disertakan di First Light.

Tentu saja, seperti update terakhir dari Infamous: Second Son, Infamous: First Light juga memuat Photo Mode, untuk Anda yang ingin menangkap keindahan visualisasi game yang satu ini dengan lebih optimal.

Bahkan Lebih Dangkal dari Second Son

Jika Second Son sudah termasuk dangkal untuk ukuran sebuah game Infamous, First Light tampil lebih dangkal lagi.
Jika Second Son sudah termasuk dangkal untuk ukuran sebuah game Infamous, First Light tampil lebih dangkal lagi.

Menjadi sebuah game DLC standalone, memang agak mengejutkan bahwa Sucker Punch justru memutuskan lebih menyederhanakan lagi First Light, terlepas dari fakta bahwa Second Son sendiri sudah tampil sangat sederhana sebagai sebuah game Infamous. Alhasil? First Light terasa lebih dangkal, bahkan cukup dangkal untuk membuang salah satu identitas yang selama ini menjadi kekuatan Infamous itu sendiri – Karma

Benar sekali, tidak ada sistem Karma di Infamous: First Light ini. Berjalan super linear, setiap aksi yang Anda lakukan kini tidak lagi diperberat dengan konsekuensi yang mungkin terjadi. Fetch sejak awal diposisikan sebagai seorang “Famous” – atau berjalan di jalan kebajikan. Setiap serangan yang Anda lemparkan ke orang sipil atau mereka yang tidak bersalah secara otomatis akan memperlihatkan konsekuensi non-fatal, dimana efek serangan terlihat sekedar melumpukan dan bukan mematikan. Hal ini juga terjadi di bagian cerita. Tidak ada lagi kesempatan untuk memilih jalur cerita dan moral yang Anda inginkan. Semuanya berjalan sesuai dengan cerita yang ditawarkan oleh Sucker Punch dari awal.

Tidak ada lagi sistem karma, tidak ada konsekuensi yang harus Anda pilih, tidak ada variasi skenario yang bisa Anda buka.
Tidak ada lagi sistem karma, tidak ada konsekuensi yang harus Anda pilih, tidak ada variasi skenario yang bisa Anda buka. Semuanya berjalan secara linear. 
Tidak hanya absennya sistem karma, tingkat kesulitan di level normal juga terasa lebih mudah.
Tidak hanya absennya sistem karma, tingkat kesulitan di level normal juga terasa lebih mudah.
Infamous: First Light hanya menawarkan sedikit variasi misi sampingan.
Infamous: First Light hanya menawarkan sedikit variasi misi sampingan.

Kedangkalan ini juga terjadi di sisi gameplay. Ada catatan yang pantas untuk diperhatikan: tingkat kesulitan dan variasi misi yang terbatas sekali. Dari tingkat kesulitan, di mode normal, Infamous: First Light bahkan terasa lebih mudah dibandingkan dengan Second Son. Bukan hanya karena kemampuan Neon yang membuat musuh hampir mustahil untuk beradu dengan kecepatan yang Anda miliki, tetapi juga fakta bahwa Anda bisa mengumpulkan dan menyimpan si serangan spesial – Singularity tanpa hambatan sama sekali. Tidak ada lagi syarat yang harus dilakukan untuk memastikan serangan ini terbangun dan bertahan. Anda juga bisa menyimpannya dan menjadikannya sebagai senjata terakhir saat terdesak. Masalah kedua? Tentu saja variasi side mission yang bahkan lebih minim. Selain mengumpulkan lumens,  menggambar mural neon, dan menghancurkan drone kamera, tidak ada kegiatan ekstra apapun lagi yang bisa Anda lakukan di Infamous: First Light ini. Hanya butuh tidak lebih dari 1 jam untuk menjadikan semua area mencapai angka penyelesaian 100%.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…
November 24, 2020 - 0

Review Call of Duty – Black Ops Cold War: Eksekusi Campaign Fantastis!

Industri game dan akhir tahun berarti membicarakan soal rilis game-game…
November 18, 2020 - 0

Preview Call of Duty – Black Ops Cold War: Konspirasi Tidak Basi!

Akhir tahun di industri game berarti menikmati kembali seri terbaru…
October 23, 2020 - 0

Menjajal DEMO Little Nightmares II: Jaminan Merinding!

Jika Anda secara aktif mengikuti JagatPlay, maka ada satu elemen…

PlayStation

January 22, 2021 - 0

Preview Playstation 5: Tibanya Sang Generasi Baru!

Harus menunggu selama setidaknya tiga bulan lamanya sebelum bisa menikmati…
December 28, 2020 - 0

Review Cyberpunk 2077: Terjebak Ilusi Korporasi!

Game dengan hype terbesar di tahun 2020 ini, tidak ada…
December 15, 2020 - 0

Preview Cyberpunk 2077: Berandal Masa Depan!

Menyebutnya sebagai game dengan hype terbesar di tahun 2020 ini…
December 4, 2020 - 0

Review Assassin’s Creed Valhalla: Saga Sang Penjarah!

Tidak lagi mengusung sistem rilis tahunan dan memberikan sedikit ruang…

Nintendo

July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…
June 5, 2020 - 0

Preview Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Format Terbaik!

Nintendo Wii adalah sebuah fenomena yang unik di industri game.
April 15, 2020 - 0

Review Animal Crossing – New Horizons: Sesungguhnya Game Super Hardcore!

Tumbuh menjadi sensasi internet dalam waktu singkat, banyak gamer yang…