Simak “Sopan”-nya The Evil Within Versi Jepang!

Reading time:
October 13, 2014
The Evil Within new trailer pax east (25)

Shinji Mikami – bapak game horror yang fenomenal mungkin berasal dari Jepang, namun bukan berarti semua konten yang ia telurkan bisa dinikmati oleh para gamer negeri matahari terbit ini begitu saja. Salah satu proyek terbarunya yang sangat diantisipasi – The Evil Within ternyata akan mengalami pengurangan konten kontroversial, terutama karena beragam konten kekerasan, mutilasi, dan darah yang seharusnya menghiasi game survival horror yang satu ini. Keputusan ini sendiri diambil untuk memastikan game ini bisa diakses oleh kelompok umur yang lebih muda, dan tentu saja memperluas pangsa pasar yang bisa diraih. Pengurangan konten yang ternyata cukup signifikan.

Seberapa jauh perbedaan yang ditawarkan? Ternyata cukup jelas. Beberapa screenshot memperlihatkan perbedaan antara The Evil Within versi Jepang dengan region lain yang tidak mendapatkan sensor. Versi Jepang yang ditujukan untuk kelompok gamer lebih muda ini ternyata menihilkan beberapa elemen kekerasan seperti kepala yang hancur ketika mendapatkan headshot, bagian tubuh musuh yang terpotong-potong, hingga penampakan mayat dengan luka fisik yang eksplisit.

The Evil Within Jepang versi normal..
The Evil Within Jepang versi normal..
Versi dengan
Versi dengan “Gore Mode DLC”, yang menawarkan konten setara dengan belahan dunia lain.
Versi normal = kepala tidak hancur.
Versi normal = kepala tidak hancur.
Boom! bye-bye head!
Boom! bye-bye head!
Terikat dengan sopan..
Terikat dengan sopan..
Berantakan dengan DLC Gore Mode.
Berantakan dengan DLC Gore Mode.

Gamer Jepang tentu saja tetap punya kesempatan untuk menikmati konten kekerasan tersebut secara penuh seperti halnya gamer di belahan dunia yang lain, lewat sebuah DLC terpisah bernama “Gore Mode DLC” yang bisa diunduh setelah rilis.

Oh Japan, and their censorship.. Well at least, it isn’t pixelated.. Ehmm..

Load Comments

JP on Facebook


PC Games

May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…

PlayStation

May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…
May 12, 2021 - 0

Ratchet & Clank – Rift Apart: “Emas” Playstation 5 Selanjutnya!

Usia yang masih “muda” bukan berarti menjadi alasan untuk tidak…
May 10, 2021 - 0

Review Resident Evil Village: Aksi Minim Ngeri!

Sebuah siklus? Sebuah strategi yang nyatanya berhasil? Atau memang rutinitas…
May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…