Review Headset Steelseries 9H Na’Vi Edition: Menjual Kualitas dan Identitas!

Reading time:
January 27, 2015
Steelseries 9H Na'Vi Edition
Steelseries 9H Na’Vi Edition

Sebagai perangkat audio yang diklaim didesain untuk gaming, ekspektasi besar tentu saja mengarah pada peripheral racikan Steelseries ini. Seperti yang kita tahu, terlepas dari perannya yang seringkali dipandang sebelah mata begitu saja, audio memainkan peranan yang sangat penting untuk menawarkan atmosfer gameplay yang tepat. Percaya atau tidak, pengalaman gaming yang optimal akan bergantung cukup berat pada unsur yang satu ini. Belum lagi, ia juga bisa dijadikan sebagai ujung tombak untuk melewati hari lewat serangkaian konten multimedia di luar video game itu sendiri. Sesuatu yang sudah berusaha diwujudkan Steelseries untuk waktu yang cukup lama.

Bagi Anda yang menggemari DOTA 2 – game MOBA andalan Valve, nama Na’Vi tentu saja tidak asing lagi. Tim professional yang satu ini memang tumbuh menjadi legenda tersendiri, terutama lewat prestasi dan skill masing-masing individunya yang luar biasa. Sangat disayangkan memang, bahwa semua hal ini harus berubah setelah dua kekuatan inti tim yang satu ini memutuskan untuk hengkang dan membentuk tim professional DOTA 2 yang lain. “Sejarah” prestasi luar biasa Na’Vi inilah yang berusaha direkam oleh Steelseries lewat perangkat headset mereka – Steelseries 9H Na’Vi Edition yang akhirnya tiba di kantor kami.

Desain dan Fitur

Cita rasa Na'Vi yang mengalir kentara lewat asosiasi warna kuning terang dan hitam untuk tim professional yang satu ini.
Cita rasa Na’Vi yang mengalir kentara lewat asosiasi warna kuning terang dan hitam untuk tim professional yang satu ini.

“Na’Vi banget!”, tampaknya akan jadi komentar perdana yang meluncur dari mulut Anda ketika melihat headset ini untuk pertama kalinya. Anda yang familiar dengan tim professional ini tentu saja mengerti bahwa Na’Vi selalu diasosiasikan dengan warna kuning yang sedikit terang dan mencolok. Secara garis besar, desain yang ditawarkan sebenarnya terhitung konvesional untuk sebuah headset gaming. Ukuran yang tidak terlalu besar dengan fleksibilitas yang cukup baik untuk memastikannya bisa dikenakan oleh kepala gamer dengan beragam ukuran jadi nilai jual tersendiri. Namun dari sisi desain, Steelseries 9H Na’Vi Edition memang secara kasat mata, menawarkan apa yang hendak mereka jadikan sebagai nilai jual utama – sebuah headset gaming dengan identitas Na’Vi yang kentara.

Selain corak di kedua earpad, headset ini memang terhitung hadir dengan elemen kosmetik yang minim. Tidak ada kombinasi LED untuk memperkuat hal tersebut.
Selain corak di kedua earpad, headset ini memang terhitung hadir dengan elemen kosmetik yang minim. Tidak ada kombinasi LED untuk memperkuat hal tersebut.
Kualitas busa yang akan memastikan sesi gaming Anda berjalan nyaman.
Kualitas busa yang akan memastikan sesi gaming Anda berjalan nyaman.

Sayangnya, terlepas dari corak desain yang terletak di sisi kiri dan kanan earpad yang ada, Steelseries 9H Na’Vi Edition boleh terbilang minim di urusan kosmetik. Berbeda dengan sebagian besar headset gaming yang biasanya hadir dengan sentuhan LED di beberapa bagian utama, Steelseries 9H Na’Vi Edition tidak menyertakan fungsi tersebut. Ia hadir tanpa LED dan hanya mengandalkan kombinasi warna hitam dan kuningnya yang kontras untuk menciptakan identitas “gaming” di headset ini. Untungnya, terlepas dari sisi kosmetik yang lemah, ia tampil sangat menawan di sisi kenyamanan. Ukuran pad yang cukup besar dan tidak terasa menekan dan panas walaupun digunakan untuk waktu lama akan memastikan sesi gaming Anda berjalan lancar tanpa masalah.  Busanya akan terus memastikan daun telinga Anda berada di kondisi terbaik.

Mic yang bisa ditarik keluar dari earpad sebelah kiri.
Mic yang bisa ditarik keluar dari earpad sebelah kiri.
NIlai jual terbaik? Paket penjualannya menyertakan varian kabel untuk memastikan Steelseries 9H Na'Vi Edition ini bisa digunakan di platform apapun - PC, konsol, handheld, hingga mobile sekalipun.
NIlai jual terbaik? Paket penjualannya menyertakan varian kabel untuk memastikan Steelseries 9H Na’Vi Edition ini bisa digunakan di platform apapun – PC, konsol, handheld, hingga mobile sekalipun.

Ada beberapa pilihan desain yang pantas diacungi jempol dari headset yang satu ini. Contohnya adalah penempatan mic yang disematkan di dalam headset. Mengambil posisi di sebelah kiri, Anda bisa mengeluarkan mic ini tanpa masalah ketika dibutuhkan. Ketika dimasukkan kembali, ia akan terlihat seperti ekstra aksesoris dari headset yang tidak mencolok, sebuah nilai tambah ekstra tentunya. Namun jika harus membicarakan nilai jual terkuat headset ini? Maka kemampuannya untuk beradaptasi dengan beragam platform Anda adalah yang paling menggoda. Dengan ujung port yang bisa disematkan dengan beragam tambahan kabel yang disertakan di paket penjualan, Anda bisa menjadikannya sebagai headset berbasis port jack 3.5mm ataupun USB sesuai dengan kebutuhan Anda. Semuanya sudah disediakan Steelseries sejak Anda membeli Steelseries 9H Na’Vi Edition ini, dengan proses gonta-ganti yang begitu mudah.

Fleksibilitas port yang ia tawarkan membuatnya bisa dimaksimalkan secara penuh, terlepas dari produk apa yang Anda miliki.
Fleksibilitas port yang ia tawarkan membuatnya bisa dimaksimalkan secara penuh, terlepas dari produk apa yang Anda miliki.

Menjadikan USB sebagai port utama memang seharusnya menjadi pilihan paling utama. Dengan ekstra sound card yang disematkan, Anda bisa menikmati pengalamaan Steelseries 9H Na’Vi Edition yang lebih optimal. Menghubungkannya lewat USB juga berarti membuka kesempatan untuk memodifikasi kualitas suara yang dihasilkan lewat dukungan Steelseries Engine 3 yang ada. Namun bukan berarti port jack 3.5mm tidak bisa menunjukkan taringnya. Fakta bahwa Steelseries menyediakan kepada konsumennya sebuah pilihan tentu saja pantas untuk diacungi jempol. Port jack 3.5mm berarti memberikan kesempatan bagi Anda untuk menggunakan Steelseries 9H Na’Vi Edition di platform gaming seperti Nintendo Wii U, Xbox One, atau Playstation 4. Atau Anda juga bisa menjadikannya sebagai ujung tombak peripheral untuk menikmati konten multimedia secara mobile. Anda bisa menggunakannya untuk perangkat mobile dan handheld yang ada. Nilai jual yang sangat menggoda.

Anehnya, ketika kami menghubungkan headset ini, Steelseries Engine 3 justru mengenalinya sebagai Siberia Elite Prism. Namun semua fungsi modifikasi suara yang ada bisa digunakan.
Anehnya, ketika kami menghubungkan headset ini, Steelseries Engine 3 justru mengenalinya sebagai Siberia Elite Prism. Namun semua fungsi modifikasi suara yang ada bisa digunakan.

Namun ada yang sedikit aneh dengan Steelseries 9H Na’Vi Edition yang kami dapatkan ini. Ketika menghubungkannya dengan Steelseries Engine 3, ia justru terbaca sebagai “Steelseries Siberia Elite Prism” yang notabene, pernah kami review sebelumnya. Driver yang ada ternyata salah mengenali kedua headset tersebut. Namun anehnya, semua setting konfigurasi dan equalizer berjalan normal. Anda tetap masih bisa mengatur setting yang Anda inginkan untuk mendapatkan kualitas yang Anda inginkan. Bahkan fungsi krusial seperti Dolby pun tetap diaktifkan jika itu memang preferensi pribadi Anda. Satu fitur yang sama sekali tidak berpengaruh hanyalah setting “LED” yang tentu saja, tidak terdapat di Steelseries 9H Na’Vi Edition ini. Apakah kesalahan berasal dari kami atau pihak Steelseries sendiri? Masih tanda tanya besar.

Lantas, seperti apa spesifikasi teknis yang ditawarkan oleh Steelseries 9H Na’Vi Edition ini?

Headphone

  • Frequency Response: 10 – 28000 Hz
  • Impedance: 29 Ohm
  • Cable Length: 3.2 m
  • Jacks: 2 x 3.5 mm for PC and 4-pole
  • 5mm for Mac®, Mobile and Tablets

Microphone

  • Frequency Response: 50 – 16000 Hz
  • Pick Up Pattern: Uni-directional
  • Sensitivity: -37 +/- 3 dB
Pages: 1 2
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…
January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…

PlayStation

May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…
April 29, 2021 - 0

Review RETURNAL: Surga Seru di Neraka Peluru!

Apa yang langsung muncul di benak Anda begitu kita berbicara…
April 23, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Toylogic & Square Enix (NieR Replicant ver.1.22474487139…)!

Tidak perlu menyelam terlalu jauh. Melihat nama “ver.1.22474487139…” yang didorong…
April 23, 2021 - 0

Preview RETURNAL: Brutal, Gila, Menyenangkan!

Ada yang istimewa memang saat kita membicarakan hubungan antara Sony…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…