Review Dying Light: Mencoba Lari Dari Kematian!

Reading time:
February 12, 2015

Dead Island yang “Berbeda”

Secara garis besar, Anda bisa menyimpulkan mekanik dasar Dying Light sebagai Dead Island yang disempurnakan.
Secara garis besar, Anda bisa menyimpulkan mekanik dasar Dying Light sebagai Dead Island yang disempurnakan.

Secara mekanik gameplay, Dying Light sebenarnya mengusung inti yang tidak banyak berbeda dengan Dead Island. Anda masih akan berhadapan dengan sebuah game action dari kacamata orang pertama dengan dunia terbuka untuk dieksplorasi. Anda bisa menemukan beragam objek yang bisa dijadikan sebagai bahan crafting atau justru senjata untuk digunakan melawan para zombie yang ada. Tentu saja, ada segudang side mission yang bisa Anda picu dengan berbicara pada NPC tertentu untuk reward yang sepadan. Mekanik sisi aksinya memang harus diakui serupa dengan proyek Techland sebelumnya ini, namun bukan berarti, Dying Light adalah sekedar game sama dengan nama yang berbeda. Ada banyak inovasi yang membuatnya unik dan tentu saja, pantas untuk diacungi jempol.

Fitur yang membuatnya berbeda? Kemampuan Anda untuk mengakses tempat lebih tinggi lewat gerakan parkour yang ada.
Fitur yang membuatnya berbeda? Kemampuan Anda untuk mengakses tempat lebih tinggi lewat gerakan parkour yang ada.
Tidak hanya membantu Anda bergerak lebih cepat, posisi lebih tinggi juga meminalisir potensi Anda diserang.
Tidak hanya membantu Anda bergerak lebih cepat, posisi lebih tinggi juga meminalisir potensi Anda diserang.

Salah satu yang membuat Dying Light tampil berbeda tentu saja mengakar pada kemampuan sang karakter utama – Crane untuk melakukan parkour. Tidak lagi sekedar bergerak di jalanan, Anda punya akses yang lebih luas untuk setiap bidang vertikal yang bisa Anda panjat. Dengan mekanisme kontrol yang sederhana, Anda bisa berlari, melompat, dan menaiki setiap dari mereka, menawarkan mobilisasi yang lebih efektif. Tidak hanya sekedar untuk bergerak cepat dari satu titik ke titik lainnya, ketinggian juga memungkinkan Anda untuk mengeksplorasi Harran dengan resiko yang lebih minim. Mengapa? Karena sebagian besar zombie yang Anda temui memang tidak bisa memanjat, sehingga ia bisa digunakan untuk kepentingan strategis tertentu.

Para zombie biasa yang disebut sebagai Biters ini bukanlah satu-satunya ancaman yang harus Anda takuti.
Para zombie biasa yang disebut sebagai Biters ini bukanlah satu-satunya ancaman yang harus Anda takuti.
Seperti game-game zombie kebanyakan pula, Anda akan bertemu dengan banyak varian zombie dengan efek serangannya sendiri-sendiri.
Seperti game-game zombie kebanyakan pula, Anda akan bertemu dengan banyak varian zombie dengan efek serangannya sendiri-sendiri.

Sebagian besar? Benar sekali, mayat-mayat hidup ini bukanlah satu-satunya yang menjadi ancaman yang harus Anda taklukkan. Dying Light menawarkan banyak varian kelas zombie lainnya yang punya efek serangan berbeda-berbeda dan tentu saja lebih mengancam. Mereka menyebutnya sebagai Virals. Anda akan berhadapan dengan Toads yang akan meludahi Anda dengan cairan asam, atau Demolishers yang tampil tanky dengan senjata beratnya yang mematikan. Atau Anda bisa saja “sekedar” bertemu dengan Runners – varian zombie yang bisa berlari cepat dan bertempur secara efektif dalam jumlah kecil. Namun zombie bukanlah satu-satunya hal yang harus Anda takuti, karena di tengah kekacauan seperti inipun, selalu ada manusia dengan agenda yang bertolak belakang dengan apa yang ingin Anda perjuangkan.

Tidak hanya para mayat hidup, Anda juga harus berhadapan dengan para Bandits yang notabene merupakan manusia dengan kecerdasan. Lebih pintar, mereka bergerak lebih cepat, mampu menghindari serangan Anda atau menangkisnya, dan melakukan counter yang cepat.
Tidak hanya para mayat hidup, Anda juga harus berhadapan dengan para Bandits yang notabene merupakan manusia dengan kecerdasan. Lebih pintar, mereka bergerak lebih lincah, mampu menghindari serangan Anda atau menangkisnya, dan melakukan counter yang cepat.
Anda sebenarnya punya senjata range seperti machine gun ini untuk dimaksimalkan. Namun terbatasnya resource membuat serangan melee terlihat lebih rasional.
Anda sebenarnya punya senjata range seperti machine gun ini untuk dimaksimalkan. Namun terbatasnya resource membuat serangan melee terlihat lebih rasional.

Selain bertarung dengan para mayat hidup ini, Anda juga harus berhadapan dengan para Bandits. Bertempur melawan para zombie tentu berbeda dengan manusia yang masih punya kesadaran seperti ini. Para bandits bergerak lebih cepat, dengan kemampuan untuk menyerang beruntun dan damage yang cukup besar karena senjata yang mereka miliki. Parahnya lagi? Mereka juga cukup cepat dan pintar untuk menghindari serangan Anda atau bahkan menahannya. Pertempuran dengan setiap bandit secara frontal akan menguras stamina. Tapi ingat pula, Anda juga selalu punya alternatif brutal untuk menyelesaikan masalah seperti ini, seperti lemparan molotov untuk memanggang mereka hidup-hidup atau bahkan senjata api untuk pertempuran yang lebih cepat. Dying Light memang menawarkan kesempatan untuk menjadikan senapan mesin atau pistol sebagai ujung tombak untuk menundukkan ancaman yang ada, namun terasa kurang efektif karena resource peluru yang terbatas. Seperti halnya, Dead Island, ia masih berkisar pada serangan melee dan merangkai senjata yang lebih mematikan.

Mempersiapkan Diri

Ada segudang misi yang bisa Anda tempuh di Harran, tentu saja - dengan reward yang sepadan.
Ada segudang misi yang bisa Anda tempuh di Harran, tentu saja – dengan reward yang sepadan.

Ini mungkin terdengar begitu jahat, namun masalah yang terjadi di Harran ternyata adalah gudang “penghasilan” untuk Anda. Ada segudang side mission yang bisa Anda selesaikan di sini, selain tentu saja – misi utama untuk memicu progress cerita. Cukup berbicara dengan NPC yang memuat tanda seru di peta kecil yang ada, Anda akan dibekali dengan ragam pekerjaan yang biasanya berkisar pada permintaan untuk bergerak dari titik A dan B, mengumpulkan objek tertentu, dan kembali. Reward yang diberikan oleh beragam side mission ini membuatnya sulit untuk ditolak.

Selain terkadang senjata yang lebih baik, setiap side mission ini akan memberikan Anda ekstra experience points untuk menaikkan level. Di sinilah Dying Light tampil cukup unik. Berbeda dengan game action serupa yang menyisipkan elemen RPG lewat sistem experience points dan kenaikan level yang sederhana, Dying Lights menerapkan mekanisme yang serupa dengan Skyrim. Skill terbagi menjadi tiga bagian sama besar: Survival, Agility, dan Power yang masing-masing memuat cabang ekstra kekuatan baru atau status sesuai dengan namanya.

Ada tiga kategori skill berbeda yang masing-masing mengusung pohon skillnya sendiri-sendiri. Menariknya lagi? Level mereka juga akan disokong oleh experience points yang berbeda.
Ada tiga kategori skill berbeda yang masing-masing mengusung pohon skillnya sendiri-sendiri. Menariknya lagi? Level mereka juga akan disokong oleh experience points yang berbeda.
Mengusung mekanisme yang serupa dengan Skyrim, level tiap skill ini akan naik bergantung pada aktivitas Anda. Semakin sering Anda melakukannya, semakin tinggi pula penguasaan Anda.
Mengusung mekanisme yang serupa dengan Skyrim, level tiap skill ini akan naik bergantung pada aktivitas Anda. Semakin sering Anda melakukannya, semakin tinggi pula penguasaan Anda.

Experience Points untuk Survival hanya bisa didapatkan lewat serangkaian misi yang ada, sampingan atau utama. Sementara level Agility atau Power akan naik seiring dengan aktivitas Anda, layaknya Skyrim. Sering melakukan parkour? Experience points akan terus didistribusikan ke kolam agility Anda. Atau Anda lebih sering bertempur secara terbuka? Maka level Power Anda yang akan disupply kepingan experience points secara konsisten. Semakin sering Anda melakukan aktivitas tertentu, semakin Anda menguasainya. Konsep yang pantas untuk diacungi jempol.

Eksplorasi menjadi begitu esensial untuk mengumpulkan resource, pondasi bagi Anda untuk bertahan hidup.
Eksplorasi menjadi begitu esensial untuk mengumpulkan resource, pondasi bagi Anda untuk bertahan hidup.
I swear i'm just trying to find resources!!
I swear i’m just trying to find resources!!  ( ͡° ͜ʖ ͡°)
Dengan resource dan blueprint yang tepat, Anda bisa menggunakan semua resource ini untuk crafting, dari item hingga senjata unik Anda sendiri. Tidak hanya itu saja, Anda juga bisa menyempurnakan mereka dengan menyematkan efek elemen ke dalamnya.
Dengan resource dan blueprint yang tepat, Anda bisa menggunakan semua resource ini untuk crafting, dari item hingga senjata unik Anda sendiri. Tidak hanya itu saja, Anda juga bisa menyempurnakan mereka dengan menyematkan efek elemen ke dalamnya.

Side mission boleh dibilang hanyalah secuil alasan mengapa Anda akan tertarik untuk mengeksplorasi setiap sudut Harran. Pada akhirnya, semua kesibukan ini akan berakhir untuk satu tujuan yang sama – mempersiapkan diri dari beragam ancaman yang akan dihadapi. Ada segudang resource yang bisa Anda kumpulkan di kota ini, dari sekedar tempat sampah hingga sudut rumah yang terbuka untuk dijarah. Setiap resource ini  bisa digunakan untuk dua hal – yang tidak penting bisa berakhir menjadi uang untuk membeli senjata atau resource yang lebih baik dari para merchant, sementara yang penting akan berakhir menjadi bahan crafting. Benar sekali, dengan mengumpulkan resource dalam jumlah tertentu, disertai dengan blueprints yang berhasil Anda kumpulkan, Anda bisa membangun item dan senjata yang lebih baik.

Mengumpulkan resource bahkan kian penting mengingat senajta Anda punya daya tahan sendiri dan dapat hancur. Memastikan diri memiliki senjata cadangan jadi salah satu fokus yang tidak bisa dabaikan begitu saja.
Mengumpulkan resource bahkan kian penting mengingat senajta Anda punya daya tahan sendiri dan dapat hancur. Memastikan diri memiliki senjata cadangan jadi salah satu fokus yang tidak bisa dabaikan begitu saja.
Tidak ingin menyia-nyiakan senjata Anda? Anda bisa saja kembali ke serangan melee, menghancurkan para zombie biasa ini dengan tangan (kaki) kosong. Atau, Anda bisa juga mendorong mereka ke beragam jebakan di peta untuk kematian secara instan. Pile them up!
Tidak ingin menyia-nyiakan senjata Anda? Anda bisa saja kembali ke serangan melee, menghancurkan para zombie biasa ini dengan tangan (kaki) kosong. Atau, Anda bisa juga mendorong mereka ke beragam jebakan di peta untuk kematian secara instan. Pile them up!

Ini menjadi hal yang super esensial untuk memastikan Anda bisa bertahan hidup di tengah horrornya Harran itu sendiri. Crafting adalah pintu gerbang utama untuk menciptakan senjata yang lebih baik, dari sekedar molotov untuk efek area serangan efek yang lebih luas hingga kombinasi senjata mematikan dengan ekstra damage dan elemen di dalamnya. Ambisi untuk mendapatkan senjata yang lebih kuat juga membuat setiap menit eksplorasi yang Anda lakukan punya potensi untuk terbayar manis. Apalagi mengingat setiap senjata yang Anda miliki memiliki daya tahannya sendiri. Anda hanya bisa memperbaiki senjata hingga batas jumlah tertentu sebelum terpaksa membuangnya karena tidak lagi efektif. Satu yang pasti di benak Anda ketika hal ini terjadi? Memastikan bahwa senjata cadangan Anda selalu tersedia, jika tidak, lebih kuat daripada yang sebelumnya.

Dying Light mungkin akan terasa sulit di jam-jam awal permainan. Namun seiring dengan level dan skill yang Anda buka, dipadukan kombinasi senjata dari blueprint yang makin beragam, ia akan lebih mudah dinikmati.
Dying Light mungkin akan terasa sulit di jam-jam awal permainan. Namun seiring dengan level dan skill yang Anda buka, dipadukan kombinasi senjata dari blueprint yang makin beragam, ia akan lebih mudah dinikmati.

Dipadukan dengan skill yang bisa Anda dapatkan dari kenaikan level, Dying Light akan terasa semakin mudah seiring dengan progress perkembangan karakter Anda. Di awal ia mungkin terasa seperti game survival horror yang merepotkan, namun sensasi ini akan memudar begitu lebih banyak blueprint senjata dan skill yang terbuka. Beberapa skill memungkinkan Anda melakukan tendangan dua kaki untuk damage besar tanpa harus mengorbankan durabilitas senjata, membuat senjata Anda lebih tahan lama, atau bahkan memperbesar kemungkinan Anda bisa memperbaiki senjata Anda tanpa perlu mengorbankan limit repair yang ada. Dipadukan dengan senjata berdamage besar? Zombie bukan lagi tantangan yang perlu Anda khwatirkan.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

November 4, 2025 - 0

Review Trails in the Sky 1st Chapter: Remake Terindah Untuk Game JRPG Klasik

Trails in the Sky 1st Chapter menjadi remake yang teramat…
June 21, 2025 - 0

Review Clair Obscur Expedition 33: RPG Turn-Based nan Indah, Seru, & Memilukan

Clair Obscur: Expedition 33 menjadi bukti akan pentingnya passion dan…
June 19, 2025 - 0

Review Monster Hunter Wilds: Keindahan Maksimal di Tengah Derasnya Adrenalin

Monster Hunter Wilds berhasil gabungkan beragam elemen terbaik dari seri…
November 29, 2024 - 0

Palworld Dan Terraria Crossover Event Akan Hadir Pada 2025

Palworld dan Terraria umumkan event crossover yang akan digelar pada…

PlayStation

November 4, 2025 - 0

Review Trails in the Sky 1st Chapter: Remake Terindah Untuk Game JRPG Klasik

Trails in the Sky 1st Chapter menjadi remake yang teramat…
June 21, 2025 - 0

Review Clair Obscur Expedition 33: RPG Turn-Based nan Indah, Seru, & Memilukan

Clair Obscur: Expedition 33 menjadi bukti akan pentingnya passion dan…
June 19, 2025 - 0

Review Monster Hunter Wilds: Keindahan Maksimal di Tengah Derasnya Adrenalin

Monster Hunter Wilds berhasil gabungkan beragam elemen terbaik dari seri…
December 7, 2024 - 0

Preview Infinity Nikki: Game Indah Di Mana Baju Adalah Pedangmu

Kesan pertama kami setelah memainkan Infinity Nikki selama beberapa jam;…

Nintendo

November 4, 2025 - 0

Review Trails in the Sky 1st Chapter: Remake Terindah Untuk Game JRPG Klasik

Trails in the Sky 1st Chapter menjadi remake yang teramat…
June 30, 2025 - 0

Review Nintendo Switch 2: Upgrade Terbaik Untuk Console Terlaris Nintendo

Nintendo Switch 2 merupakan upgrade positif yang telah lama ditunggu…
July 28, 2023 - 0

Review Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Tak Sesempurna yang Dibicarakan!

Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang tak sesempurna yang dibicarakan…
May 19, 2023 - 0

Preview Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Kian Menggila dengan Logika!

Apa yang ditawarkan oleh Legend of Zelda: Tears of the…