Review Dying Light: Mencoba Lari Dari Kematian!
Lari dari Malam – Lari dari Kematian!

Satu yang pasti, tantangan Dying Light tidak lantas selesai begitu Anda sudah mencapai level tinggi dengan senjata lebih besar. Ada horror besar yang mengintai dan siap untuk membunuh dalam sekejap, walaupun Anda sudah mempersiapkan diri dengan matang, sekalipun. Di Dying Light, tidak ada yang lebih menyeramkan selain berhadapan dengan sinar matahari yang semakin memudar di ujung jalan. Malam berarti kematian di sini, dan kematian tersebut, sama sekali tidak punya konotasi menyenangkan.


Seperti yang sempat mereka promosikan selama ini, sensasi gameplay Dying Light berbeda jauh ketika siang dan malam. Siang hari, Anda masih bisa merasakan peran sebagai seorang karakter utama yang bisa menundukkan beragam ancaman yang ada secara instan, berkat skill dan senjata yang ada. Namun begitu Harran jatuh dalam kondisi gelap, Anda bukanlah siapa-siapa, selain daging buruan untuk varian zombie yang lebih menakutkan bernama Volatiles. Hanya muncul di malam hari, Volatiles hadir dengan kecepatan, kekuatan, dan daya tahan yang jauh melebihi varian zombie yang lain. Ia bisa membunuh Anda dalam sekejap jika Anda tidak hati-hati.
Tidak ada solusi yang bisa menjamin Anda untuk bisa bertahan hidup jika Anda memilih perang terbuka. Pilihan rasional adalah berlari menyelamatkan diri, bersembunyi di beragam Safe House yang bisa Anda buka lewat misi sederhana untuk menunggu matahari kembali. Kehadiran Volatiles ini menghadirkan sensasi horror yang pantas diacungi jempol. Mengerti fakta bahwa Anda bisa mati secara instan karena monster yang satu ini membuat setiap pertemuan selalu menghasilkan rasa panik dan ketakutan tersendiri, bahwa Anda butuh mencari cara apapun, untuk selamat. Untungnya, ada satu mekanik ekstra yang membuat hal ini terasa mungkin.


Caranya adalah dengan mulai merebut Safe House yang tersebar di map. Anda hanya tinggal bergerak menuju ikon rumah berwarna merah yang terdapat di peta, menghancurkan semua zombie di dalam lokasi, dan Safe House pun bisa diakses. Lantas apa yang bisa Anda lakukan di sini? Seperti nama yang ia usung, Safe House akan memastikan Anda tidak diserang oleh zombie apapun, termasuk Volatiles sekalipun. Di sini, Anda bisa tidur untuk mempercepat waktu dan memastikan diri untuk bertemu dengan matahari kembali. Anda bisa menjalani kembali hari-hari Anda sebagai seorang pahlawan, seperti biasanya.

Semuanya terdengar mudah, bahwa dengan sistem Safe House seperti ini, Anda tidak akan pernah perlu lagi takut dengan malam. Secara konsep, iya, namun Techland tampaknya punya cara tepat untuk menggoda Anda keluar dari “kandang” dan mulai mencicipi betapa menyeramkannya Harran di malam hari. Selain beberapa side quest yang memang hanya bisa diselesaikan di malam hari, resiko untuk mati secara instan ini juga dikompensasi dengan kesempatan untuk mendapatkan experience dua kali lebih cepat. Benar sekali, semua experience points – Agility dan Power selama malam hari akan digandakan, membuat bar untuk mendapatkan ekstra satu skill points tersebut berjalan jauh lebih cepat. Kini pilihan kembali bergantung pada Anda. Apakah Anda merasa resiko mengitari malam untuk experience ganda memang cukup pantas? Jika iya, maka silakan bersenang-senang dengan potensi kematian ini. Namun ingat pula, kematian berarti hilang sejumlah porsi experience points untuk Survival yang sulit untuk dikumpulkan.
Visualisasi Apik

Seperti yang sempat kami sebut sebelumnya, lompatan visual yang ditawarkan Techland di Dead Island pertama dan Dying Light boleh terbilang cukup signifikan. Memperkuat citranya sebagai game generasi terbaru, ia tampil sebagai game yang cukup memanjakan mata, baik dari sisi desain maupun teknis. Dari sisi desain, mereka mampu menawarkan sebuah kota dengan atmosfer yang pantas diacungi jempol. Anda akan bisa merasakan dengan jelas bahwa Anda tengah diterjunkan di sebuah kota yang berada di ujung kematian, dengan kehancuran di mana-mana. Debu, hujan yang dramatis, angin, posisi para zombie, teriakan kelaparan mereka, hingga sekedar desain tata kota yang ada menyempurnakan pengalaman Dying Light ini.


Pesona yang sama juga meluncur dari sisi teknis. Kualitas tekstur meningkat jauh, dengan detail setiap karakter, bahkan para zombie yang Anda temui sekalipun hadir begitu baik. Namun bagian terbaiknya? Kualitas tata cahaya yang memesona. Perbedaan malam dan siang yang begitu kentara, dengan efek sinar dan bayangan yang tepat ketika Anda harus menghidupkan senter dan beraksi jadi catatan positif tersendiri. Ia berhasil membangun kesan horror yang kuat di malam hari, sesuatu yang cukup unik mengingat betapa Dying Light mengakar pada gameplay action yang menjadi titik fokus. Desain visual yang mereka tawarkan berkontribusi besar pada pengalaman yang ia tawarkan.


Salah satu keputusan yang kami senangi juga adalah keberanian untuk mempertahankan elemen gore yang ada. Kepala yang putus, darah dimana-mana, tangan yang terpotong, kematian sia-sia, hingga bau hangus mereka yang terbakar-bakar hidup seolah memperkuat atmosfer mencekam Dying Light itu sendiri.










