JagatPlay NgeRacau: Hot-Threads! Yeay?

Reading time:
August 12, 2015
30181_lucky_star_izumi_kona

Siapa yang di Indonesia enggak kenal sama Kaskus? Enggak cuman sekedar “situs” doank, Kaskus udah kayak jadi bukti dan mimpi semua situs di Indonesia, at least dari sisi peringkat dan jumlah visit yang gila banget. Kerennya lagi, Kaskus udah jadi semacam bagian hidup yang enggak terpisahkan dari para Kaskuser – yang bahkan ngelahirin  banyak budaya baru seperti “Agan” dan “Cendol” yang udah dipakai di banyak tempat dan hampir mustahil terkikis sama zaman. Gua pribadi sebenarnya bukan terhitung Kaskuser yang aktif. Gua lebih bertindak seperti lurker, especially ketika gua berusaha nyari barang murah di FJB yang notabene, jadi source hunting banyak orang. Dan itu efektif banget buat dapetin barang yang gua mau dalam deal harga yang keren mampus. Tapi sayangnya, Kaskus ngasih impact yang beda ke kehidupan dan entitas gua pribadi sebagai JagatPlay.

Anggap aja ini sebagai surat terbuka, atau sebagai rant kelelahan gua untuk terus berhadapan dengan situasi yang sama tanpa bisa melakukan banyak hal. Anggap aja ini sebagai pengetahuan ekstra untuk membantu para Kaskuser atau siapapun yang hendak melakukan repost untuk mengerti efek apa yang mereka hasilkan. Di sesi AMA yang pernah gua gelar di akhir tahun kemarin, gua secara terbuka menyebut bahwa ada sedikit rasa kesal melihat artikel-artikel, especially “Toplist” masuk ke Hot-Threads (HT) Kaskus dan terekspos ke lebih banyak pembaca baru yang mungkin enggak pernah kenal sama situs ini. Asal udah nyantumin source, seharusnya etika nge-repost seperti ini udah jalan.  Ini fenomena tetap berlanjut, dan dua artikel toplist terakhir gua juga masuk ke HT. Tapi ada sesuatu yang berubah di sana, yang cukup membuat gua kecewa.

Oleh karena itu, gua bikin ini NgeRacau sebagai sebuah surat terbuka dan untuk membuka sedikit latar belakang dan pemikiran, serta kekecewaan gua terhadap setiap artikel gua yang akhirnya masuk ke HT Kaskus.

Repost? Biasa itu!

dR4nD7m

Internet adalah gudang repost, ini udah jadi fakta yang kagak bisa dibantah lagi. Kagak gampang nyari sebuah konten yang benar-benar original di antara ratusan juta tulisan yang mungkin udah bertebaran di dunia maya. JagatPlay juga ngelakuin hal yang sama, namun dengan pendekatan yang berbeda. Soal news, misalnya. Karena notabene kita tinggal di Indonesia yang kagak punya perwakilan industri game dan publisher game raksasa dari luar, satu-satunya source news yang reliable datang dari luar. Mereka selalu jadi yang pertama tahu soal “barang dalam” yang lagi dipersiapin sama publisher. Kita ngambil source dari sana, translate intinya, dan terkadang ngasih sudut pandang yang berbeda. Kalau kontennya eksklusif, misalnya wawancara langsung antara satu media game dengan source berita, kita biasanya akan nyebutin dan ngasih link ke source interview tersebut. Namun kalau sifatnya enggak eksklusif, biasanya kita lepas begitu aja.

Hal sama juga kita lakuin di fanpage JagatPlay di Facebook (atau JagatFap dan apapun itu). Hampir sebagian besar meme atau gambar yang kita ambil berasal dari Reddit atau Imgur, dengan foto cosplay dari WorldCosplay atau CureCos. Kita memang sempat “ngehek” di masa lalu dengan cuman nyantumin karakter apa yang mereka cosplay. Namun ada sedikit kesadaran, bahwa dengan “mencuri” konten mereka, kita at least mesti ngasih tribut dan kontribusi buat siapapun talent yang berdiri di belakang kostum tersebut. Lalu kita mulai ngasih nama jelas cosplayer buat ngasih kesempatan buat siapapun yang tertarik sama cosplay mereka lebih lanjut buat tinggal copas dan nge-google nama mereka. Voila! Siapapun bakal langsung nemu profile mereka di situs-situs cosplay ternama. Repost udah jadi bagian yang enggak bisa dipisahkan lagi dari “budaya” internet, kita ngerti itu. Terus, kenapa mesti kecewa dengan HT di Kaskus? Harus gua akuin, selalu ada perasaan tercurangi di situ.

Lu yang buat? GUA YANG BUAT!

you made this

Terlepas kalau JagatPlay juga sering nge-“repost” konten dalam format yang berbeda, kita enggak pernah ngeklaim kalau itu berasal dari tangan kita sendiri. Hampir sebagian besar news yang kita lemparin (kecuali yang sumbernya dari Indonesia sendiri atau turnamen yang bisa kita tonton), sudah pasti lu temuin juga di situs Barat, terlepas cepat atau lambatnya. Tapi, kita enggak pernah ngeklaim kalau kitalah source utama semua berita tersebut bukan? Gua pribadi juga berusaha mastiin JagatPlay buat terus ngasih konten original lewat artikel-artikel “eksklusif” kita, seperti Preview, Review, Toplist, NostalGame, hingga NgeRacau ini. Ini udah kayak jadi etika dasar buat nge-repost, bahwa kalau sifatnya memang sangat eksklusif dan unik, sang pencipta konten pantas mendapatkan apresiasi lebih.

Tapi enggak di HT Kaskus. Lu tahu betapa kecewanya gua ketika ngelihat kalau dua artikel HT di Kaskus yang jelas-jelas nge-copas artikel Toplist gua, yang notabene eksklusif dan original dari kita, ternyata ngehilangin semua jejak nama gua atau JagatPlay di sana? Parahnya lagi, siapapun TS-nya, ia mengesankan kalau dia yang nulis itu semua konten dengan otak dan kreativitasnya sendiri. Semua tulisan “versi JagatPlay” dihapus, gambar yang udah jelas ada “JagatPlay” juga dihilangin, dan voila! Lu baru aja “nyolong” konten tanpa izin sembari mengklaim bahwa otak cerdas lu baru aja ngehasilin sesuatu yang bahkan enggak makan keringat lu setetes pun. Tinggal drag, copas, dan nikmatin semua popularitas yang ada. Sementara gua di balik layar monitor ini? Cuman bisa bengong enggak percaya. Dan semuanya makin “sempurna” dengan tulisan Source super kecil yang kadang bahkan enggak nge-link ke tempat yang benar.

Lu tahu seberapa berat perjuangan bikin artikel Toplist seperti ini? Enggak sesulit bikin Taj Mahal atau Piramida sih, tapi tetap makanin effort dan waktu. Setiap pagi ketika gua ngerasa gua pengen bikin Toplist, gua akan mulai dari turun ke lantai 1 dan ketemu sama anak-anak kantor yang lain buat brainstorming. “Hey, gua bikin ini, lu kira-kira ada ide enggak apa yang bisa gua masukin?”, gua akan mulai nampung ide, nulis di secarik kertas, ngobrol panjang, dan kembali ke meja kerja gua. Di sini gua akan mulai berbicara dengan otak gua sendiri, menggali memori game-game apa aja yang pernah gua mainin, sembari browsing-browsing buat nyari insight, dan mulai nulis. Mencari urutan yang tepat, dan mulai berpikir gimana caranya mendeskripsikan setiap point yang mau gua sampaiin. Ini bisa makan 4-5 jam sebelum artikel rampung benar dan dirilis di JagatPlay. But hey, ini ternyata enggak jadi perjuangan yang menurut para TS HT di Kaskus pantas untuk diapresiasi.

Source yang sangat niat sekali, saudara-saudara..
Source yang sangat niat sekali, saudara-saudara..

Dua kali HT dalam dua minggu terakhir, dua kali nama JagatPlay dihapus, dua kali dengan source super kecil yang bahkan tidak akan diperhatikan siapapun. Semua chance untuk mempopulerkan JagatPlay kepada khalayak lebih umum, kesempatan untuk memperbesar user fanbase seolah lenyap terbuang ke jendela begitu saja tanpa ada yang bisa kita lakukan. Semuanya karena sesederhana masalah copas dan klaim konten.

jagatlay
“Versi JagatPlay”
Sesampainya di HT Kaskus
Sesampainya di HT Kaskus
jagatlay1
“Versi JagatPlay”
kaskus 1
Sesampainya di HT Kaskus

“Kenapa enggak bikin artikel di JagatPlay enggak bisa dicopas aja?”, ini mungkin pertanyaan yang sering mengemuka dan dirasaiin sebagai solusi paling penting. Karena pribadi, gua enggak mau dan ngerasa kebijakan ini justru akan kontra-produktif. Dan keputusan gua buat enggak nge-implementasiin itu juga terbukti manis. Kemarin di event JagatGathering dimana gua sempat ngobrol sama salah satu pembaca JagatPlay di sesi makan sore, dia jelasin kalau theme JagatPlay bikin mata dia enggak nyaman buat baca artikel dalam waktu yang lama. Untuk itu, dia sering banget nge-copas artikel review kita ke Word atau Note supaya bisa dibaca lebih mudah. Sebuah tindakan pantas diapresiasi yang membuat ngerasa adalah keputusan tepat buat enggak nge-block fitur copas di situs ini. Plus, selalu ada chance untuk berbagi informasi dari JagatPlay langsung ke sosial media tanpa perlu nge-link. Contoh? Ketika teman lu butuh spek PC untuk game tertentu, misalnya, yang pernah lu baca di JagatPlay. Tinggal copas, copy ke wall temen lu, dan voila! masalah selesai. Walaupun pada akhirnya, gua harus berjuang dengan masalah seperti ini.

Pages: 1 2
Load Comments

PC Games

June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…
June 17, 2021 - 0

JagatPlay: Interview dengan Tom Hegarty & John Ribbins (OlliOlli World)!

Tidak semua gamer mungkin pernah mendengar game yang satu ini,…
June 17, 2021 - 0

Menjajal OlliOlli World: Game Skateboard Imut nan Ekstrim!

Berapa banyak dari Anda yang seringkali melewatkan judul game-game “kecil”…
May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…

PlayStation

June 21, 2021 - 0

Review Guilty Gear Strive: Wangi Kemenangan!

Sepak terjang Arc System Works di genre game fighting memang…
June 16, 2021 - 0

Review Final Fantasy VII Remake INTERGRADE (+ INTERMISSION): Selangkah Lebih Sempurna!

Mencapai sebuah keberhasilan untuk konsep yang di atas kertas nyaris…
June 11, 2021 - 0

Review Ninja Gaiden – Master Collection: Bak Tebasan Pedang Tua!

Apa nama franchise yang menurut Anda melekat pada nama Koei…
June 8, 2021 - 0

Review Ratchet & Clank – Rift Apart: Masuk Dimensi Baru!

Menyebut Insomniac Games sebagai salah satu developer first party tersibuk…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…