Review MGS V – The Phantom Pain: Puas dan Kecewa di Saat yang Sama!

Reading time:
September 8, 2015

Bukan Metal Gear yang Anda Kenal!

Metal Gear Solid V: The Phantom Pain bukanlah seri Metal Gear yang selama ini Anda kenal.
Metal Gear Solid V: The Phantom Pain bukanlah seri Metal Gear yang selama ini Anda kenal.

Apa yang Anda pikirkan ketika mendengar nama Metal Gear Solid sebagai sebuah franchise? Maka sebagian besar dari kita yang sempat jatuh hati dengan pesona seri-seri sebelumnya akan langsung mengarah pada dua hal utama: jalan cerita yang linear dan tentu saja, potongan adegan sinematik yang bahkan bisa disejajarkan dengan film Hollywood sekalipun. Untuk yang terakhir ini, terlepas dari lelucon yang muncul, selalu menjadi esensi dari Metal Gear Solid itu sendiri. Scene yang disampaikan panjang, berbelit, dan penuh istilah kompleks yang didesain untuk menjelaskan timeline dan latar belakang sebuah timeline cerita yang butuh waktu lama untuk dimengerti. Namun Kojima memutuskan untuk membuang semua nilai jual tersebut dan menawarkan sesuatu yang berbeda di MGS V: The Phantom Pain.

Snake kini terlempar di sebuah game yang lebih menonjolkan aspek open-world dari sisinya sebagai game action. Bertempat di Afghanistan dan Afrika, Snake diberikan keleluasaan untuk bergerak di setting yang dibangun dengan atmosfer yang luar biasa tersebut. Maka seperti konsep utama yang mereka perkenalkan via Ground Zeroes, cerita tidak lagi dibangun dalam sekuens yang disodorkan kepada gamer begitu saja. Progress cerita meluncur dari pilihan misi yang begitu banyak. Ada dua jenis misi – Main Mission untuk mendapatkan progress cerita dan Side Mission yang bersifat sekedar sebagai misi sampingan. Keduanya terkadang saling berhubungan satu sama lain di beberapa titik untuk menjalin satu garis cerita yang lebih erat.

Sistemnya kini lebih sederhana. Anda memilih misi dari list yang ada dan helikopter akan menerjunkan Anda secara langsung ke titik terdekat.
Sistemnya kini lebih sederhana. Anda memilih misi dari list yang ada dan helikopter akan menerjunkan Anda secara langsung ke titik terdekat.
Anda diberi kebebasan untuk memilih metode penyelesaiian misi Anda sendiri. Stealth? Perang terbuka?
Anda diberi kebebasan untuk memilih metode penyelesaiian misi Anda sendiri. Stealth? Perang terbuka?
Atau Anda cukup gila untuk membawa Tank dan sekedar menembak membabi-buta?
Atau Anda cukup gila untuk membawa Tank dan sekedar menembak membabi-buta?

Maka sistemnya menyederhana di sini. Yang perlu Anda lakukan hanyalah memilih satu dari misi yang ada, Main ataupun Side Mission, dan Snake akan langsung diterjunkan di sana. Di sinilah, MGS V: The Phantom Pain memperlihatkan tajinya sebagai salah satu game action stealth terbaik yang pernah ada. Anda punya kebebasan yang hampir mutlak untuk menyelesaikan setiap misi yang ada, menggunakan cara apapun yang bisa Anda pikirkan. Apakah Anda lebih tertarik untuk maju secara terbuka, menggunakan machine gun dan armor yang lebih kuat? Atau Anda lebih senang dengan gaya stealth yang minim resiko, namun butuh perencanaan lebih matang untuk dieksekusi? MGS V: TPP membuka pintunya lebar-lebar, bagi kita – gamer, untuk menentukan metode seperti apa yang kita butuhkan. Metode yang bisa berakhir dengan mayat bergelimpangan dimana-mana dan tubuh Snake Anda penuh darah, atau justru begitu tenang tanpa harus berhadapan dengan kematian sama sekali. Anda juga bisa menggunakan senjata atau bahkan tangan kosong belaka untuk “membersihkan” sebuah area. Snake juga akan kembali diperkuat Reflex Mode – mode yang akan melambatkan waktu untuk memberikan Anda waktu berpikir dan beraksi, setiap kali musuh tahu keberadaan Anda.

Kebebasan metode penyelesaian misi ini benar-benar akan menuntut Anda kreatif. Anda mulai harus memikirkan dan menimbang elemen apa saja yang bisa dimanipulasi untuk keuntungan misi Anda, jika Anda termasuk gamer yang menolak hadir dan menembak membabi buta ala game action pada umumnya. Contoh? Ketika misi meminta Anda untuk membawa tawanan pergi dari area yang ada, sementara prajurit lawan yang melakukan patroli begitu ramai. Anda bisa memutus jalur komunikasi dan listrik mereka untuk ekstra keamanan, sembari menginterogasi setiap prajurit yang berhasil Anda sandera untuk mendapatkan posisi pasti sang tawanan. ATAU Anda bisa meletakkan C4 di gardu listrik mereka sekedar untuk persiapan. Begitu Anda mendapatkan tawanan yang menjadi target misi Anda, Anda baru meledakkan C4 tersebut, tidak hanya untuk mematikan listrik, tapi juga menarik perhatian sebagian besar para penjaga yang akan langsung memeriksanya. Hasilnya? Jalan keluar Anda ke helikopter penjemput akan luang seketika.

“Seribu satu cara menuju ke Roma”, ungkapan ini pantas untuk mendeksripsikan gaya permainan di MGS V: The Phantom Pain.

Atau contoh lain, apa yang bisa Anda lakukan jika misi Anda adalah menghentikan dan membersihkan satu kendaraan berat dan dua buah tank yang tengah bergerak, ketika Anda hanya boleh menggunakan Bionic Arm Anda di misi tersebut? Di outpost dengan lebih dari belasan penjaga tersebut, hanya terlihat dua orang penjaga saja yang membawa Rocket Launcher, yang bahkan tidak cukup kuat untuk menghancurkan sebuah tank, dan mustahil untuk digunakan di tiga buah kendaraan berat yang bergerak cepat. Menggunakan mortar? Tinggal tunggu waktu hingga meriam tank menghancurkan tubuh Anda berkeping-keping dengan akurasi tinggi ketika mereka menemukan posisi Anda. Menggunakan machine gun? Bahkan jauh lebih tidak berguna. Maka otak Anda pun akan berpikir keras mencari cara solusi seperti apa yang bisa ditempuh di kondisi seperti ini. Tahu apa yang kami lakukan hingga misi ini berhasil? Membuat pingsan satu prajurit, mengangkat dan membawanya ke tengah jalan arah lalu tiga kendaraan berat ini, dan memaksa mereka berhenti untuk memeriksa. Dan ketika konvoi ini berhenti total? BAM! 2 buah C4 untuk masing-masing kendaraan, dan VOILA! Sedikit kerja keras otak berkontribusi pada misi yang satu ini.

Beda dengan seri sebelumnya yang memungkinkan Anda membawa sebanyak mungkin senjata / item dan kemudian beradaptasi secara langsung, MGS V membatasi hal tersebut.
Beda dengan seri sebelumnya yang memungkinkan Anda membawa sebanyak mungkin senjata / item dan kemudian beradaptasi secara langsung, MGS V membatasi hal tersebut.
Tangan bionic Anda juga punya beberapa fungsi unik.
Tangan bionic Anda juga punya beberapa fungsi unik.

Berbeda dengan seri-seri MGS sebelumnya juga, Snake kini hanya bisa membawa senjata dan equipment yang sangat terbatas. Tidak ada lagi hak istimewa untuk langsung mencari equipment yang dibutuhkan dari lusinan yang Anda bawa sekaligus untuk beradaptasi dengan serangkaian situasi yang muncul. Snake hanya bisa membawa 2 senjata Primary Weapons (senjata berat) dan 2 senjata Secondary Weapons (pistol dan Bionic Arms), dan sekitar 8 jenis item dan equipment untuk membantu misi Anda. Lantas, bagaimana jika Anda tiba-tiba sadar bahwa senjata Anda tidak akan cocok untuk menyelesaikan tantangan level yang tengah Anda hadapi? Maka Anda selalu bisa meminta Mother Base untuk mengirimkan ekstra senjata yang berbeda atau sekedar tambahan  ammo ke dalam level yang tengah Anda jalani. Namun perlu diingat, setiap kali Anda memanggil lebih banyak supply atau senjata dan mempersiapkan begitu banyak item / equipment di dalam misi, Anda juga harus berkorban lebih banyak GMP – mata uang di dalam MGS V: The Phantom Pain ini.

Snake tidak akan menjalani semua misi sendirian. Ada buddy yang bisa dibawa dengan fungsi uniknya masing-masing.
Snake tidak akan menjalani semua misi sendirian. Ada buddy yang bisa dibawa dengan fungsi uniknya masing-masing.
Kerennya lagi? Semakin sering Anda membawa Buddy tertentu, semakin tinggi pula nilai kedekatan Anda yang pada akhirnya - akan membuka command keren tertentu. Seperti D-Dog yang bisa Anda suruh untuk melumpuhkan musuh.
Kerennya lagi? Semakin sering Anda membawa Buddy tertentu, semakin tinggi pula nilai kedekatan Anda yang pada akhirnya – akan membuka command keren tertentu. Seperti D-Dog yang bisa Anda suruh untuk melumpuhkan musuh.

Berita baiknya? Snake tidak sendiri ketika menjalankan misi-misi ini. MGS V: TPP memperkenalkan “Buddy System” dimana satu dari empat karakter yang bisa Anda rekrut atau Anda lewatkan (yang sudah pasti berakhir dengan penyesalan) bisa membantu Snake dalam setiap misi yang ada. Ada D-Horse, kuda pemberani untuk aktivitas lebih mobile dan kotoran “sakti” yang mampu membuat mobil tergelincir. Ada D-Dog, seekor serigala / anjing yang jika dibawa ke medan pertempuran, akan secara otomatis memberi tahu Anda soal posisi musuh, target misi, hingga resource yang bisa dikumpulkan. Ada D-Walker, sebuah robot humanoid yang bisa Anda kendali dengan tingkat kustomisasi senjata yang bisa disesuaikan dengan apa yang Anda butuhkan. Dan ada Quiet, sang Buddy yang tampaknya berhak untuk mendapatkan satu porsi pembahasan tersendiri di sesi review JagatPlay kali ini. Kerennya lagi? Semakin sering Anda menggunakan satu buddy tertentu, semakin tinggi nilai hubungan Anda, semakin banyak aksi juga yang bisa Anda minta mereka lakukan.

Anda yang mudah terasa tertantang akan menghabiskan banyak waktu dengan game ini, itu yang pasti.
Anda yang mudah terasa tertantang akan menghabiskan banyak waktu dengan game ini, itu yang pasti.

Maka game ini akan meminta Anda berangkat dari satu misi ke misi lainnya, menyelesaikannya, dan berhadapan dengan lebih banyak misi yang menunggu dan cerita yang akhirnya bisa bergerak sedikit lebih maju. Membosankan? Sebagai salah satu gamer yang cukup benci dengan gameplay yang repetitif, variasi yang ia tawarkan cukup kaya di awal-awal permainan dengan desain yang pantas untuk diacungi jempol. Bahkan untuk Anda yang merasa sensitif dengan rasa monoton yang mungkin timbul, keinginan Anda untuk mencapai hasil sempurna juga akan tidak akan membuat Anda berkeberatan untuk terus mengulang misi yang sama. Sementara dari tingkat kesulitan akan sangat relatif pada metode yang Anda pilih.

Mother Base – Meta Game yang Luar Biasa!

Selamat datang di Mother Base!
Selamat datang di Mother Base!

Jika  semua aktivitas di misi utama dan sampingan Anda masih belum cukup untuk Anda, tenang saja, karena MGS V: The Phantom Pain kini memungkinkan Snake untuk membangun Mother Base kembali, yang tidak seperti di Peace Walker hanya berupa kata-kata dan data, ia menjadi sebuah tempat yang bisa Anda kunjungi dan bahkan menjadi setting untuk beragam cut-scene penting yang ada. Ia menjadi bagian yang esensial untuk cerita dan gameplay, sekaligus menjamin seberapa besar kesempatan Snake untuk bertahan dari setiap rintangan yang ada.

Mother Base akan memungkinkan Anda menggunakan senjata yang lebih canggih, efektif, hingga mematikan.
Mother Base akan memungkinkan Anda menggunakan senjata yang lebih canggih, efektif, hingga mematikan.
Tidak hanya untuk Anda, tetapi juga Buddy Anda.
Tidak hanya untuk Anda, tetapi juga Buddy Anda.

Fungsi utama Mother Base yang berperan langsung pada gameplay adalah fakta bahwa ia merupakan sumber dari puluhan jenis senjata, armor, dan item yang bisa Anda bawa ke dalam pertempuran. Begitu R&D Platform sudah terbentuk sesuai dengan progress cerita, Anda mulai bisa melakukan ekstra penelian dan membuka lebih banyak varian equipment yang bisa Anda bawa ke dalam pertempuran. Anda butuh baju yang lebih cocok untuk melakukan proses infiltrasi? Atau senjata tidur yang lebih bisa diandalkan ketika jarak jauh? Atau Quiet butuh sniper yang mampu menghasilkan damage katastropik dengan lebih cepat? Semuanya dilakukan via Mother Base. Mother Base juga bisa dimaksimalkan untuk mengirimkan senjata, supply ammo, kendaraan, hingga pergantian buddy di dalam misi, jika Anda butuhkan. Semuanya dilakukan via menu di dalam iDroid yang dibawa Big Boss.

Tentu saja, Anda selalu punya kesempatan untuk memperbesar Mother Base. Setiap platform yang Anda bangun: Command, R&D, Base Development, Support, Intel, Medical, Animal Conservation, dan Quarantine Zone punya fungsi masing-masing. Support, misalnya, menjamin bahwa barang yang ingin Anda kirim dan terima dari misi berakhir utuh, bahkan ketika cuaca tengah buruk sekalipun. Sementara Base Development, menjamin siklus resource yang lebih konsisten. Untuk membangun setiap platform, Anda butuh mengeluarkan sejumlah GMP dan memiliki resource memadai seperti yang diminta di dalam syarat. Masing-masing platform juga bisa mengalami kenaikan level, yang jika semakin tinggi, akan memperbesar kesempatan Anda untuk menciptakan senjata, equipment, atau item yang lebih kuat dan luar biasa.

Anda bisa terus memperbesar, memperluas, dan meningkatkan level setiap platform Mother Base yang menawarkan fungsi spesifik yang berbeda-beda.
Anda bisa terus memperbesar, memperluas, dan meningkatkan level setiap platform Mother Base yang menawarkan fungsi spesifik yang berbeda-beda.
Saatnya
Saatnya “menculik” sebanyak mungkin aset musuh dengan menggunakan Fulton!

Kehadiran Mother Base sendiri mengubah cara MGS V: The Phantom Pain bekerja, terutama jika dibandingkan dengan Ground Zeroes. Dengan platform yang semakin bertambah, Anda juga harus memastikan bahwa Diamond Dogs – pasukan yang Anda pimpin memang memiliki resource otak yang cukup untuk memastikan Mother Base berjalan secara optimal. Anda didorong untuk merekrut lebih banyak orang, mencari talenta-talenta khusus yang mampu menawarkan sesuatu yang baru, dan tentu saja – membuat Mother Base semakin besar, kuat, dan ramai. Solusinya? Satu kata yang absurd namun efektif – Fulton!

Ada sebuah motivasi ekstra untuk melumpukan para musuh yang Anda temui secara non-lethal, yakni kesempatan untuk merekrut mereka menjadi bagian dari pasukan Diamond Dogs Anda. Yang Anda perlukan hanya memasang Fulton secara instan – sebuah balon udara yang berfungsi sebagai penanda target jemputan untuk pesawat seperti yang sempat diperlihatkan di The Dark Knight – untuk membawa para pasukan ini “pulang”.

Anda bisa memeriksa status para prajurit musuh ini terlebih dahulu sebelum memutuskan apakah mereka pantas untuk diculik atau tidak.
Anda bisa memeriksa status para prajurit musuh ini terlebih dahulu sebelum memutuskan apakah mereka pantas untuk diculik atau tidak.
Atau Anda bisa menggunakannya untuk mencuri resource dan mengumpulkan binatang yang Anda temukan.
Atau Anda bisa menggunakannya untuk mencuri resource dan mengumpulkan binatang yang Anda temukan.
Selamat datang di kebun binatang pribadi Anda!
Selamat datang di kebun binatang pribadi Anda!

Dengan menggunakan INT Scope, Anda bisa menganalisa kekuatan dan kelemahan setiap pasukan musuh ini. Maka Anda akan menemukan kualitas di bidang tertentu yang dipresentasikan dengan huruf “S+ – E”, dimana “S+” masuk dalam kategori prajurit terbaik sementara “E” adalah prajurit dengan skill di bawah standar. Setiap pasukan yang Anda rekrut bisa ditugaskan untuk masuk ke dalam platform tertentu dalam Mother Base, menaikkan level mereka yang berujung pada tersedianya dan lebih maksimalnya layanan setiap divisi. Berita baiknya? Ketika Fulton Anda berada di level lebih tinggi, Anda juga bisa memasang Fulton ini untuk menangkap kendaraan berat seperti Tank dan kontainer berisi resources. Atau Anda lebih tertarik untuk memastikan kebun binatang pribadi Anda ramai? Jangan lupa gunakan Fulton untuk setiap binatang eksotis yang Anda temukan!

Menariknya lagi, jika Anda memiliki koneksi internet dan terhubung secara online, Anda bisa melakukan invasi ke Mother Base milik player lain. Anda bisa “mengunjungi” markas mereka dan membuat sedikit kekacauan. Setiap infiltrasi terhadap FOB user lain ini punya satu misi yang sama, mencapai puncak tower tertinggi dan masuk ke dalam salah satu area dengan kondisi pasukan target infiltrasi tidak sedang berada dalam “Alert” atau bahkan menyerang Anda. Selama proses tersebut, Anda bisa “menculik” pasukan dan resource yang Anda temui untuk dibawa pulang ke Mother Base Anda. Terdengar sederhana? Tunggu dulu, ini adalah perang terbuka yang juga harus disikapi dengan otak yang berjalan.

Menariknya lagi? Anda juga bisa menginvasi Mother Base milik player lain jika terhubung secara online.
Menariknya lagi? Anda juga bisa menginvasi Mother Base milik player lain jika terhubung secara online.
Anda dihitung berhasil jika mencapai puncak menara tertinggi di platform yang Anda pilih. Tentu saja, Anda harus berhati-hati dengan sistem penjagaan dan jebakan yang sudah dipersiapkan user lain.
Anda dihitung berhasil jika mencapai puncak menara tertinggi di platform yang Anda pilih. Tentu saja, Anda harus berhati-hati dengan sistem penjagaan dan jebakan yang sudah dipersiapkan user lain.
Menang? Kalah? Tenang, ada sistem reward dan punishment lewat jumlah GMP dan Resource yang ada.
Menang? Kalah? Tenang, ada sistem reward dan punishment lewat jumlah GMP dan Resource yang ada.

Setiap kali Anda ketahuan, terlepas dari berhasilnya misi infiltrasi atau tidak, usernama Anda akan langsung ketahuan oleh korban pemilik Mother Base yang Anda invasi! Hasilnya? Mereka bisa langsung melakukan balas dendam dan melakukan infiltrasi dengan damage yang bahkan lebih besar. Namun bukan berarti masing-masing pihak tidak bisa “membela diri”. Anda bisa melakukan research lebih dalam untuk memperkuat pasukan di dalam Mother Base Anda dengan senjata dan armor yang lebih kuat, sekaligus memasang beragam perangkap dan sistem pertahanan yang lebih solid untuk mencegah user lain berhasil. Anda bisa memasang drone keamanan dengan kamera, atau ranjau, atau bahkan mencegah proses pencurian ini sendiri jika kebetulan Anda sedang online. Anda bisa langsung bertemu dan berperang dengan siapapun yang “iseng” mengotak-ngatik Mother Base Anda.

Meta game yang satu ini akan membuat Anda ketagihan dan terus sibuk!
Meta game yang satu ini akan membuat Anda ketagihan dan terus sibuk!

Setiap kemenangan akan menghadiahi Anda dengan segudang resource yang harus diakui, tak mudah dikumpulkan jika hanya memainkan game ini di dalam mode single player saja. Sementara setiap kekalahan dan kegagalan juga harus dibayar dengan segudang resource dan GMP yang mau tidak mau, harus rela berpindah ke tangan untuk para pemilik Mother Base yang berhasil mempertahankan asetnya. Meta game Mother Base dan infiltrasi online FOB ini memberikan MGS V: TPP nilai jual yang semakin kuat.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

PC Games

August 10, 2022 - 0

Review Marvel’s Spider-Man Remastered PC: Siap Kembali Berayun!

Marvel's Spider-Man Remastered akhirnya tersedia di PC. Apa saja yang…
August 2, 2022 - 0

Review Beat Refle: Pijat Refleksi Super Seksi!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Beat Refle ini? Mengapa kami…
July 22, 2022 - 0

Review As Dusk Falls: Ini Baru Game Drama Berkualitas!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh As Dusk Falls ini?…
June 28, 2022 - 0

Review My Lovely Wife: Pilih Istri atau Iblis-Iblis Seksi!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh My Lovely Wife ini?…

PlayStation

August 15, 2022 - 0

Review Digimon Survive: Seru Iya, Bosan Juga Iya!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Digimon Survive? Mengapa kami menyebutnya…
July 18, 2022 - 0

Review STRAY: Kocheng Oren Mah Bebas!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh STRAY? Mengapa kami menyebutnya…
March 30, 2022 - 0

Review Stranger of Paradise – FF Origin: Ayo Basmi CHAOS!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Stranger of Paradise: Final Fantasy…
March 23, 2022 - 0

Review Ghostwire – Tokyo: Berburu Setan Jepang!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Ghostwire: Tokyo ini? Mengapa…

Nintendo

August 4, 2022 - 0

Preview Xenoblade Chronicles 3: Seperti Sebuah Keajaiban!

Kesan pertama apa yang ditawarkan Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…
April 6, 2022 - 0

Review Kirby and The Forgotten Land: Ini Baru Mainan Laki-Laki!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kirby and the Forgotten…
March 25, 2022 - 0

Review Chocobo GP: Si Anak Ayam Kini Serakah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Chocobo GP ini? Mengapa…
March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…