Review Transformers – Devastation: Bentuk Klasik dengan Rasa Baru!

Reading time:
October 8, 2015
Transformers Devastation (6)

Transformers, sebagian besar dari kita tampaknya tidak asing lagi dengan franchise robot yang mampu berubah menjadi beragam kendaraan keren ini. Mereka yang tumbuh besar di era tahun 80 dan 90-an mungkin mengenalnya dari sebuah seri televisi mingguan yang sebenarnya tak bisa terbilang fantastis, namun tetap menyisakan memori yang tak mudah terlupakan. Sementara gamer-gamer generasi baru mungkin lebih mengenalnya dari film layar lebar penuh aksi dan ledakan racikan Michael Bay yang terlepas dari plot yang kian tak jelas, memang cukup untuk mata siapapun termanjakan. Transformers sebenarnya juga sempat diadaptasikan menjadi video game, bahkan di era generasi gaming pertama dengan grafis 8 bit ikoniknya. Dan kini, mereka kembali.

Ada beberapa hal menarik yang membuat Transformers: Devastastion langsung menarik perhatian ketika ia pertama kali diperkenalkan. Yang paling utama tentu gaya visual dua dimensi dengan atmosfer kartun era 80-an nya yang kentara. Namun daya tarik yang bahkan lebih menggoda? Ia ditangani oleh developer asal Jepang yang memang punya nama besar di genre game action – Platinum Games. Developer ini memang kawakan jika berbicara soal mekanisme game action yang cepat, menegangkan, dan menantang di saat yang sama. Ada rasa penasaran yang cukup kuat bagaimana mereka akan meracik sebuah game Transformers dengan identitas mereka selama ini. Sesuatu yang berbeda dengan War for Cybertron dan Fall of Cybertron dari High Moon Studios – dua seri game Transformers yang bisa dibilang sebagai yang terbaik sejauh ini.

Lantas, apa yang ditawarkan oleh Transformers Devastation ini? Mengapa kami menyebutnya sebuah game yang menawarkan bentuk klasik dengan rasa baru?

Plot

Seperti satu arc cerita film kartun Transformers di masa lalu, ini masih soal kebaikan melawan kejahatan.
Seperti satu arc cerita film kartun Transformers di masa lalu, ini masih soal kebaikan melawan kejahatan.

Berbeda dengan produk racikan High Moon Studios yang memberikan Anda “intipan” lebih dalam soal kehidupan para Transformers sebelum tiba di bumi, Transformers – Devastation tampaknya bisa dilihat tak berbeda dengan sebuah arc cerita pendek yang mungkin sering Anda temukan di versi film kartunnya dulu. Ini masih soal pertempuran antara dua ras robot – Autobots yang jadi protagonis dan para Decepticons – yang tampaknya tak pernah kehilangan alasan dan cara untuk membinasakan manusia dan mengembalikan kejayaan Cybertron di masa lalu. Plot bukanlah kekuatan utama Transformers – Devastation, itu yang pasti.

Megatron yang tampaknya tak pernah kehabisan ide gila di otaknya.
Megatron yang tampaknya tak pernah kehabisan ide gila di otaknya.
Dan seperti biasa, Autobots kembali direpotkan untuk memastikan bumi tak berakhir jadi korban.
Dan seperti biasa, Autobots kembali direpotkan untuk memastikan bumi tak berakhir jadi korban.

Tidak ada drama, tidak ada adegan emosional, Transformers – Devastation tampil begitu lugas dan menawarkan Anda pertempuran antar para robot dalam skala besar sebagai daya tarik utama. Seperti biasa, Megatron – pemimpin para Decepticons menemukan sebuah artifak masa lalu yang bisa ia gunakan untuk “mengubah” bumi kita tercinta. Ia ingin memanen kekuatan Plasma Energy yang begitu besar untuk menjadikan bumi tak ubahnya Cybertron, mengembalikan kejayaan planet metal tersebut seperti dulu kala. Maka seperti yang bisa diprediksi, Autobots tak tinggal diam. Optimus Prime bersama dengan Sideswipe, Wheeljack, Bumblebee, dan Grimlock berusaha menghentikan rencana busuk tersebut.

Tak ada cerita mendalam, emosi, atau plot twist yang akan membuat Anda terus terngiang-ngiang. Transformers Devastation tak menjual itu.
Tak ada cerita mendalam, emosi, atau plot twist yang akan membuat Anda terus terngiang-ngiang. Transformers Devastation tak menjual itu.

Maka seperti film-film kartun hari Minggu Anda pula, tampaknya tak sulit untuk menebak jalan cerita Transformers – Devastation ini. Ini adalah soal perperangan antara baik dan buruk, dan kebaikan, sesulit apapun, akan berakhir menjadi pemenang di akhir. Tak ada misteri di sini.

Review ini menggunakan testbed dari Roccat

ROCCAT-Logo_Horizontal_2015_STR_BLK_NoBG

Dikerjakan dan Dimainkan dengan Kave XTD, Roccat Kone XTD, Roccat Raivo, dan Roccat Ryos MK Pro

 

Pages: 1 2 3
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…
January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…

PlayStation

April 29, 2021 - 0

Review RETURNAL: Surga Seru di Neraka Peluru!

Apa yang langsung muncul di benak Anda begitu kita berbicara…
April 23, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Toylogic & Square Enix (NieR Replicant ver.1.22474487139…)!

Tidak perlu menyelam terlalu jauh. Melihat nama “ver.1.22474487139…” yang didorong…
April 23, 2021 - 0

Preview RETURNAL: Brutal, Gila, Menyenangkan!

Ada yang istimewa memang saat kita membicarakan hubungan antara Sony…
April 22, 2021 - 0

Review NieR Replicant™ ver.1.22474487139… : Cerita Indah Penuh Derita!

Dengan popularitas yang ia raih, hampir sebagian besar gamer memang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…