Review Assassin’s Creed Syndicate: Solid Tapi Tak Banyak Berbeda!

Reading time:
November 3, 2015

Desain Side Mission yang Jauh Lebih Baik

Lupakan mimpi buruk Unity! AC Syndicate hadir dengan desain side mission yang jauh lebih berkualitas!
Lupakan mimpi buruk Unity! AC Syndicate hadir dengan desain side mission yang jauh lebih berkualitas!

Acungan dua jempol pantas untuk diarahkan untuk elemen yang menurut kami pribadi, merupakan lonjakan tersendiri dari seri AC Unity sebelumnya. Berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan trauma segudang ikon yang saling tumpang tindih di peta Paris AC Unity? Dimana Ubisoft mati-matian berusaha menghadirkan ilusi bahwa mereka menyematkan begitu banyak aktivitas untuk dinikmati? Berita buruknya, ia seringkali berakhir dengan kekecewaan karena sebagian besar ikon ini ternyata mepresentasikan aktivitas side mission yang terasa remeh-temeh, membosankan, dan repetitif. Untungnya, ia mengalami perbaikan yang sangat signifikan di AC Syndicate kali ini. Tak lagi menawarkan kuantitas, ia kini lebih menjual kualitas. Sebuah pendekatan yang tentu saja, harus disambut dengan positif.

Peta kini lebih
Peta kini lebih “bersih”. Anda hanya butuh melakukan 4-8 misi sampingan untuk membersihkannya dari pengaruh Templar.
Tak lagi sekedar menjual kuantitas, AC Syndicate lebih berfokus pada kualitas tiap side mission yang menawarkan tantangan dan daya tarik lebih kuat.
Tak lagi sekedar menjual kuantitas, AC Syndicate lebih berfokus pada kualitas tiap side mission yang menawarkan tantangan dan daya tarik lebih kuat.

Sesuai dengan tema utama yang berkisar pada usaha untuk melemparkan kekuatan gang bernama Blighters yang jadi pondasi kekuasaan Templar di London, maka AC Syndicate menawarkan desain misi sampingan yang lebih mengakar pada konsep tersebut. Anda akan berhadapan dengan London yang terpecah atas beragam region-region lebih kecil, yang masing-masing darinya, terbagi ke dalam area yang lebih kecil lagi. Misi utamanya adalah “membersihkan” area-area ini. Tak lagi harus berhadapan dengan segudang misi sampingan yang tak punya tujuan apapun, setiap side mission yang Anda selesaikan akan memberikan pengaruh pada misi utama ini. Satu area kini mungkin hanya akan membuat 6-8 misi sampingan yang harus diselesaikan.

Ia mampu membuat identitas Anda sebagai seorang Assassin yang punya peran signifikan semakin menonjol.
Ia mampu membuat identitas Anda sebagai seorang Assassin yang punya peran signifikan semakin menonjol.
Gang War!!
Gang War!!

Kerennya lagi? Anda tak akan berhadapan dengan misi omong kosong yang terasa sia-sia. Sebagian besar misi sampingan yang Anda lalui memang mencerminkan peran aktif Anda sebagai seorang Assassin yang tengah berjuang membebaskan London. Anda menyelamatkan pekerja anak, membunuh target Templar, menculik agen yang mungkin berhadapan dengan mereka, hingga mengobarkan perang gang untuk merebut alih kekuasaan secara permanen. Semuanya ditawarkan dalam bentuk ikon yang tak lagi tumpah tindih satu sama lain. Tiap misi ini menawarkan ekstra tantangan dan kebebasan metode untuk diselesaikan. Begitu semua misi sampingan ini ditundukkan, Anda akan bertarung dalam pertempuran gang dengan pemimpin Blighters di region tersebut. Sebuah pengalaman Assassin’s Creed yang lebih terasa tepat sasaran.

Tak hanya itu saja, Ia juga memuat beberapa misi ekstra yang tak berhubungan dengan misi sampingan tersebut, seperti kesempatan untuk merampok harta karun dari kereta milik Blighters atau mencuri kargo dari kapal mereka di sungai Thames, misalnya. Ia tak berpengaruh signifikan pada usaha untuk membersihkan London, namun menyumbang kontribusi uang dan experience untuk memperkuat karakter Anda. Uang menjadi elemen yang penting bukan hanya karena beragam item dan equipment yang harus Anda crafting berdasarkan blueprint yang Anda temukan atau reward misi, tetapi juga sebagai pondasi untuk memperkuat gang – The Rooks yang Anda kuasai. Benar sekali, selain pohon skill untuk karakter utama yang Anda gunakan, gang Anda akan punya pohon skill lain yang akan punya pengasruh tersendiri pada efektivitas mereka di dalam kota.

Pohon skill kini juga tersedia untuk memperkuat anggota gang Anda.
Pohon skill kini juga tersedia untuk memperkuat anggota gang Anda.
Tokoh-tokoh dunia yang lebih ikonik!
Tokoh-tokoh dunia yang lebih ikonik!

Kerennya lagi? Pesona misi sampingannya tak berhenti begitu saja di sana. Assassin’s Creed Syndicate juga menawarkan beberapa misi “cerita ekstra” dengan karakter-karakter sejarah ikonik dengan adaptasi tema yang juga sama kuatnya. Anda akan bertemu dengan Charles Darwin yang teori evolusinya masih terus ditentang oleh kaum agamais di kala itu, atau Karl Marx yang berjuang untuk mengorbarkan ideologinya kepada rakyat London, atau Charles Dickens yang aktif menelusuri beragam fenomena aneh di London. Ada perasaan yang kuat bahwa peran Anda sebagai tokoh di belakang layar lah yang membuat nama-nama ini bertahan hidup dan punya kesempatan untuk mengungkapkan beragam terobosan ide kreatif mereka kepada dunia. Semuanya dibangun dengan racik misi yang tepat dan tentu saja, voice acts yang tak kalah luar biasa.

Assassin’s Creed Syndicate mengeksekusi misi sampingan yang ia tawarkan jauh lebih sempurna dibandginkan beberapa seri AC sebelumnya. Bukan lagi sekedar datang ke satu titik ikon dan bekerja layaknya seorang pembantu dengan peran yang tak terasa signifikan, melakukan hal remeh temeh yang repetitif, mereka berhasil menjual kualitas di atas kuantitas di Syndicate. Setiap misi punya daya tarik dan ekstra tantangannya sendiri.

Rule number one? We don't talk about Fightclub..
The first rule of Fight Club is: you do not talk about Fight Club..

Berita yang lebih baik? Mereka tak menjadikan misi seperti mengumpulkan glitch, peti, dll sebagai sesuatu yang pantas untuk diikutsertakan di dalam peta. Anda bisa melakukannya untuk mendapatkan ekstra resource demi crafting, namun tak terasa seperti sebuah aktivitas wajib. Sistem mekanik baru seperti penggunaan kendaraan juga melahirkan misi sampingan baru seperti balap atau time attack dengan ekstra misi Fight Club yang juga memungkinkan Anda bertarung tangan  kosong di arena untuk membuktikan seberapa kuatnya Anda.

Komplain Utama? Cerita Futuristik Omong Kosong!

Not this again..
Not this again..

Jika ada satu hal yang membuat kami merasa kecewa dan sedih dengan AC Syndicate adalah fakta bahwa Ubisoft masih berjuang keras untuk mendorong sebuah plot yang sebenarnya tak lagi terasa sepenting di seri-seri awal. Anda masih ingat ketika Anda berperan sebagai Desmond Miles di tiga seri utama Assassin’s Creed pertama? Pertarungan Templar dan Assassin di era futuristik di kala itu terasa sebagai plot utama yang terus menarik perhatian dan memancing rasa penasaran karena memang ada konflik utama di sana. Desmond diceritakan sebagai seorang Mesias yang akan mampu menyelamatkan dunia dari kiamat. Di sinilah, tokoh-tokoh dari First Civilization punya peran dan selalu mengundang keterkejutan, apalagi di seri Assassin’s Creed 2. Anda harus tahu apa yang sebenarnya tengah terjadi dan seberapa penting sebenarnya peran Desmond di sana.

Namun sepeninggal Desmond dan mulai masuknya ia sebagai “karakter sampingan” untuk seri-seri AC selanjutnya, point futuristik ini seperti kehilangan arah. Ubisoft sebenarnya sangat mengerti hal tersebut. Ia dengan jelas tidak menawarkan karakter baru sekelas Desmond untuk membuat fokus cerita lebih mengarah pada nilai jual historis, sekaligus meminalisir gamer dari omong kosong Abstergo dan Templar di masa depan. Namun sayang seribu sayang, mereka tak menyerah begitu saja. Assassin’s Creed Syndicate kembali berusaha membangun pondasi untuk sebuah konflik yang menurut kami pribadi, akan jauh lebih menarik untuk dibuang jauh-jauh dan tak perlu diikuti lagi.

Berusaha
Berusaha “mendorong” konsep futuristik AC dengan konflik baru terasa seperti omong kosong besar.
Sulit untuk peduli jika Anda bahkan tak punya lagi kesempatan interaktif di dalamnya.
Sulit untuk peduli jika Anda bahkan tak punya lagi kesempatan interaktif di dalamnya.

Anda akan bertemu kembali dengan salah satu tokoh penting di First Civilization yang kembali membuka dan menawarkan sebuah “solusi” untuk konflik masa depan yang tampaknya akan jadi sumber masalah baru. Berita buruknya? Berbeda dengan Desmond dimana Anda punya kendali penuh dan memang bermain peran sebagai dirinya di beberapa titik, Ubisoft memutuskan untuk “meniadakan” elemen futurisik tersebut dari gameplay.

Bull..
Bull..

Semua hal yang terjadi di masa depan AC Syndicate hanya ditawarkan dalam bentuk film CGI yang memperlihatkan konflik yang tengah terjadi. Terus, bagaimana mungkin gamer, termasuk kami bisa merasa terhubung dan peduli dengan konflik baru ini jika ia dilemparkan “malas” dan sekilas dalam bentuk CGI tanpa ada keterlibatan sama sekali? Di sinilah, Ubisoft gagal. Gagal membuat kami merasa harus peduli, khawatir, dan memerhatikan apapun yang akan terjadi di masa depan dengan First Civilization kembali jadi fokus. Terkesan dipaksakan, benang merah ini sudah seharusnya putus dan mati sejak Desmond tak lagi eksis.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

PC Games

December 3, 2021 - 0

Review CHORUS: “Menari” di Angkasa Luar!

Seberapa sering Anda menemukan video game yang mengambil luar angkasa…
November 25, 2021 - 0

Review Gunfire Reborn: Aksi Tanpa Basa-Basi!

Jika kita bicara soal developer asal timur Asia sekitar 10…
September 29, 2021 - 0

Review SAMUDRA: Dalam Lautan Dalam Pesan!

Berkembang dengan signifikan selama beberapa tahun terakhir ini, para talenta…
August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…

PlayStation

December 2, 2021 - 0

Review Battlefield 2042: Setengah Matang!

Bagi mereka yang mencintai FPS sebagai genre, Battlefield dari EA…
November 19, 2021 - 0

Preview Battlefield 2042: Masa Depan Tak Selalu Cerah!

Ada yang datang dengan antisipasi tinggi, tetapi tak sedikit pula…
November 19, 2021 - 0

Review GTA The Trilogy – The Definitive Edition: Bak Lelucon Besar!

Merayakan ulang tahun sebuah franchise legendaris adalah sebuah langkah yang…
November 17, 2021 - 0

Menjajal Elden Ring (Network Test): Makin Cinta, Makin Mantap!

Apa yang bisa Anda dorong lebih jauh dengan formula Souls-like…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…